
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Sebentar, Mbah tanya dulu ke majikan putri,” mbah Surip mengambil ponselnya di kamar dan dia coba hubungi majikannya di kota.
“Sebenarnya itu lowongan kan sudah dua minggu lalu. Jadi kamu jangan terlalu berharap banyak. Takutnya sudah diisi oleh orang lain,” mbah Surip menekan nama majikannya.
***
“Nasibmu becik. Lowongan itu sudah diisi orang, tapi baru dua hari sudah minta pulang. Jadi sekarang mereka menerima kamu. Besok atau lusa ada yang jemput kamu disini. Nanti Mbah kabari kalau orang suruhane majikan sudah sampai. Karena dia sekarang sedang mengambil hasil panen di kota sebelah. Semoga saja besok tiba disini,” mbah Surip memberitahu kalau Ririn masih bisa bekerja di kota.
Ririn dan emaknya segera pulang untuk bersiap-siap agar ketika pegawai orang kota itu datang, mereka tak perlu menunggu. Ririn bukan gadis yang punya banyak baju. Satu tas baju kecil yang kusam itulah bekalnya.
Bekal lain adalah dompet plastik dari toko emas yang dia dapat dari temannya. Isi dompet itu uang 20.000 bekal dari emaknya dan satu buah KTP yang baru dia miliki minggu lalu. Ulang tahun ke 17-nya telah lewat dua bulan tapi KTP nya baru jadi minggu lalu.
***
__ADS_1
“Ini kamarmu. Kamarmu harus selalu rapih dan bersih. Ini baju seragammu. Kamu saya kasih waktu istirahat satu jam. Sesudah itu akan saya kasih tahu letak kamar dan peraturan disini,” seorang pegawai senior menyambut Ririn. Tidak ramah tapi juga tidak judes.
“Wah aku dapat seragam,” Ririn memperhatikan lima baju dengan warna berbeda. Mungkin agar terlihat dia ganti baju atau tidak. Ririn bersyukur karena tak bingung mencari baju. Maklum baju yang ia miliki sangat lusuh.
Ririn memang kerja hanya lima hari. Bila ada di rumah nyonya majikan akan full bersama putranya tanpa mau ditemani siapa pun.
Kamar yang diberikan untuk Ririn sangat kecil. Hanya ada satu dipan kecil berisi kasur lebar 90Cm dan lemari baju kecil juga meja kecil saja. Tentu saja itu lebih dari cukup untuk Ririn. Di kampung bahkan dia tak punya kasur empuk seperti ini. Dia tidur di bale kayu tanpa kasur.
Ririn segera membongkar tas bawaannya dan dia atur bajunya dalam lemari di kamar itu.
***
“Ini tempat cuci baju dan jemurnya disana. Tidak boleh mencuci pakaian di kamar mandi. Ini dapur untuk masak makanan pegawai. Nanti semua harus masak sesuai dengan jadwal piket.
“Ini kamar momonganmu,” Ririn diajak ke lantai dua. Selain kamar ini, kamu tidak boleh masuki dan tidak boleh buka kamar lain.”
Lalu Ririn diajari menyiapkan menu makan Vincent, calon momongannya. Dia juga diajarkan cara memandikan juga memakaikan diapers dan semua hal tentang Vincent.
__ADS_1
“Sampai tiga hari kedepan kamu masih didampingi perawat dari yayasan yang memang menjaga Vincent selama tak ada pengasuh. Mulai besok jam enam pagi kamu sudah siap disini dengan seragammu dan rambut harus diikat rapi atau potong pendek sekalian.”
***
Tak ada yanag sulit untuk Ririn. Sudah satu bulan dia menjadi pengasuh Vincent dan hari ini dia menerima gaji pertamanya.
“Kamu masih gaji percobaan. Ini gaji pertamamu,” sang nyonya memberikan uang dalam amplop pada Ririn. Saat itu papinya Vincent masuk dan melihat selintas istrinya sedang membayar gaji para pegawai.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta