
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kalau anda mau mama anda selalu sehat dan panjang umur. Jangan sampai dia mendengar tiga nama yang dia benci. Terlebih Pricilla adalah daftar hitam dalam kehidupan papa dan mama anda,’ terngiang jelas nasihat dokter Abadi.
Sepanjang perjalanan pulang Wiwien diam. Tak mau menjawab semua perkataan Tonny. Bahkan setiba di rumah dia tak mau turun lagi. Dia hanya di kamar atas membiarkan Tonny bermain dengan Awan.
“Sampaikan pada Wiwien saya pamit ya Mbok,” akhirnya Tonny pulang tanpa bisa bertemu dengan Wiwien lagi. Dia akan biarkan Wiwien cooling down. Toh pertemuan tadi bukan niatnya. Dan dia tak bertukar informasi apa pun dengan Pricilla.
‘Selamat ya Wien,’ Wiwien menerima chat dari Sashi.
“Terima kasih ya Mbak,” Wiwien langsung menjawab dengan menelepon calon kakak iparnya itu. Saat itu Wiwien baru sampai kamar dan belum ganti baju. Tonny masih dibawah.
“Jadi kapan kalian akan menikah?” setelah berbasa basi dan bertukar khabar, Sashi bertanya tentang persiapan pernikahan Wiwien dengan adiknya.
“Aku koq jadi keqi dan malas lagi Mbak,” keluh Wiwien.
“Kenapa Wien?” Sashi bingung. Kemarin calon adik iparnya ini semangat saat minta doa untuk ujian skripsi. Dia bila begitu wisuda akan fokus pada persiapan pernikahannya.
“Barusan mas Tonny bertemu Pricilla Mbak. Dan Pricilla memanggil dengan panggilan istimewa. Memang bukan dengan Yank, Honey atau semacamnya. Dia memanggil mas Tonny dengan nama Harto. Dan aku baru dengar. Karena selama ini semua teman mas Tonny memanggil dia dengan nama Tonny bukan Harto,” Wiwien menerangkan panjang lebar awal kekesalannya barusan.
__ADS_1
“Jadi perempuan itu datang lagi? Yang Mbak dengar dulu saat SMA dia pindah ke Bali,” sahut Sashi.
“Masa Wien bohong Mbak. Dia dengan pedenya bilang : saya teman akrabnya Harto saat SMA. Gitu Mbak kata-kata perkenalannya dengan Wien. Apa maksud perkataannya? Biasanya orang hanya akan menyebut nama. Paling ya hanya bilang teman ketika SMA. Bukan teman akrab saat SMA,’ dengan menggebu Wiwien bercerita kejadian tadi.
“Rasanya itu mungkin penyebab mama juga benci mendarah daging pada Pricilla. Perempuan tak punya empati.” tentu Sashi ikut terbawa emosi.
“Mama enggak usah tahu Mbak. Wien enggak ingin mama sakit,” Wiwien tentu tahu repotnya bila Seroja kembali sakit.
‘Ya ampun Wien. Kamu bahkan masih mikirin kesehatan mamaku,’ batin Sashi. Dia akan menegur Tonny. Dia tak mau ada masalah lagi karena ‘penampakan’ Pricilla tadi.
***
Wiwien tahu pertemuan tadi tak disengaja. Dan dari kata-kata Pricilla dia bisa menyimpulkan selama ini Tonny dan Pricilla belum pernah bertemu kembali sejak mereka berpisah ketika SMA dulu.
‘Apa sih maksud dia berkata seperti itu terhadap istri Tonny?’ pikir Wiwien.
Dan pemikiran yang sama juga ada dibenak Tonny. Dia jago dalam permainan kata. Dipersidangan semua kata harus dipikirkan dampaknya. Jadi Tonny selalu mengamati perkataan lawan bicaranya.
‘Apa maksud Pricilla berkata dia adalah teman akrabku saat SMA pada Wiwien yang jelas-jelas aku perkenalkan sebagai istriku. Aku merasa Pricilla memiliki niat buruk,’ Tonny menduga maksud ucapan bersayap Pricilla. Karena hal itu Tonny akan berhati-hati terhadap Pricilla. Dia tak ingin ada bencana baru lagi.
***
Tak ada yang tahu kalau Wiwien sudah mulai mempersiapkan amunisi baru. Semua dia persiapkan sendirian dan dalam senyap. Sekarang dia sedang bersiap menyelenggarakan ulang tahun Awan yang kedua.
__ADS_1
Pagi ini Tonny bergegas menuju ruko Wiwien. Dia sangat takut kekasihnya marah lalu pernikahan mereka batal. Dia sama sekali tak ingin berhubungan dengan Pricilla. Dia tak akan mau melukai sang mama.
‘Alhamdulillah sikap dan tutur kata Wiwien sangat manis. Tapi aku tak boleh terlena. Aku malah takut dia menyimpan sesuatu yang lebih bahaya.’ Tonny masih terus berada di ruko padahal saat ini sudah jam sembilan. Saat itu dia melihat mbak Ira datang dengan seorang perempuan lain yang sedang dia beri training. Seakan mbak Ira ingin berhenti dari usaha laundry ini.
“Itu buat apa Sweet heart?” Tonny melihat simbok menggunting kertas nasi seukuran piring makan.
“Mau buat alas piring di ulang tahun Awan nanti,” sahut Wiwien.
“Enggak kerasa ya sudah satu tahun hubungan kita,” Tonny memeluk Wiwien dari belakang karena perempuan itu sedang berdiri melihat isi lemari bahan baku makanan. Tonny meletakkan dagunya dipundak Wiwien.
“Aku enggak mau kamu kasih hadiah ulang tahun Awan sesuatu barang yang enggak berguna lho ya,” Wiwien memegang wajah Tonny tanpa balik badan. Dia suka dengan posisi seperti ini.
“Ini aku lagi berpikir mau kasih hadiah apa buat jagoan kecilku itu. Maunya sih kasih dia adik kecil biar dia ada temannya,” bisik Tonny lembut.
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1