UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
USUL WIWIEN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Mbak Ira, makannya jangan malu gitu. Kita semua sama,” Wiwien menegur Ira.


“Ini juga biasa Bu,” Ira tak lagi sungkan pada Wiwien dan mbok Ranti. Tapi tentu tak enak makan bersama dengan Seroja.


Mereka baru selesai makan siang ketika ponsel Wiwien berbunyi nyaring. “Assalamu’alaykum Yah,” sapa Wiwien.


“Wa’alaykum salam Wien. Ayah minta doamu ya. Ibumu kritis,” suara Joko Susetyo terdengar terbata.


“Astagfirullah. Kenapa Yah. Di rumah sakit mana?” Wiwien menutup mulutnya. Dia berupaya tak menangis tapi sulit menahan air matanya.


“Di rumah sakit Enggal Waras,” jawab Joko.


“Wien kesitu Yah. Wien kesitu sekarang,” Wiwien segera memutuskan untuk menengok perempuan yang sayang padanya seperti pada anak sendiri.


“Ma, maaf. Wien harus ke rumah sakit ya. Mertua Wien kritis,” Wiwien menyampaikan berita duka pada Seroja.


Wiwien langsung lari keatas untuk berganti pakaian dan mengambil tas berisi dompet, ponsel juga kunci mobilnya.

__ADS_1


“Ma, Mama pulang dijemput pak Yon aja ya. Onny temani Wiwien. Dia sedang panik. Enggak bagus dia nyetir sendiri,” Tonnny kasihan pada Wiwien. Dia meminta sang mama dijemput driver.


“Iya bener. Jangan boleh dia nyetir sendiri. Bisa bahaya,” Seroja mengerti kondisi Wiwien memang sedang tidak baik-baik saja.


“Mas antar kamu. Jangan nyetir sendiri,” Tonny menunggu Wiwien di tangga terbawah. Dia tak ingin Wiwien celaka karena panik.


“Bener Wien. Kamu jangan nyetir sendiri ya,” Seroja memberi Wiwien pengertian juga.


“Trus Mama?” tanya Wiwien.


“Mama di jemput pak Yon,” Seroja tahu Tonny sudah memerintah drivernya untuk menjemput disini.


“Maaf ya Ma. Jadi bikin Mama repot,” tetap saja Wiwien merasa tak enak pada Seroja.


***


Sepanjang jalan Wiwien dan Tonny hanya membisu. Mereka bicara hanya saat Tonny bertanya rumah sakit mana ketika lelaki itu baru menyalakan mesin mobil. Tonny mengambil jemari Wiwien. Dia genggam erat jemari yang dingin itu seakan memberi kekuatan pada wanitanya.


“Sabar ya, Mas parkir dulu. Kita kesana bersama,” Tonny meminta Wiwien menunggunya. Dia memarkir mobilnya lalu keluar dan mengunci.


“Biasanya pasien baru masuk masih di IGD. Kalau enggak ada di IGD baru kamu tanya petugas jaga,” Tonny menggandeng Wiwien yang tak mau memberontak Wiwien sadar butuh Tonny untuk bersandar.


“Atau kamu telepon ayah mertuamu,” saran Tonny.

__ADS_1


Wiwien pun melakukan saran Tonny. Dia menghubungi ponsel ayahnya. Sayang nomor yang dituju sedang bicara, sehingga tak bisa dia hubungi. Maka mereka berdua pun memutuskan menuju IGD terlebih dahulu.


“Assalamu’alaykum Yah,” Wiwien melihat Joko di depan ruang IGD. Sedang sibuk bicara di ponselnya. Joko segera memutus pembicaraan di telepon, dia menerima salim yang Wiwien berikan dan memeluk putri angkatnya itu.


“Bagaimana ibu bisa seperti ini?” tanya Wiwien.


“Sejak semalam ibu mengeluh pusing, lalu Ayah panggil dokter. Tapi tetap saja obat dokter tak bisa membuat ibu tidur. Dia terus gelisah. Tadi pagi Ayah paksa dia untuk sarapan bubur dan minum obat. Masih masuk sepertiga mangkok. Tapi pas mau makan siang simbok bilang ibu pingsan ketika minta diantar pipis,” Joko memberitahu kronologis sakitnya istri tercinta.


“Wien boleh usul enggak Yah?” tanya Wiwien hati-hati.


“Apa?” tanya Joko sambil menatap Wiwien yang terlihat ragu untuk bicara.


“Biar bagaimana pun, Bayu adalah anak ibu. Beritahu kondisi ibu saat ini,” sahut Wiwien dengan suara bergetar. Dia tak ingin Bayu tak sempat bertemu bila memang Iswarni tak ada umur panjang.


***


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2