UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
CERITA YANG TAK LENGKAP


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Akhirnya Joko segera menghubungi pegawainya di rumah untuk bertugas menjaga istrinya di rumah sakit. Joko memerintahkan pegawainya membawa perlengkapan tidur selain baju ganti.


“Besok sehabis pulang kuliah Wien akan upayakan ke sini. Kita pulang bila yang nunggu ibu sudah datang ya,” bujuk Wiwien.


***


“Kami pulang ya Yah,” Wiwien dan Tonny pamit ketika yang bertugas berjaga di rumah sakit sudah datang. Tentu Joko harus bicara dulu dengan pegawainya itu.


“Hati-hati ya Wien. Terima kasih sudah langsung datang. Nak Tonny terima kasih,” Joko mengucapkan terima kasih pada Wiwien dan Tonny. Dia peluk dan kecup kening Wiwien seperti biasa.


“Sami-sami Pak,” sahut Tonny sambil menyalami pak Joko.


“Ayo kami pamit dulu,” dengan tangan kiri berada dipinggang Wiwien, Tonny pamit pada Bayu.


“Iya, terima kasih,” jawab Bayu dengan terbata. Dia tak rela perempuan yang dia cintai berada dalam pelukan lelaki lain. Persis lagu Bruno Mars berjudul when I was your man : Now my baby is dancing, but she’s dancing with another man.


Nasi sudah menjadi bubur, mau seperti apa pun caranya, tak akan pernah bisa kembali menjadi nasi. Bayu sadar, Wiwien pun sama. Tak akan pernah bisa dia miliki kembali. Cerita cintanya dengan Wiwien adalah cerita yang tak lengkap. UNCOMPLETED STORY.


***

__ADS_1


“Kita makan malam dulu ya?” pinta Tonny.


“Boleh,” sahut Wiwien datar. Dia sudah sangat lelah. Bukan lelah fisiknya, melainkan lelah pikirannya. Wiwien yakin dia akan sering bertemu Bayu selama Iis sakit. Itu sangat menyakitkan dirinya.


‘Andai bisa, aku ingin setiap ke rumah sakit selalu ditemani oleh Tonny agar tak selalu aman dari kekakuan bicara dengan Bayu,’ pikir Wiwien. Tapi tentu itu sulit karena dia datang siang saat Tonny bekerja.


“Ada yang kamu ingin katakan?” tanya Tonny yang tahu sepertinya Wiwien ada ganjalan dalam hatinya.


“Aku bingung. Kalau ke rumah sakit tak ada siapa-siapa lalu bertemu dengan Bayu,” akhirnya Wiwien memberitahu sumber kegalauannya.


“Kamu mau datang setiap jam berapa? Seperti waktu mama dirawat atau bagaimana?” tanya Tonny lembut.


“Siang, setiap habis pulang kuliah aja. Biar enggak bolak balik keluar rumah,” jawab Wiwien. Mereka baru masuk ke parkiran rumah makan.


“Iya, tapi kalau dia tahu jadwal kedatanganku, pasti dia juga akan datang di jam yang sama,” sahut Wiwien.


“Kamu mau Mas temani setiap ke rumah sakit?” tanya Tonny.


“Apa mungkin? Mas kan kerja,” sahut Wiwien ragu.


“Ya kamu datangnya pas Mas sudah selesai kerja. Kita bisa janjian langsung di rumah sakit atau Mas jemput kamu di ruko. Jadi pulang kuliah kamu langsung pulang buat ketemu Awan,” sahut Tonny.


“Ya sudah, janjian di rumah sakit aja. Aku akan naik ojek online berangkatnya,” sahut Wiwien. Dia tak ingin Tonny harus muter ke ruko dulu setiap sore.

__ADS_1


‘Dengan kata lain kamu memutuskan tiap hari kita pulang bareng ya Wien,’ Tonny hanya tersenyum kecil mendengar keputusan Wiwien itu.


***


Memang benar perkiraan Wiwien, Tonny dan Joko ada si rumah sakit saat pulang kerja. Walau bagaimana pun mereka tak bisa full di rumah sakit. Benar Joko pemilik usaha, waktunya lebih bebas. Tapi dia kan memiliki banyak karyawan yang untuk biaya hidupnya tergantung pada perusahaannya. Itu sebabnya dia tak bisa terus tak mengawasi usahanya.


“Sudah satu minggu ya Yah, ibu masih malas bangun,” Wiwien ingat awal sakitnya Iis hari Sabtu. Saat Seroja ada di rukonya. Hari ini sejak pagi Wiwien dan ada di rumah sakit, dan Tonny membuat janji pertemuan dengan kliennya di kantin rumah sakit agar dia bisa selalu mendampingi Wiwien.


“Assalamu’alaykum,” Iin dan Teguh datang menengok mantan besannya. Teguh sudah yang ketiga. Sebelumnya di dua kali datang sendirian sepulang kerja. Dan Iin baru kali ini datang. Dia malas datang menemui mantan besannya.


Padahal Wiwien sebagai pihak yang tersakiti oleh Bayu sejak awal sudah selalu datang.  Wiwien memang mengikuti sifat Teguh yang pemaaf dan welas asih.


“Kata pak Joko kamu tiap hari kesini. Ngapain?” sengak kan mulutnya Iin. Dia selalu bersikap seperti itu.


“Kalau Ibu sakit, apa Wiwien boleh datang sesekali aja? Buat Wien ibu Iis sama dengan Ibu. Semua orang tua Wien. Apa pun yang terjadi antara aku dan Bayu enggak bikin ikatan aku pada ibu dan ayah jadi langsung putus,” akhirnya Wiwien ikut sengak. Dia sudah jenuh dengan sikap apriori ibunya pada orang yang tidak dia suka.


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2