UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
MANTAN ISTRI MEET CALON ISTRI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Bagaimana dengan Pak Ahmad. Sejak SMA Nisa tahu kekuatan Pak Ahmad dan para preman yang mendukungnya. 



Sejak SMA Nisa berkali-kali ditangkap Pak Ahmad jadi dia tidak berani main-main dengan Pak Ahmad.



Beberapa kali memang Ayah Samsul yang membebaskannya juga dibantu dan nenek Yuni. Kalau sekarang kedua orang itu tidak ada, lalu dia tidak mau menerima pertolongan Bayu itu sama aja dia masuk sumur. Nisa harus berpikir cepat. 



'*Kalau aku terima pertolongan pak Bayu sama-sama menolong*,' kata Nisa dalam hatinya.



"Jadi bagaimana menurutmu tentang tawaran pak Bayu?" tanya bu Murniati.



"Bismillah Bu saya menerima," kata Nisa dengan mantap.



"Baiklah hari ini kita persiapkan semuanya, besok kita nikah," kata Bayu.



"Kondisi ayahmu sudah tidak memungkinkan untuk menunda. Sekarang kamu siapin aja KTP, pas foto dan kartu keluarga, nanti semua diurus pengacara saya."



"Pagi ini kita persiapkan cari kebaya buat nikah sama cincin aja," ucap Bayu.



'*Alhamdulillah. Aku tenang sekarang*,' Murniati plong masalah kegalauannya telah terpecahkan.



"Nis saya tekankan sebelum menikah. Sengaja saya bicara depan ibu agar ada saksi apa yang saya katakan."



"Pernikahan ini pasti bukan yang kamu inginkan. Buat saya ini juga bukan pernikahan yang saya inginkan tapi pernikahan ini bukan main-main kita harus serius menjalaninya dan kita akan belajar bersama," kata Bayu.



"Iya Pak. Bagi saya pernikahan juga bukan main-main. Saya tak akan menganggap pernikahan kita nanti hanya sandiwara Pak," Jawab Nisa.



"Kalau kalian mau nikah kamu panggilnya ubah dong Nis," Murniati menasihati putrinya.



"Oh iya, iya Bu." Jawab Nisa terbata. Dia masih tak percaya akan menikah dengan atasannya sendiri. Saat itu dia melihat Bayu sedang menghubungi seseorang.



"Kami meluncur sekarang Yah. Dari rumah sakit Carolus," Nisa mendengar Bayu bicara. Lalu ditutup salam.



"Kalau gitu kami pamit Bu. Kami akan menemui ayah saya mumpung beliau belum berangkat kerja. Karena nanti beliau yang akan menyiapkan penghulu," jawab Bayu. Rupanya dia langsung menghubungi Pak Joko memberitahu akan menuju ke rumah untuk membicarakan pernikahan dirinya esok pagi.


\*\*\*



"Kenapa Yah?" tanya Tonny menjawab telepon Joko. Tentu saja mereka telah bertukar salam.



"Kamu pagi ini bisa kerumah;Ayah sebentar nggak?" tanya Joko.



"Ada yang hendak minta tolong sama kamu tapi pagi ini karena orangnya datang pagi ini," lanjut Joko.



"Bisa Yah. Saya ada janji nanti jam 10.00 pagi," jawab Tonny. 



"Ya udah Ayah tunggu sekarang karena orangnya sedang meluncur kesini. Jangan telat,  kalau bisa datang sama Wiwien." Joko meminta Wiwien juga ikut bersama Tonny.



"Loh kenapa sama Wiwien?" tanya Tonny bingung.



"Sudah bawa Wiwien kesini cepetan," perintah Joko.



"Iya Yah,  iya," kata Tonny.



"Barusan ayah telepon," Tonny memberitahu istrinya yang sedang menyiapkan sarapan.



"Iya kenapa? Ayah bilang apa?" kata Wiwien.



"Kita diminta ke rumah Ayah Ada hal penting," jawab Tonny sambil meminum kopinya.



"Ada apa ya?" Wiwien langsung khawatir. 

