UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
RIRIN LAGI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Wiwien dan Tonny bersiap menuju rumah Seroja. Mereka ingin salat Maghrib di rumah itu sehingga jam lima sore mereka sudah berangkat. Awan tentu saja senang kembali diajak pergi oleh ayah dan bundanya.



"Assalamu'alaykum,"Wiwien dan Tonny memberi salam pada se isi rumah.



Seroja yang mendengar suara Wiwien tentu senang menantu perempuannya itu datang pertama kali ke rumah ini.



Wiwien pernah datang dengan Slamet tapi tak jadi masuk rumah karena saat itu Seroja langsung dibawa ke rumah sakit.



"Akhirnya kamu ke rumah mama juga," Seroja memeluk Wiwien setelah menerima salim dari menantunya itu.



"Mama sehat?" Tanya Wiwien.



"Alhamdulillah. Gimana om Tiar?"



"Dia makin sehat. Kemarin disana ada istri om Daus dan om Yusuf Ma. Mereka bilang salam kenal buat Mama dan bilang akan kesini bila telah kembali dari Bali." Wiwien yang memang ngobrol dengan para istri menyampaikan pesan tante barunya ke sang mertua.



Sehabis makan malam Seoja dan Wiwien membahas rencana resepsi pernikahan.



"Percuma Ma kita bahas berdua. Biar Mama bilang dana mau Mama tanggung, tapi kita harus bicara dengan ibu ( Iis pastinya ) dan mabk Sashi. Enggak bisa kita hanya bahas berdua begini," Wiwien memberikan pendapatnya.



'*orang lain akan mengahriskan pendaat dirinya yang dipikirkan, kamu malah lebih mendahulukan pendapat orang lain diacara penting hidupmu. Tidak salah aku dan Onny memlihmu. Kamu berlian yang dibuang Bayu*,' Seroja berpikir bagaimana bisa Wiwien lebih memikirkan pendapat orang lain saat membahas resepsi pernikahan dirinya.



'*Pantas Iis tak mau melepasmu. Kamu memang yang terbaik bagi kami*,'

__ADS_1



"Baik, kita undang mereka *brunch* besok," jawab Seroja sambil mengambil ponselnya. Dia ingin menghubungi Iis yang sekarang menjadi sahabat sekaligus 'besan' nya.



"Aku bisa datang agak siangan. Enggak jam sembilan. Tapi jam sepuluh. Gimana?"



"Kalau jam segitu di Citos lagi aja yok, biar cuci mata," sahut Seroja.



Akhirnya semua janjian jam sepuluh. Tonny akan mengantar Wiwien dan mamanya. Dia akan main berdua Awan selama para wanita bicara.


\*\*\*



TEAM SENYUM begitu mereka.menyebut kelompoknya. Mereka sudah full kumpul berempat. Seroja dan putrinya, Iis juga dengan 'putrinya'.



"Bu …, Wiwien ragu meneruskan kalimatnya.




"Bu, itu bukannya Ririn?" Akhirnya Wiwien bisa bicara juga. Dia menunjuk dengan dagunya.



Iis menoleh arah yang ditunjuk Wiwien. Dia lihat seorang ibu muda dan gadis dengan pakaian baby sitter serta anak bayi usia sekitar lima bulan.



"Koq dia bisa diluar? Kan masa tahanannya masih tujuh bulan lagi? Artinya dia sudah satu atau dua bulan bebas karena sudah daapt ekerjaan," komentar Sashi. 



"Sabaaaar. Biar Ibu yang bertindak," Iis kali ini tak mau diam. Dia benci Ririn yang membuat rumah tangga anaknya berantakan dan dia membuang anak tunggalnya itu.



Dengan santai dan elegan Iis menghampiri meja itu.



"Aduh cakepnya bayinya Nak. Umur berapa bulan? Laki atau perempuan?" Tanya Iis pada si ibu sambil melihat bayi dalam stroller. 


__ADS_1


"Terima kasih Nenek. Aku perempuan Nek. Umurku emapt bulan," si ibu menjawab mewakili putrinya.



"Kamu sudah keluar dari penjara? Bukannya seharusnya masih di dalam sampai tujuh  bulan lagi?" Tanya Iis pada Ririn yang sejak ibu itu mendatangi meja mereka dia pias.



"Apa maksud Ibu bicara seperti itu pada pengasuh bayi kami?" Seorang lelaki yang terlihat gagah menjawab perkataan Iis.



"Orang ini narapidana yang dijebloskan menantu saya karena dia memberi obat tidur pada cucu saya agar anteng selama dia jaga."



"Bukan itu saja. Dia menggoda anak saya sehingga mereka zina tiap hari selama menantu saya pergi ke kantor."



"Silakan kalian nikmati anak kalian yang akan dia racun dan suami yang akan dia ambil dari istrinya!" Iis lalu membuka ponselnya dan memperlihatkan sedikit video pada perempuan muda itu.



"Jadi ini sebabnya Papi sering membela dia karena Papi bilang dia polos dan lugu?," Teriak si perempuan pada istrinya!



Iis tersenyum penuh ejekan dan meninggalkan meja itu.



"Bilang Tonny selidiki mengapa dia bisa bebas dan jadikan perkara polisi yang membebaskannya" Iis tak mau Ririn bisa bebas dengan mudah.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1674757395962.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.

__ADS_1


__ADS_2