
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Besok Sabtu saja sekalian Ma. Saat sudah rapi. Hari ini masih sibuk karena baru datang barang. Besok juga beres-beres," sahut Wiwien yang dihubungi oleh Seroja.
Tentu akan bingung bagi Wiwien bila ada tamu saat dia sedang beres-beres seperti saat ini.
Mau ditemani, dia butuh waktu untuk beres-beres. Tak ditemani, tentu tak sopan.
Untungnya Seroja mengerti.
"Ayok kita bobo. Udah siang," Wiwien mengajak Awan ke kamar mandi di dalam kamar anaknya itu.
"Benang?" Tanya Awan melihat bathtub di kamar mandi miliknya. Dia bertanya apakah akan berenang?
"Mas Awan mau berenang? Sebentar aja ya berendamnya." Wiwen mengisi air di bathtub. Dia biarkan putranya bermain air sebentar.
"Ayok cukup. Nanti lagi. Kan kolamnya ada di kamar mas Awan," Wiwien membawa handuk besar dan bersiap menggendong Awan untuk dia keringkan badannya dan berpakaian.
Wiwien dan Awan tidur bersama. Wiwien memang cukup lelah jadi mudah terlelap.
" Unda, puyang yok," Awan mengguncang tubuh bundanya.
Wiwien yang masih ngantuk tak menggubris permintaan anaknya.
__ADS_1
"Unda puyaaaaaang," teriak Awan yang minta pulang.
"Ini rumah Awan. Kita nggak akan kemana-kemana lagi," besok Wiwien.
Tapi Awan sudah histeris minta pulang. Wiwien membawa Awan keluar kamarnya.
"Ini rumah Awan. Liat ada foto Awan sama ayah dan bunda. Ini punya mas Awan ada disini," Wiwien memperlihatkan barang milik mereka.
Tapi tetap saja Awan masih menangis. Semua yang di runah itu berupaya membujuk Awan agar diam. Tapi lelaki kecil itu tetap minta pulang.
Wiwien putus asa. Dia coba hubungi suaminya. Ternyata Tonny memang sudah dalam perjalanan pulang.
"Assalamu'alaykum. Anak Ayah kenapa?" Tanya Tonny.
"Puyang Yah, ayok puyang," rengek Awan.
"Sini. Kamu kenapa? Mau pulang kemana? Ini rumah kita. Rumah mas Awan," bujuk Tonny setlah dia selesai mandi dan ganti baju.
Wiwien keluar kamar dan bersiap membuatkan minum teh bagi Tonny.
"Sepertinya Awan ketakutan dibawa pisah lagi ama mas Tonny Mbak. Dia ingat ketika menginap di Magelang cuma berdua. Enggak ada ayahnya," mbok Ranti menduga-duga.
"Eh …, bisa jadi ya Mbok. Dia inget masa itu. Aku salah banget misahin mereka saat itu. Aku enggak mikir cinta mereka berdua segitu besarnya." Wiwien jadi berpikir juga kemungkinan itu.
Dia akan berupaya agar Tonny yang meyakinkan Awan kalau ini rumah mereka.
__ADS_1
"Mas, aku dan simbok menduga mas Awan ini trauma dengan perpisahan denganmu waktu aku bawa kabur ke Magelang. Tadi kan siang aku dan dia tidur berdua. Dia ingat saat hanya berdua di Magelang itu."
"Jadi sekarang tolong Mas yakinkan dia ini rumah kita bertiga. Bukan hanya aku dan dia berdua. Tolong ya Mas," rengek Wiwien.
"Aku marah *Sweetheart*. Aku sangat marah," desis Tonny datar. Wiwien terdiam.
"Aku marah karena kamu minta tolong padaku seakan aku orang luar buat anakku. Seakan kalau kamu tak merengek dengan kata-kata tolong aku akan membiarkan Awan terpuruk."
"Kamu sadar itu?" Dikalimat terakhir Tonny sedikit menekankan kemarahannya walau tak membentak.
"Eh … maaf Mas. Aku enggak bermaksud seperti itu. Hanya kamu ayahnya. Enggak ada yang lain." Jawab Wiwien memeluk suaminya dan Awan.
"Sadarlah sayang. Jangan buat aku tersinggung dan marah. Tak boleh lagi kamu sebut pada siapa pun Awan bukan anakku. Dia anak kita. Dan buat dia, KITA akan memberikan yang terbaik."
"Iya Mas, Wien salah. Maafin ya. Jangan bikin Wien nangis. Mas ngancam jangan bikin Mas marah. Dan Wien ngancam jangan bikin nangis."
"Satu sama kan?"
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.