UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PEMBAHASAN RENOVASI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Bu ada Mas Suli," lapor mbok Ipah.



"Suruh masuk aja Mbok,  suruh ke sini," pinta Wiwien. Tonny baru kembali dari kamar Awan. Awang tertidur di ruang tengah, kasi Tonny mengangkatnya memindahkan ke kamar lelaki kecil itu.



Mas Suli datang dengan Mas Bangun.



"Sudah selesai Mas kelilingnya?" kata Tonny menerima salam yang Suli berikan.



"Saya kerja di rumah kok Pak,  bukan ngojek. Ada kerjaan membetulkan pralon di rumah orang," kata Suli.  Dia memang tukang serabutan.



"Ini udah malam jadi kita langsung aja ke pembicaraan pokokya Mas Suli," kata Wiwien.



"Mas Bangun sini duduk, masa berdiri gitu," Wiwin menawarkan Bangun duduk.



"Iya Bu," Bangun suduk disebelah Suli di depan Wiwien dan Tonny.



"Saya ada ruangan yang harus dicat ulang dan juga di renov menjadi dua tempat seperti tempat ayam geprek dan roti," kata Wiwien.



"Kira-kira kapan Mas Bangun dan Mas Suli bisa kerjakan?"  tanya Wiwien.



"Kalau untuk saya besok saya udah bisa kerja Bu. Cuma kalau Suli masih dua hari lagi."



"Saya bisa kerjakan duluan yang bisa saya tangani," kata  Bangun.

__ADS_1



"Untuk mempercepat pembicaraan kita langsung ke lokasi yuk. Dekat dengan sini kok," ajak Wiwien lagi.



"Baik Bu. Memang enak bicara langsung di lokasi aja biar tidak ngebayang-bayangin apa yang harus di ubah. Dan kita ngerti semua apa yang kita harus kerjakan," Suli pun sependapat dengan Wiwien.



Mereka pergi dengan motor masing-masing. Wiwien memang telah membeli motor untuk operasional sehari-hari. Tentunya Wiwien diboncengi Tonny. Mas Suli dan mas Bangun dengan motornya masing-masing karena rumah mereka memang tidak satu arah.


\*\*\*



Mereka sampai di lokasi



"Ini yang buat usaha laundry," kata Wiwien sambil membuka pintu ruang kosong.



"Kayaknya tinggal dibersihkan kamar mandinya itu. Serta dibuatkan  sambungan paralon buat pembuangan. Bikin rak baju yang telah selesai di setrika. Bikin meja buat penerimaan baju kotor dan meletakkan timbangan juga membuat apa tempat jemur di belakang."



"Belakang dibikin kayak di ruko dulu Mas atasnya itu dikasih apa namanya, atap Mika! Jadi kan kering dan enggak gelap."




"Ngerti Bu," kata Bangun.



"Ini cat-nya enaknya warna apa?" Bangun bertanya pada Wiwien.



"Apa Mas?" tanya Wiwien pada Tonny.



"Kayaknya bagus biru seperti laundry 1 dan laundry 2 deh," saran Tonny. 



"Biru Mas, tapi biru yang di sini aku minta dimodif.  Kita bikin kayak gelombang gini Mas,"  Wiwien memperlihatkan cat gelombang.


__ADS_1


"Jadi seperti pelangi-pelangi ombak lah pokoknya gitu.  Jadi ini biru muda lalu biru tua biru selanjutnya kayak gini ya Mas ya dibikin seperti ini untuk ruangan ini." Pinta Wiwien.



"Cat kayunya seperti biasa warna natural buat rak dan mejanya.



Mereka membuka pintu belakang. Terlihat sisa ruang sangat kecil memanjang.



"Ini bikin ruang jemur maksimal Mas. Pasang mika dan ruang gantung seefisien mungkin. Laundry saya tak boleh terlihat ada jemuran di depan. Tidak bagus kalau buat saya. Sampai sini ada pertanyaan nggak Mas?" Kembali Wiwien memberi kesempatan Bangun dan Suli bicara.



"Bagaimana kalau kita pakai wall paper aja? Lebih banyak coraknya dan bisa langsung dipasangkan oleh penjual wallpapernya. Lebih efisien waktu asal dinding sudah bersih," usul Tonny.



"Nah keren tu ide nya. Oke coba bikinkan hitungan luas ruang nya Mas. Jadi saya beli wallpaper sesuai kebutuhan dan minta mereka langsung pasang."



"Setelah wallpaper terpasang nanti bikin rak. Dua hari ini mas Bangun bersihkan semua dinding dulu dan membongkar triplek yang ada di sebelah," Wiwien sangat suka ide Tonny. Kesannya nanti ruangan jadi lebih dinamis.



"Nanti kita pilih dasar biru seperti kemauan kita. Ruang lain kita bedakan warna biar sekalian beli wallpapernya," Tonny memberi usulan.



"Oke kalau ruangan ini nggak ada masalah kita pindah ke ruangan sebelah. Sebentar saya kunci dulu ini nanti jangan lupa bikinkan kabel-kabel untuk colokannya ya Mas," pinta Wiwien.



"Iya Bu pastilah kalau colokan listrik!"



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675588139690.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.


__ADS_2