UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PERTUNANGAN TANPA CINTA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Wiwien pengin Tante setiap hari Sabtu main kesini. Tapi syaratnya sekarang tante makan sendiri, biar Wien bisa paksa kak Tonny antar tante tiap  Sabtu,” bisik Wiwien tapi Tonny jelas mendengar.


Tonny memberi nilai plus untuk bujukan Wiwien. Sang mama mulai menyendoki kwetiauw tanpa nasi yang Wiwien ambilkan sedikit sebagai makanan pembuka.


“Kak, Tante sudah makan sendiri. Sabtu depan biarkan Tante tinggal disini saja. Kakak pulang sampai malam juga enggak apa-apa,” Wiwien langsung memberi apresiasi pada kemajuan Seroja yang mulai mau memperlihatkan interaksinya pada Tonny.


“Aku belum berani meninggalkan mama sampai malam tanpa ada aku. Kecuali mama sudah mau bicara lagi. Jadi kamu bisa tahu apa yang dia inginkan. Selama mama belum bicara paling aku tinggal dia disini dengan nurse,” jawab Tonny.


‘Ih, ngapain aku disini kalau sama nurse,’ Seroja tentu saja keqi mendengar keputusan Tonny.


“Iya ya Kak. Kasihan Tante kalau aku enggak tahu apa yang dia mau,” Wiwien pun bersandiwara seakan Tonny belum tahu kalau Seroja sudah bicara dengan Wiwien.


“Tapi kalau emang mau kesini lagi enggak usah ajak nurse Kak. Biar Tante enggak selalu bersama dengan orang yang sama. Biar ganti suasana,” usul Wiwien.


“Baiklah. Tapi cuma setengah hari aja. Kecuali hari ini,” sahut Tonny.


“Kakak kalau janjian sama pacar sampai malam enggak apa-apa Wien yang temani Tante. Enggak perlu sungkan,” kata Wiwen. Dia lupa kalau Tonny telah patah hati sejak satu tahun lalu kala diselingkuhi tunangannya.


“Ha ha ha, pacarku belum dilahirin ama ibunya, masih ngumpet di perut bumi,” Tonny tertawa tanpa beban. Sementara Seroja menjadi ingat saat Tonny belum terluka.


Sejak SMA Tonny bintang pelajar dan juara karate. Dia selalu ceria dan juga pantang mundur. Sifatnya tegas sesuai dengan jiwa karateka. Dan dia dekat dengan seorang gadis yang tidak kemayu. Perempuan tegas yang berani mengatakan tidak bila tak sesuai dengan prinsip hidupnya. Tonny dan Pricilla akhirnya dekat.


Mengingat keyakinan Tonny dan Pricilla berbeda, sejak awal  Prambudi Kesumo papa Tonny memberitahu putranya untuk tidak main perasaan. Karena mereka akan semakin kecewa bila sudah terlalu mencintai tapi tak dapat bersatu karena beda keyakinan.


Tonny dan Pricilla dengan kesadaran penuh mematikan bara cinta dalam jiwa mereka. Pricilla memilih kembali ke Bali untuk menjauh dari Tonny.


Sejak itu Tonny tak pernah mau lagi dekat dengan teman perempuan. Sejak SMA hingga lulus kuliah S1 Tonny tak pernah pacaran satu kali pun.

__ADS_1


Semua itu tentu membuat papa dan mamanya kalang kabut. Biar bagaimana pun mereka ingin cucu dari anak lelaki mereka. Walau mereka sudah mempunyai dua cucu dari anak sulung mereka.


FLASH BACK ON


”Sepertinya kalau tidak kita kenalkan dengan seorang gadis, Onny tak akan pernah mau berhubungan dengan seorang gadis Ma, mungkin dia takut salah langkah lagi. Padahal Pricilla baik dan dari keturunan baik-baik. Sayang keyakinan kita berbeda,” ungkap Pram pada istrinya.


“Mama nanti coba cari anak perempuan teman Mama deh Pa,” sahut Seroja sambil menarik selimutnya. Dia terlalu lelah setelah menemaninya berkegiatan dikantor suaaminya tadi.


Banyak anak gadis yang Seroja coba kenalkan, dia tak mau menjodohkan putra bungsunya. Saat itu Tonny sedang mengambil kuliah master hukum dan dia telah mempunyai firma hukum cukup besar.


