UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
TAMBAH SATU LUSIN LAGI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Capek banget ya?" Wiwien melihat wajah suaminya sudah sangat keruh.



"Wajarlah namanya orang kerja," jawab Tonny.



"Tapi sekarang beda. Walau pulang kerja cape, sampai rumah rumah rasa capek tuh langsung aja berkurang sedikit. Liat aja nih kalau udah kayak gini gimana mau capek?" Kata Tonny memperlihatkan kakinya sedang dibuat ayunan oleh putranya. 



Tonny duduk dikursi dan Awan duduk di punggung telapak kaki ayah nya minta diayun-ayun. 



Awan meminta Tonny menggoyang-goyangkan kakinya padahal tuh kaki capek habis nyetir mobil. Tapi begitu diminta Awan untuk jadi ayunan Tonny langsung memenuhinya.



"Kalau enggak mau ngikutin permintaan anaknya enggak usah punya anak," kata Wiwien.



"Ih siapa ya nggak mau? Ini diturutin koq. Malah mau nambah sepuluh anak lagi," jawab Tonny sambil menaikkan turunkan alisnya untuk menggoda istrinya



"Tanggung kalau sepuluh. Satu lusin aja sekalian," jawab Wiwin.



"Iya ya dua belas ya. Awas lho kalau kamu bohong," ancam Tonny.



Mereka pun tertawa. Wiwien menyerahkan teh sore dan pisang goreng untuk suaminya.


\*\*\*


__ADS_1


"Gimana tadi dengan Pak Simanjuntak mau cerita sekarang apa nanti malam?" tanya Wiwien.



"Aku penasaran."



"Iya jadi kata Pak Simanjuntak ada pergerakan baru ada jalur baru. Mereka nggak bisa lagi selidiki benang merahnya siapa gitu. Polisi udah tahu Novembrian itu masih terus terus bekerja dalam sel."



"Mereka sedang menyelidiki terus siapa yang di dalam sel yang bisa ngasih jalur buat dia bisa pegang komando terus di luar."



"Sekarang jalurnya itu yang dicurigai adalah Pak Pangestu Hudaya,"



"Loh kok bisa?" tanya Wiwien bingung.



"Kan pernah Mas beritahu. Siapa yang dekat dengan bandar besar pasti akan terseret."




"Tadi waktu Mas kasih tahu Pangestu kaget. Dia akan memberitahu seluruh keluarga besarnya untuk bergerak hati-hati."



"Meski pun kita tidak salah, begitu ada kesalahan sedikit ke.ungkinan besarakan tergeret," begitu kata Tonny pada Wiwien.



"Bener-bener ya Mas. Sampai segitunya," Wiwien selama ini tak mengira kalau sebuah pertemanan bisa membuat kita terseret kasus.



"Iya Bian bandar besar jadi ada sedikit aja orang yang bersinggungan dengan dia pasti langsung dilacak polisi"  kata Tonny.



Tiba-tiba saja masuk panggilan dari Seroja di telepon genggam Tonny.


__ADS_1


"Ya Ma, kenapa?" tanya Tonny.



"Ini mamanya Fian eh mamanya Fian deh salah tuh jadinya karena keburu-buru. Mamanya Pangestu barusan telepon mereka itu sudah masuk daftar pantaunya polisi.



"Bener banget Ma. Itu karena mamanya Pangestu akrab dengan tante Tria. Mereka tahunya dari aku Ma," Tonny memberi info lebih akurat pada Seroja.



"Wah tadi Mamanya Pangestu nggak bilang dia dapat info dari mana," sahut Seroja.



"Tadi aku habis ketemu polisi. Mereka bilang ada pergerakan lagi dan yang dicurigai adalah tante Tria maka aku kasih tahu Pangestu langsung.



"Untung saja ya Pangestu tidak jadi dijodohkan dengan Vita. Kalau jadi hancur itu keluarganya," ucap Seroja.



"Iya Ma. Dia nggak waktu sebelum ketemu ama aku. Kalau nggak ketemu ya perjodohan bisa terjadi dan mereka akan terseret sangat jauh."



"Karena waktu itu ketemu kita pas lagi makan siang maka aku bisa gagal kan perjodohan itu," kata Tonny.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675486857249.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2