__ADS_1



"Nggak apa-apa sih, suara ayah bukan yang sedang ketakutan. Ayah kayak bahagia tapi minta kita segera datang sekarang juga karena orangnya udah meluncur ke rumah Ayah." Jelas Tonny.



"Baik aku siap-siap," Wiwien mengerti kalau dia harus segera bersiap.



"Jangan bawa mas Awan ya Bun. Kita mau bahas  kerjaan soalnya ayah bilang ada yang mau minta tolong," Tonny tak ingin nanti waktu yang mepet jadi kepotong kalau ada Awan. Karena pasti akan basa basi dulu.



"Iya aku ngerti," kata Wiwien.


\*\*\*



"Assalamualaikum Yah Bu. Ini  Nisa yang kemarin aku ceritain," kata Bayu. 



Nisa pun memberi salim pada Iis dan Joko. Iis memperhatikan wanita kecil berhijab itu.



"Ayo duduk. Duduk sini sebentar kita sarapan bareng yuk," ajak Iis.



"Kami baru sarapan Bu tadi di rumah sakit ,"  balas Bayu.



"Oh ya sudah. Ayah juga udah sih, kirain mau sarapan lagi." Iis memang telah selesai sarapan saat Bayu telepon akan datang.



"Nggak kami sudah sarapan," tolak Bayu. Lalu Iis meminta pembantunya mengeluarkan minum.



"Jadi kamu sudah siap Nis?" Iis bertanya pada calon menantu dadakannya. 



"Ya bu Insya Allah siap," kata Nisa.



"Berkas udah siap Yu?" Tanya Joko. 



"Habis ini saya ambil Yah, lalu kami belanja dan kesini lagi antar berkas. Nanti kami sekalian bikin foto terbaru." Bayu memang sudah sangat lama tak membuat pas foto.



"Tunggu sebentar ya, biar yang iris dengan kakeknya Nisa datang. Dia yang akan menekan kakeknya Nisa nanti," baru aja Joko ngomong gitu terdengar orang menyampaikan salam.



"Assalamualaikum," Wiwien dan Tonny memberi salam bersamaan.




"Anak Ibu datang." Ucap Iis dengan bahagia.



Nisa melihat seorang perempuan sangat cantik dan wajahnya terlihat sangat ramah.



"Nisa ini kenal kan mantan istrinya Bayu,  Wien kenalkan ini Nisa calon istrinya Bayu." Iis memperkenalkan dua perempuan yang ada didepannya.



Wiwien menyalami Nisa dengan ramah. "Hai senang berkenalan denganmu," katanya. 



"Kalain cepat duduk. Katanya Tonny ada janji penting jam 10.00," Joko menyuruh semua duduk. Tonny duduk dengan tangannya terus menggenggam jemari istrinya.



"Jadi ada apa Yah?" Tanya Tonny.



"Bayu sejak kasusmu itu dulu Wiwien sudah Ibu anggap anak Jadi sekarang kalian itu bersaudara. Anggaplah dia adikmu. Nah sekarang Ayah mau minta tolong sama Tonny untuk menolong kamu jadi kamu harus mau ditolong," Iis membuka pembicaraan tiga pasang suami istri.



"Pasti mau Yah, Bu. Aku juga sudah tahu diri kok. Aku sudah nganggap Tonny sebagai abangku sendiri," jawab Bayu.



"Gimana coba? Istrinya dianggap adik, suaminya dianggap Abang?" kata Wiwien.



"Mereka pun semua tersenyum, walau tidak tertawa tetapi itu bisa menepis kekauan pagi ini.



'*Orang-orang ini sangat baik.  Mereka bisa melupakan masa lalu dan tidak ada dendam. Aku bersyukur akan masuk lingkungan yang sangat baik ini*.' pikir Nisa.



"Jadi Bayu coba kasih tau gimana cerita awalnya nanti mungkin Nisa bisa melengkapi biar Tonny ngerti."



"Kalau Tonny sudah jelas ngerti dia akan langsung bertindak." Joko meminta Bayu menceritakan rentetan ceritanya.



Bayu mulai menceritakan sejak dia pertama takziah dia diminta tolong oleh bu murniati.

__ADS_1



Nisa belum tahu tentang pembicaraan saat takziah karena saat itu dia sedang tidur.



Lalu Bayu cerita sampai ke pertemuan tadi pagi dan mereka memutuskan sama-sama mencari ridho Allah mereka mau menikah.



"Oh gitu. Jadi keputusan menikah baru tadi pagi jam enam? Dan kalian baru kenal satu minggu ini, itu pun dalam hal bekerja?" Tonny ingin memperjelas semuanya.



"Benar. Baru bicara tadi. Lalu langsung membicarakan pernikahan. Kami emang belum kenal. Baru sekedar tahu nama aja. Bahkan rumahnya aja kami belum tahu. Tanggal lahir dah hal lain juga blank," jawab Bayu jujur.



"Nisa ada tambahan enggak nih?" tanya Tonny.



"Iya Mas,  sejak saya SMA saya sudah berapa kali dijual oleh kakek. Memang selama ini dibantu oleh pak Shamsul dan nek Yuni."



"Kalau sekarang ini nek Yuni sudah nggak ada,  Pak Syamsul juga sudah sangat kritis maka saya tidak ada pilihan lain. Saya harus punya pelindung," jawab Nisa.



"Tapi ini bukan pernikahan mainan loh," kata Wiwien.



"Saya tahu Mbak, saya juga tak ingin main-main dengan ikatan sakral. Saya ingin pernikahan hanya satu kali saja seumur hidup," jelas Nisa.



"Baguslah karena memang seharusnya satu kali tidak seperti saya yang harus terpuruk dulu," Wiwien pasti emosi kalau ingat kegagalannya berumah tangga. 



"Udah Bun, udah," Tonny memeluk bahu istrinya serta mengecup pelipis Wiwien



"Iya Yah, nggak apa-apa. Kalau nggak gini juga kan nggak ketemu Ayah." Jawab Wiwien.



"Lalu sekarang maunya Ayah gimana?" kata Tonny kembali ke pokok permasalahan.



"Ayah mau nyuruh aku ngapain?" 



"Ayah minta kamu menekan Ahmad nanti setelah surat nikah jadi." Joko to the poin. Dia kasihan terhadap Nisa



"Emang pernikahannya kapan Yah?" kata Wiwien.



"Besok. Besok pagi.  Ayah udah hubungi penghulu kemarin begitu Bayu cerita tentang Nisa. Padahal saat itu Bayu belum ketemu ibunya apalagi Nisa," Iis yang menjawab pertanyaan Wiwien.



"Hari ini tinggal masukin datanya saja ke penghulu,  besok pagi kita bersiap di Rumah Sakit Carolus jam 09.00 pagi," kata Joko.



"Ya aku siap" Wiwien dan Tonny langsung menyatakan siap.



'Ya Allah mereka baik sekali,' Nisa tak percaya mantan istri Bayu yang telah disakiti bisa bersikap sebaik itu.



"Nisa saya minta jati diri pak Ahmad serta alamatnya ya. Kasih ke ayah aja, biar ayah yang kirim datanya kesaya," pinta Tonny.



"Sekarang kamu siapin bajumu aja Nis," kata ibu Iis 



"Sama kamu bikin pas foto dan semua surat-surat yang diperlukan nanti serahkan aja ke Ayah, biar Ayah langsung kasih ke penghulu untuk di proses," sela Joko mendengar istrinya malah sibuk urusan baju akad nikah.



"Oke jadi cuma itu ya Yah," kata Tonny.



"Iya Jadi kalau legalitasnya Nisa sudah jelas kamu gertak Ahmad," ucap Joko.



"Bilang aja sekali lagi dia sentuh Nisa dia berurusan sama Ayah melalui hukum,"



"Oke Yah, siap besok kita bikin." Tonny memberi hormat dengan meletakkan telapak tangan di dahi seperti orang hormat  bendera.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1676917533335.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.


__ADS_2