
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Hari ini dua bed beda ukuran, satu lemari pakaian besar dan dua lemari pakaian kecil, kulkas dan alat laundry termasuk rak untuk baju yang sudah disetrika, yang Wiwien pesan akan datang. Wiwien memang mengatur semua datang bersamaan agar dia tak repot waktunya.
Wiwien sudah memesan pada mas Suli tukang ojek langganan dan dua orang temannya untuk membantu merapikan saat alat-alat itu datang. Karenanya Wiwien juga harus menyiapkan makan bagi para tukang ini.
“Minta nasi rendang nya enam bungkus. Tambah perkedel sepuluh, dadarnya enam jangan lupa air teh hangatnya,” Wiwien memesan nasi di rumah makan Padang. Dia tak bisa masak sendiri karena alat rumah tangganya masih di rumah orang tuanya.
***
Satu persatu peralatan datang, yang harus ditempatkan diatas Wiwien minta dibawa ke ruang atas, nanti urusan geser biar dikerjakan Suli dan teman-temannya.
Wiwien tidak membeli box untuk Awan, karena dia sudah memilikinya. Besok dia akan bawa. “Wah aku lupa beli kasur besar untuk digelar di lantai Mbok. Biar kalau siang Awan tidurkan di kasur yang digelar aja, enggak di box.”
“Apa enggak bisa tambah pesanan?” tanya simbok lugu.
“Bisa saja, tapi biar lusa aku belanja, sekalian beli gantungan baju, ember-ember besar, bak plastik besar serta tas plastik besar untuk laundry. Aku juga mau pesan nota laundry. Kalau pengharum pakaian, sabun semua tadi sudah aku beli. Setrika aku beli lima takut rusak sewaktu-waktu.” terang Wiwien. Dia tak ingin bila ada kerusakan lalu pekerjaan tehambat. Bahkan Wiwien membeli satu buah genset kecil bila sewaktu-waktu aliran listrik padam. Buat konsumen padamnya listrik bukan alasan baju yang mereka mau ambil belum siap.
“Sepertinya seprey juga perlu Mbak. Kan kasur yang sekarang dibeli beda ukuran ama yang dirumah lama,” sahut simbok melihat kasur miliknya dan milik Wiwien berbesa dengan kasur dirumah Wiwien yang lama.
“Walau ukurannya sama, saya enggak akan pernah pakai seprey itu Mbok. Saya tak ingin mengingat pernah tidur dengan Bayu dengan menggunakan itu,” sahut Wiwien getir.
“Oh iya ya, ngapunten Mbak,” simbok minta maaf karena tak terpikir akan hal itu.
“Besok sprey, handuk, semua yang ada hubungan dengan Bayu diberikan ke orang lain saja. Jangan ditinggal di rumah ibu. Eh handuk biar buat keset dan digunting jadi lap saja enggak apa-apa. Kalau sprey besok berikan ke mas Suli atau siapa pun. Bilang karena ukuran tidak sesuai lagi,” Wiwien mengingatkan simbok.
__ADS_1
‘Semua barangku sudah datang. Doakan ya, besok aku pindahan dari rumah bapak,’ Wiwien mengirim pesan pada Arno, Asih dan Slamet. Tentu ketiganya tak percaya. Wiwien selama ini memang bekerja dalam diam.
Hanya ibunya yang tahu dia sedang mengecat ruko. Tapi bu Iin tak pernah tahu ternyata besok putrinya akan pindah. Bahkan logo usahanya pun sudah datang dan saat ini sedang dipasang oleh Suli dan teman-temannya.
Video barang yang sudah datang beserta Suli yang sedang memasang papan usaha Wiwien kirimkan pada ketiganya.
‘Lho Mbak, kamu serius ambil ruko yang kita lihat itu?’ Arno yang mengantar Wiwien ketika melihat ruko malam-malam hanya dari luar tak percaya sang kakak malah sudah mengisi ruko itu. Dia makin yakin selama ini Wienarti sang kakak memang bekerja dalam diam tanpa pernah mengeluh pada siapa pun. Karena dua bulan dia bisa menyimpan lara dikhianati suaminya sendirian.
