UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PLANNING LAMARAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Tonny lalu 'menodong' Wiwien kapan akan menerima lamarannya. Tentu ini jadi pembicaraan serius. Karena berhubungan dengan sikap Iin.



"Gimana kalau kita ngobrol dulu dengan bapak?"



"Bertiga aja. Nanti dari pembicaraan dengan bapak baru kita tentukan langkah selanjutnya. 



"Sambil nunggu itu, kita urus persiapan lamaran dan persiapan pernikahan."



"Syarat utama dariku, aku enggak mau hidup dirumah mertua. Kita bisa tinggal disini,  atau tempat lain. Yang pasti tidak campur dengan mertua." Wiwien menatap Tonny lekat. Dia mencari keraguan dimata lelaki itu.



"Kamu atur waktu kapan kita bisa ketemu bapak."



"Soal rumah tinggal Mas enggak keberatan. Tapi kalau mama tinggal di rumah kita gimana?" Tonny tahu beda istri tinggal di rumah mertua dengan mertua tinggal di rumah menantu.



"Enggak apa-apa kalau mama mau tinggal di rumah kita," nah benar kan tebakan Tonny.



Sangat jauh perbedaan dua hal yang sering dianggap sama. **Istri tinggal di rumah mertua dengan mertua tinggal di rumah menantu**.


\*\*\*



Mbok Ranti dan mbok Ipah melihat Awan dan Tonny tidur bersama di kasur lantai tebal riang tengah lantai atas. 



Sementara kamar Wiwien tertutup dan terlihat lampu yang digunakan sudah lampu tidur.



Mereka masuk ke kamar mereka dan bersiap tidur juga.


 \*\*\*

__ADS_1



'*Yank, bapak bisa ketemu jam dua siang lusa di lobby kantornya. Kamu bisa enggak? Biar hemat waktu kita bisa janjian aja di sana enggak usah saling jemput*,' Wiwien mengirim pesan pada Tonny pagi ini setelah dia bisa menghubungi bapaknya yang sudah berada di kantornya. 



"Ma, Wiwien siap dilamar," Seroja yang dikabari Wiwien siap dilamar tentu saja sangat senang. Dia langsung memberitahu Sashi untuk bersiap lamaran dan pernikahan Tonny.



Seroja mulai menulis apa yang diperlukan untuk serah-serahan lamaran. Dan semua aspek epnunjangnua. Dia buat list. 



Seroja juga mulai membuat list panitia keluarga serta list undangan.



'*Sweet heart maaf baru buka pesanmu. Lusa kamu bisa ke kantorku aja? Lalu kita berangkat bareng ke kantor bapak*,' jawaban Tonny ada khabar yang Wiwien kirimkan dua jam lalu. Dia sedang berada di ruang sidang sehingga tak buka ponsel personal.



'*Oke. Aku akan ke kantormu*,' balas Wiwien.


\*\*\* 



"Kamu ingat ya. Ini calon istri saya. Kaan pun dia datang, tak perlu ada janji. Ada siapa pun di dalam, dia tetap ber hak masuk dan melihat saya bekerja," Tonny memberitahu sekretarisnya tentang status Wiwien baginya.




Wiwien dan Tonny pun meluncur ke kantor Teguh sesuai kesepakatan untuk bertemu.


\*\*\*



"Maaf kalau kami harus minta janji bertemu diluar rumah seperti ini. Kami enggak ingin sikap atau tanggapan ibu mengganggu pemikiran kami." Wiwien mulai masuk ke pembicaraan inti setelah basa basi tanya khabar pada Teguh.



"Kami ingin minta restu Bapak. Kami ingin menikah agar pikiran kami berdua tenang. Menurut Bapak, dimana dan kapan kami bisa mengadakan lamaran?"



"Bapak tak perlu berpikir dimana kami akan mengadakan akad nikah dan pesta. Kami hanya bertanya tentang lamaran saja."



Teguh sudah menduga ini pokok pembicaraan putrinya yang minta waktu bertemu spesial dengannya.



"Soal tempat dan waktu lamaran Bapak akan bicarakan dengan ibumu dulu. Bila respon ibu kurang baik, Bapak mengizinkan kamu mengadakan lamaran di rumah pak Joko dan Bapak akan hadir disana," dengan bijaksana Teguh menjawab permintaan putrinya.

__ADS_1



"Sebenarnya permintaan Wien ini adalah sikap hprmat Wien terhadap Bapak dan ibu. Kita tahu status Wien bukan gadis. Jadi bisa aja kami hanya menikah terlebih mas Tonny biasa urus hal seperti ini."



"Lalu kami mengundang Bapak dan ibu ke pesta pernikahan kami sebagai tamu."



"Atau yang seperti Bapak bilang tadi. Kami langsung minta bapak Joko mengurusi semuanya. Dia pasti akan dengan senang hati menerima tanggung jawab ini."



Setelah cukup lama bicara, Wiwien dan Tonny mohon pamit. Mereka minta jawaban Teguh secepatnya.


\*\*\*



"Mas mau balik kantor atau bagaimana?"



"Sekarang sudah jam empat, apa mungkin Mas balik kantor?"



"Mas minta kita satu mobil karena dari sini Mas akan langsung pulang bersamamu," Tonny membuka kunci mobilnya dan mereka masuk. Tak ada ritual manis seperti di novel Tonny membukakan pintu mobil.



"Kita mampir ke laundry 2 lalu ke toko roti bisa? Karena niatku aku mau kesana kalau aku pulang sendirian," Wiwien memberitahu planning kerjanya kali ini.



"Bisa sayank. Apa sih yang enggak bisa buat nyonya Hartono?"  Tonny mengedipkan sebelah matanya pada Wiwien yang memang sedang memandangnya.



"Udah enggak usah genit gitu. Konsen nyetir aja," Wiwien tersipu dengan godaan Tonny. Padahal dia bukan anak ABG. Tapi memang dia tersipu disebut sebagai nyonya Hartono.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1674115657656.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2