Siang itu tanpa sengaja Seroja bertemu dengan teman SMA nya Tria Aryani yang sedang makan bersama kedua anaknya yaitu Novembrian Putra dan adiknya Novita Putri. Bryan atau Bian  dan Vita, begitu Tria memanggil dua buah hatinya itu.


Seroja sendiri sedang janjian dengan Tonny yang tetiba meminta bertemu di cafe tempat dia baru beretemu dengan kliennya. Akhirnya mereka berlima duduk dalam satu meja dan makan siang bersama.


“Ya, minta nomor ponselmu dong. Kamu enggak pernah gabung dengan teman alumni ya?” Seroja yang memang baru bertemu Tria meminta nomor ponselnya.


“Ha ha, kamu tahu lah bagaimana suamiku, mana bisa aku jauh dari matanya,” sahut Tria. Lalu mereka berdua bertukar cerita. Ternyata suami Tria telah meninggal empat tahun lalu karena sakit. Dan sekarang dia tinggal dengan Bryan. Vita baru saja kembali dari kuliah di Singapore dan dia memilih tinggal di rumah kost dengat dengan agency modelnya.


Vita tak kenal alat dapur, tak tahu nama bumbu dapur apalagi memasak. Rasanya menyalakan kompor saja tak bisa. Saat kost dulu dia membeli makanan. Bukan seperti Tonny yang malah mahir masak karena kost sendirian di negara asing.


Seroja dan Tria tak pernah satu kali pun berniat menjodohkan kedua anak mereka. Tapi karena mereka sering bertemu, maka pertemanan Tonny dan Vita tak lagi hanya sekedar say hello walau tak bisa dibilang akrab. Lama-lama Vita menyukai Tonny yang cueq. Dia mendekati lelaki itu dengan berbagai macam cara sehingga membuat Tonny luluh. Belum dalam taraf mencintai, setidaknya dia bisa menerima kehadiran Vita.


“Onny, papa dibawa ke rumah sakit, barusan pingsan di ruang meeting,” Seroja mengabarkan Tonny.


“Onny segera kesana. Mama hati-hati ya, kita langsung ketemu disana,” jawab Tonny.


Pram ternyata mengalami gagal ginjal. Dia tak pernah mengeluh sakit. Akhirnya Pram harus rutin cuci darah. Kesehatannya semakin menurun.


“On, Papa ingin kamu segera menikah,” pinta Pram suatu siang saat mereka sedang menonton televisi bertiga.


“Onny sibuk Pa. Dan belum ada calon yang sreg buat Onny nikahi. Onny enggak mau coba-coba kalau untuk menikah,” sahut Tonny saat itu.

__ADS_1


“Papa takut enggak bisa lihat kamu menikah,” sahut Pram pelan.


“Papa jangan bilang gitu. Papa pasti sempat lihat banyak cucu dari Onny. Semangat ya Pa,” hibur Onny.


Saat itu Vita datang berkunjung, dia sedang off tak ada show. Tanpa malu Vita menempel kemana pun Tonny bergerak.


“Bagaimana kalau kalian menikah?” tanya Pram tiba-tiba. Tentu saja Vita sangat senang. Dia langsung mau dan minta segera dilamar.


“Ok, lamaran minggu depan akan saya lakukan. Tapi tidak untuk menikah. Kita tunangan saja,” Tonny akhirnya mengambil keputusan cepat. Dia tak ingin papanya kecewa. Jelas tak ada cinta pada Vita saat itu. Tonny hanya bertindak cepat untuk papanya saja.


***


“Terima kasih ya On,” Pram berbisik saat memeluk putranya. Tonny dan Vita baru saja selesai bertunangan.


Tak sampai tiga bulan sejak pertunangan itu, Pram meninggal. Tonny bersyukur pernah membuat papanya bahagia sebelum berpulang.


Walau sudah tunangan pertemuan Tonny dan Vita tetap tak bisa sering. Tonny sangat sibuk.


‘Babe, kapan sih kita jalan berdua seperti orang pacaran. Bahkan kita udah tunangan tapi enggak pernah pergi berdua.’


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNREQUITED LOVE  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2