‘Kamu buka laundry De?’ tanya Asih. Dia sebenarnya ingin langsung menghubungi adiknya dan bicara. Tapi sayang dia masih mengajar, tak bisa telepon langsung.
'Iya Mbak. Disini banyak perumahan. Dan pasangan muda mayoritas sibuk kerja semua. Jadi jasa laundry sangat mereka butuhkan,’ balas Wiwien memberitahu alasannya membuka usaha laundry.
Sementara Slamet belum membaca apalagi merespon. Pasti dia sangat sibuk dikantornya.
***
“Bu, Pak. Besok pagi aku akan pamit pindah ke ruko. Aku sudah pesan mobil bak untuk bawa barang milikku,” Wiwien pamit pada kedua orang tuanya saat mereka duduk bersama di meja makan.
“Semua sudah rapi koq Pak. Peralatan rumah tangga sudah aku beli baru semua. Aku buka usaha laundry dan semua alat sudah datang. Besok aku beberes alat rumah tangga dengan mas Suli dan istrinya. Awan dan mbok Ranti belakangan agar Awan tak terganggu,” Wiwien memberitahu langkah yang esok akan dia lakukan.
“Untuk pegawai laundry, tahap awal istri mas Suli aku rasa cukup. Nanti kalau sudah ramai aku akan tambah pegawai baru. Tapi pastinya yang sudah berumur. Aku tak akan pernah mau punya pegawai yang muda dan belum menikah walau tidak cantik. Karena pria suka selingkuh walau selingkuhannya jauh lebih rendah tingkat pendidikan dan kecantikan dari istri resminya,” Wiwien sudah bertekad tak mau menerima gadis muda sebagai pegawainya.
“Ya enggak semua pria kayak gitu kali Mbak,” protes Arno.
“Kejahatan itu bukan hanya karena direncanakan De. Tapi karena ada kesempatan. Buktinya Bayu yang polos dan enggak pernah neko-neko, langsung menjadi gila ketika kesempatan ada,” sahut Wiwien.
“Mbok, besok simbok belakangan wae karo Awan lan Arno yo. Aku yang berangkat pagi pakai mobil bak,” Wiwien meminta Awan dibawa belakangan saat pindahan esok hari. Dia tak ingin putranya tak bebas bergerak dan juga mengganggu orang yang sedang angkat-angkat barang.
__ADS_1
“Injih Mbak,” sahut simbok yang sedang makan.
***
Sudah empat hari Seroja kembali ke rumah. Dia ingin berbincang dengan Wiwien. Dan entah mengapa sejak keluar dari rumah sakit Tonny putranya meletakkan ponsel milik Seroja di meja kecil dekat tempat tidurnya. Dia bisa meraih ponsel itu dengan mudah.
Seroja melihat ponsel yang hampir satu tahun tak pernah lagi dia sentuh. Dia lihat pembayaran langganan kartunya selalu dibayar. Tentu putranya membayar sekalian membayar tiga nomor ponsel yang Tonny gunakan untuk bekerja. Semua kartu Tonny memang paska bayar.
‘Kapan kamu main ke rumah Tante?’ akhirnya Seroja mengirim pesan pada nomor ponsel Wiwien.
‘Maaf Tante. Minggu ini belum bisa. Besok saya akan pindah untuk tinggal di ruko. Lalu saya akan memulai membuka usaha laundry. Saya masih perlu belanja banyak barang. Jadi satu minggu ke depan jadwal saya padat,’ jawab Wiwien. Dia tak ingin Seroja berharap mereka bisa segera bertemu.
‘Kapan pembukaan usahamu, coba minta Tonny membawa saya kesana. Saya ingin datang,’ pinta Seroja.
‘Baik Tante. Nanti bila saya sudah pastikan kapan usaha ini saya buka, saya akan beritahu tante untuk datang,’ Wiwien menjawab akan memberitahu bila usahanya akan dibuka.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta