
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Malam ini Tonny dan Wiwien akan menginap di hotel itu sama Bayu. Bertiga dikamar tak peduli dengan malam pengantin. Daripada anak mereka menangis sepanjang malam dan bisa membuatnya kembali trauma.
Tonny memesan suite room dengan bed tambahan. Malam pengantin tak masalah. Mereka bisa melakukan di bed mana saja yang penting Awan aman.
"Tadi itu maksudnya belok apa sih Mas?" tanya Wiwien tentang perkataan artis pada foto model temannya Vita.
"Belok itu istilah untuk sesuatu yang tidak pada jalurnya. Dia nggak suka sama laki-laki dia sukanya sama sesama perempuan," jawab Tonny.
"Oh pantes," gumam Wiwien.
"Pantes kenapa?" Tanya Tonny sambil memperhatikan Wiwien yang sedang menghapus make up resepsi mereka.
"Pandangannya beda aja," jawab Wiwien sambil terus membersihkan wajahnya.
"Jadi malam ini aja atau sampai berapa lama kita nginep di sini Mas?" tanya Wiwien.
"Mas cuma ambil satu malam ini, tapi kalau kamu mau perpanjang, Mas enggak masalah. Tinggal perpanjang aja."
"Enggak ah enak di rumah aja," kata Wiwien.
"Bener nih nggak mau perpanjang?" tanya Tonny.
__ADS_1
"Huh mendingan uangnya buat beli bakso," Wiwien mengungkapkan sambil terkekeh.
"Uh payah ini ibu kita Kartini. Ingetannya cuma bakso pedes doang," goda Tonny.
"Kita ke Bali lagi yuk Mas," ajak Wiwien.
"Jangan ke Bali lah ngapain. Mending tempat lain aja gimana? Tapi sama Awan jangan sampai dia merasa ditinggal lagi," Tonny tentu tak menolak kemana pun istrinya mau berlibur.
"Iya sih, enaknya kemana? Aku pikirin dulu deh," Wiwien pun setuju mereka tidak pergi ke Bali lagi.
"Bayu tadi berani datang. Hebat ya dia," kata Tonny.
"Iya. Berani masuk kandang macan. Saat banyak kerabatku hadir, dia berani menampakkan wajah. Aku salut. Aku memang minta dia datang dia kan nggak datang waktu akad nikah."
"Pas resepsi kan ada undangan fisiknya, jadi mungkin dia nggak enak kalau enggak datang."
\*\*\*
Tonny sudah selesai mandi ketika dilihatnya Wiwin belum belum juga rampung membersihkan wajah. Riasan pengantin memang sangat beda dengan riasan sehari-hari, jadi harus ekstra sabar membersihkannya.
Tonny pun berbaring di sebelah anaknya sambil menunggu Wiwien selesai bersih-bersih.
Dia ajak bicara anak itu seakan Awan mendengarnya.
"Tadi cariin Ayah ya? Kamu cariin Ayah?" tanya Tonny mengulang kalimatnya. Persis ketika bicara dengan lelaki kecil itu.
__ADS_1
"Kamu kok nangis? Jagoan itu nggak nangis." dia kecup kening anak itu. Tanpa terasa Tony pun tertidur. Mungkin karena terlalu lelah fisik juga terlalu berat beban mental sebelum pernikahan. Wajar dia stres karena ini kan pengalaman menikah yang pertamanya dan harapannya juga yang terakhir.
Wiwien tersenyum melihat suaminya sudah tertidur. Saat itu dia baru selesai membersihkan wajah.
Wiwien pun segera mandi.
"Aduh segarnya," kata Wiwien setelah berendam air hangat untuk relaksasi ototnya.
Ternyata Tonny sedang duduk nonton TV. "Loh kok bangun Mas?" tanya Wiwien.
"Ha ha ha, mana mungkin aku membiarkan membayar sewa hotel segini mahal cuma buat tidur tanpa bertanam," jawab Tonny sambil menggoda Wiwien dengan menaik turunkan alisnya.
"Dimana pun tempatnya selalu saja yang dipikir itu bercocok tanam," balas Wiwien.
Tanpa menunda Tonny pun menghampiri istrinya. Jadilah mereka bercocok tanam tanpa gangguan Awan walaupun mereka satu ruangan dengan lelaki kecil itu.
Win - win solution kan? Awan aman Tonny pun aman.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.