UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
SEROJA HISTERIS MELIHAT VITA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Pagi ini pembantu yang akan belanja ke warung sayuran harus diantar rekannya yang akan membawa kunci gembok kembali ke dalam rumah. Driver pun bolak balik menghubungi rekannya bila dia ingin masuk karena dia sedang diluar pagar membersihkan mobil.


“Pak, mbak Vita datang,” bibik seorang pembantu saat Tonny selesai mandi setelah berenang. Hari masih jam sembilan pagi.


‘Sesuai dugaanku!’ batin Tonny.


“Terima dan suruh duduk di TERAS. Jangan boleh masuk keruang tamu,” Tonny memperjelas kata teras. Dia tak ingin Vita masuk ke ruang tamu lalu nyeluntur kedalam ruang tengah seperti kebiasaannya dulu.


“Kalau mau, Mbak bisa menunggu Pak Tonny di teras. Kalau tak mau saya tak akan membuka pintu pagar,” pembantu yang menerima Vita di luar pagar memberitahu ketentuannya bila ingin dibukakan pintu pagar.


“Saya ini tunangan Tonny. Jangan macam-macam kamu!” bentak Vita. Dia tak suka dibatasi seperti kemarin.


Dan dengan santai sang pembantu masuk tanpa membuka pagar. Sehingga Vita menggedor-gedor pagar. Dia ketukkan gembok ke pintu sehingga terdengar berisik. Tentu saja Seroja mendengar hal itu.


“Dia tidak mau duduk diteras Pak. Jadi tidak saya bukakan pintu pagar,” lapor sang pembantu.


‘Siapa yang datang? Mengapa hanya boleh di teras?’ batin Seroja. Dia jadi penasaran.


“Lakukan itu pada semua tamu termasuk dia. Walau dia berteriak dia adalah tunangan saya,” jawab Tonny. Lelaki itu sedang menikmati asinan rambutan yang kemarin Wiwien bawakan.


Dia sudah sarapan sebelum berenang tadi. Jadi tak takut sakit perut.


“Ma, cobain deh. Makin enak lho saat udah ngeresap gini,” Tonny menyuapi satu sendok asinan rambutan yang Wiwien bawakan.


‘Memang enak. Asem dan manis serta pedasnya jadi kombinasi menarik. Asinan ini punya cita rasa tersendiri,’ batin Seroja.


“Nurse, suapi Mama asinan. Sedikit dulu aja. Nanti bisa nambah saat sudah makan siang,” Tonny melihat mamanya menyukai. Maka dia langsung menyuruh perawat menyuapi mamanya.


“Baik Pak,” sahut sang perawat lalu dia masuk ke belakang untuk mengambilkan semangkuk kecil asinan bagi nyonyanya.


“Pak, itu mbak Vita sudah mau menunggu diteras,” seorang pembantu bicara pada Tonny. Dan itu sangat jelas didengar oleh Seroja.


“Baik, siapkan teh hangat tanpa gula dan tanpa snack apa pun,” Tonny hanya akan memberi teh tawar saja untuk tamunya kali ini.

__ADS_1


‘Mau apa pela-cur itu datang menghampiri Tonny. Apa dia hamil dan ingin tanggung jawab anakku?’ tanpa sadar Seroja mendorong kursi rodanya mendekati jendela ruang tengah. Sehingga dia bisa mendengar dengar jelas semua percakapan yang akan terjadi di teras nanti.


“Hai Babe, I miss you so much,” Vita langsung berdiri hendak memeluk dan mencium Tonny seperti kebiasaannya selama ini.


“Maaf, jangan sentuh saya. Kita bukan siapa-siapa,” dengan jelas dan keras Tonny meminta Vita tak memeluk apalagi menciuminya.


Vita pun kembali ke kursinya dengan patuh. Kalau tidak kepepet tentu dia tak ingin menemui mantan tunangannya ini.


Walau tak pernah ada kata putus secara resmi dari pihak Tonny. Tapi dengan adanya kejadian naas dulu, siapa pun tahu kalau pertunangan mereka telah batal.


FLASH BACK ON


Vita tak pernah bisa menceritakan pada sang mama mengapa dia tak pernah ke rumah Tonny dan mengapa mamanya tak bisa lagi menghubungi Seroja.


Hingga sang mama nekad datang ke rumah Seroja untuk bertanya ada masalah apa antara anak-anak mereka.


“Kamu tanya apa yang kedua anakmu lakukan saat saya melihat mereka berdua,” hanya itu yang Seroja ucapkan lalu dia masuk ke kamarnya dengan membanting pintu.


Dengan bekal kalimat dari Seroja itulah sang mama Tria Aryani mendesak Novembrian Putra anak lelakinya karena Novita Putri tak mau membuka mulutnya.


“Maaf Ma … maaf,” awalnya hanya itu yang bisa Bian ucapkan berulang-ulang. Setelah Tria menjerit minta dijelaskan baru Bian mengakui apa yang Seroja lihat.


***


FLASH BACK OFF


Tapi sekarang dia sangat butuh bantuan Tonny untuk kelangsungan hidupnya. Itu sebabnya dia terpaksa datang membuang rasa malunya.


“Pak maaf, ini sejak tadi ponselnya bunyi terus,” nurse yang kebetulan lewat di meja makan melihat kalau ponsel Tonny sejak tadi berdering. Takut ada khabar penting makan dia berinisiatif membawakannya ke depan.


“Ya Bro,” sahut Tonny setelah bertukar salam.


“Boleh, aku tunggu,” sahut Tonny dengan sukacita.


“Ada perlu apa? Waktu saya tidak banyak saya ada janji lain,” tanpa basa basi Tonny menanyakan alasan kedatangan Vita yang memang sejak dulu tidak dia cintai. Dia hanya sekedar suka. Terlebih kelembutannya sangat disukai oleh kedua orang tuanya ketika itu. Membuat kedua orang tuanya nekad menjodohkan dirinya dengan model cantik yang sekarang duduk di depannya ini.


“Aku mau minta tolong kamu Babe,” belum selesai kalimat yang diucapkan oleh Vita, Tonny segera menginterupsi.

__ADS_1


“Stop gunakan kata Babe, I love you dan lain sebagainya karena semua itu hanya lips service mu. Jangan samakan saya dengan mulutmu yang asal ngucap tanpa arti!”


“Baik,” Vita berupaya mengubah kalimatnya.


“Aku mau minta tolong kamu untuk masalah hukum yang sedang Bian hadapi,” ujar Vita.


“Pengacara banyak. Uangmu cukup. Buat apa kau mengemis kesini? Apa kamu yakin saya mau menolong kalian berdua?” tanya Tonny sinis.


“Please tolong kami. Aku sudah menghubungi beberapa pengacara. Dan mereka tak sanggup menolong Bian,” sahut Vita.


“Bian dijebak. Dia menerima paket barang terlarang sehingga menurut beberapa pengacara yang aku temui mereka tak yakin bisa melepas Bian dari jeratan hukuman mati,” keluh Vita.


“Saya tahu memang Bian penadah. Siapa pun tahu itu. Jadi percuma kau minta tolong siap pun. Nikmati saja karma mu,” cetus Tonny santai.


Sesungguhnya dia yang melaporkan kejahatan Bian yang sangat licin tak pernah bisa ketangkap.


“Please tolong kami. Kalau kamu tak mau menolong atas namaku. Kamu ingatlah persahabatan mama kita yang terjalin sejak mereka SMA. Mereka sahabat baik,” rengek Vita dengan memelas.


“Pergi kamu pela-cur! Kamu merusak hubunganku dengan Mamamu. Pergiiiiiiiiiii!” jerit Seroja yang tiba-tiba ada di depan pintu ruang tamu dengan kursi rodanya.


Tonny mendengar jeritan sang mama sampai kaget. Tapi dia lebih kaget lagi habis itu mamanya tersungkur kedepan jatuh dari kursi roda tak sadarkan diri.


“Mamaaaaaaaaaaaaa…!” pekik Tonny.


“Pergi kamu, kamu yang buat mama saya menderita. Dan sekarang kamu kembali membuat dia terpuruk. Aku doakan Bian membusuk dan akan aku pastikan, aku pengacara lawan Bian. Karena aku mau dia dihukum mati!” teriak Tonny mengusir Vita.


“Ambil kunci mobil saya. Ambil dompet saya di meja kamar,” perintah Tonny.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  CINTA KECILNYA MAZ YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. DitungIgu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2