UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
SIAPA SUAMI NISA YANG SANGAT BERKUASA?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Mau mampir dulu nggak?" tanya Bayu saat keduanya sudah di mobil



"Mampir kemana? Mau ngapain?" Nisa malah bertanya balik.



"Mungkin mau pulang ambil baju bersih," usul  Bayu.



"Iya sih butuh baju," balas Nisa.



"Ya udah aku antar. Nanti mampir ke tempatku juga ya bajuku juga udah abis. Kan kemarin cuma bawa satu." Bayu minta Nisa juga mau mampir ke kost nya.



"Ya Mas terus baju kotornya dimasukin tempat aku aja sekalian Mas. Biar aku cuci," Nisa tahu baju Bayu sekarang tanggung jawabnya juga.



"Nanti aja Nis. Baju kotor mu aja yang bawa ke tempatku. Sekalian nanti baju kotor aku di rumah kost kita taruh di laundry."



"Oh ya udah,"  Mereka pun menuju ke rumah Nisa lebih dulu hari ini.


\*\*"



Ahmad kaget ketika ada dua orang petugas dari kantor pengacara berbadan kekar mengatakan bahwa anaknya Khairunnisa sudah menikah.



"Bapak tanda tangan di sini kalau Bapak masih mau hidup!" Salah seorang team pengacara bicara pada Ahmad.



"Maksudnya apa?" tanya Ahmad tak mengerti.



"Baca dulu, Bapak kan bukan buta huruf. Baca dulu kalau masih mau hidup. Lalu tanda tangani."



Ahmad membaca berkas yang ada. Sebuah surat pernyataan terketik rapi dengan kertas bermaterei. 



'*Dari mana mereka tahu jati diriku? Sampai ke NIK ku tertera pada surat pernyataan itu*?'



Disana tertulis bahwa Ahmad tidak akan pernah mengganggu Nisa lagi. 



Bila masih mengganggu  Nisa maka dia akan langsung dipidanakan dan di berkas berikutnya diperlihatkan bukti-bukti bagaimana selama ini Ahmad penjual Nisa.

__ADS_1



"Jadi jelas ya Pak kelakuan Bapak selama ini semua sudah terbongkar kalau Bapak nggak mau tanda tangan sekarang juga saya masukin ke penjara!"



Tanpa menunda Ahmad langsung tanda tangan.



'*Siapa ya suaminya Nisa sampai bisa tahu semuanya*,' batin Ahmad.



'*Pupus sudah aku mengharapkan harta dari Nisa*.'



"Oh ya Pak. Bapak diminta 1 x 24 jam keluar dari rumah Bu Yuni. Ini surat berikutnya," kata orang tersebut.



"Rumah itu adalah milik Nisa. Sudah ada surat dari Ibu Yuni bahwa semua harta itu milik Nisa."



"Kalau Bapak bawa barang di luar barang Bapak pribadi Kami akan tuntut."



" Jadi selama 24 jam ini Bapak harus keluar dan semua kelakuan Bapak kami pantau."



Lemas sudah. Tadinya Ahmad mau gadaikan rumah itu dia sedang mencari surat rumah. Ternyata istrinya lebih pintar. 




Ahmad tambah lemas. Dia seperti sudah mau masuk lubang semut aja.


\*\*\*



"Ayah, ini sudah ditanda tangani oleh Ahmad. Bukti aku kirim ke email ya," siang ini Tonny menghubungi Joko dan memberitahu hasil kerja pegawainya.



"Terima kasih ya Ton," balas Joko.



Tonny tak menyangka. Dia malah membantu mantan suami istrinya. Mantan suami Wiwien. Dan juga orang tuanya. 



Gara-gara mendengar suara Wiwien, Tonny melanggar komitmennya dalam bekerja. Yaitu tak mau mengurus klien perempuan muda secara langsung.



'*Ha ha ha, orang lain jatuh cinta saat melihat wajah orang. Aku jatuh cinta saat mendengar suaranya pertama kali*.' Tonny mentertawakan dirinya sendiri.


\*\*\*



Tonny ingat dua hari lalu kakak tingkatnya saat karate dulu menghubunginya dan minta bantuan dirinya melakukan proses perceraian adik iparnya. Itu sebabnya Tonny memberikan sebuah kartu nama miliknya.


__ADS_1


Tonny sudah mempersiapkan siapa yang akan dia beri tugas menangani persoalan cerai adik ipar Slamet itu.



Ternyata sore ini Slamet menghubungi nomor personalnya.



"Assalamu'alaykum," sapa Tonny pada Slamet.



"Wa’alaykum salam,” sahut Slamet menjawab salam yang Tonny berikan.



“Kamu kasih aku kartu nama, tapi dua nomor ponsel disana enggak sama dengan nomor yang aku hubungi sekarang. Ini adikku mau bicara ke nomor yang mana?” tanya Slamet langsung ke topik yang ingin dia tanya.



“Oh, dia bisa hubungi kedua nomor yang ada di kartu. Itu memang nomor untuk pekerjaanku. Dan kedua nomor itu hanya aktiv saat jam kerja saja. Kalau nomor yang kau hubungi sekarang ini bukan soal kerjaan,” sahut Tonny.



“Baiklah. Adikku akan menghubungimu sebentar lagi,” sahut Slamet.



“Apa saat ini adikmu sedang bersamamu?” tanya Tonny.



“Dia ada di depanku,” Slamet menjawab pertanyaan Tonny. Dia tak paham mengapa temannya bertanya hal itu.



“Kalau begitu berikan ponselmu padanya. Biar kami berkenalan lebih dulu,” pinta Tonny.



“De, dia ingin berkenalan dulu pakai nomor ini. Untuk selanjutnya kamu bisa hubungi di dua nomor itu langsung,” Slamet memberikan ponselnya pada Wiwien.



“Assalamu’alakum Pak. Saya Wienarti. Adik mas Slamet,” terdengar suara diujung telepon.



Saat itu lah Tonny merasa degub jantungnya langsung tak beraturan!


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1677459485906.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.

__ADS_1


__ADS_2