
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Bener dia bukan sih*?' Bayu melihat sosok yang saat ini paling dibencinya sedang berjalan bergandeng tangan dengan seorang lelaki keturunan dengan sangat mesra.
Bayu memandang penuh amarah dan dendam pada perempuan yang sekarang sangat dia benci itu. Siapa lagi kalau bukan Ririn. Harusnya nggak usah benci juga orang awalnya sama-sama suka melakukan hal itu.
Mungkin setelah sadar jadi Bayu membencinya.
'*Apa lelaki gagah dan terlihat tajir itu suaminya ya? Apa tuannya yang baru yang dia jerat seperti diriku*?'
'*Bodo amat lah. Aku tak ingin tahu masalah dia lagi. Bisa terseret perkara bila aku kembali bersinggungan dengan lalat hijau itu*,' kata Bayu dalam hatinya. Tadi dia melihat Ririn habis keluar dari poli kandungan di rumah sakit ini.
Bayu tak perduli lagi masalah Ririn. Bayu sadar itu kesalahan fatal dalam hidupnya tak akan mau lagi dia ulang.
Kemarin Bayu melihat Wiwien sudah sangat bahagia dengan keluarga barunya.
Dari ayahnya, Bayu tahu bagaimana baiknya hati mantan istrinya itu. Bahkan Wiwien masih memikirkan anak Bayu kelak.
Bayu tak akan mungkin lagi mau membuat kesalahan. Dia bertekad akan berbuat menjadi lebih baik.
\*\*\*
Bayu dan Herman sedang menyusun tim untuk bekerja dalam proyek yang dibebankan oleh Firdaus Rangkuti kemarin.
"Sudah kamu susun Nis?" tanya Herman.
"Ini nama yang saya ajukan tapi terserah Bapak dan Pak Bayu." Nisa memperlihatkan coret-coretan yang dia buat.
"Untuk tim kreatifnya kayaknya bagus sih. Tapi kalau untuk team pekerjaannya ini nggak cocok. Mereka itu selalu ribut di lapangan dan nanti akan berakibat hasilnya nggak sesuai dengan schedule waktu yang ditetapkan oleh Big Boss," kata Herman setelah melihat catatan di buku milik Nisa.
"Kamu revisi aja ganti tim lain." Pinta Herman.
"Team 7 sedang menggarap proyek di Cikarang Pak. Team 8 sedang di Ciledug. Yang tersisa team 2 dan 3 saja Pak," Nisa sungguh tak tahu kalau team kreatif tidak bisa bekerja sama dengan team 3.
Nisa orang baru. Selama ini dia hanya bertugas menyalin dan merekap data. Belum pernah disertakan dalam pengusulan sebuah team kerja.
"Kalau gitu team 2 aja jangan team 3. Team 3 nggak bisa masuk dengan tim kreatif yang kamu susun," lanjut Herman.
"Baik Pak akan saya ubah," jawab Nisa cepat.
"Seperti ini?" Nisa menyodorkan bukunya setelah memberikan coretan untuk team 3 dan dia ganti dengan nama-nama pekerja di team 2.
"Ya seperti itu lalu untuk budget nanti kamu diskusikan dengan bagian keuangan," putus Herman.
Nisa menyodorkan oret-oretan miliknya untuk di ACC oleh Bayu. Sebelum dia membuat data yang sebenarnya tentu dia butuh bukti kalau data yang mereka bicarakan sudah disepakati oleh pimpinannya.
Itu sebabnya dia tak mau gegabah mengetik bila oret-oretannya tak ada tanda ACC dari Bayu.
__ADS_1
"Untuk yang bertugas namanya kamu bikinkan listnya aja. Ada contoh list pengajuan nama itu. Bayu tanda tangan baru kamu kasih ke Steven," Herman menjelaskan lagi.
"Baik Pak," Nisa mencatat semua yang diberikan pada dirinya oleh Herman.
'*Kenapa aku nerubah tugas jadi sekretaris seperti ini ya*?' batin Nisa.
'*Tapi nggak apa apa sih alhamdulillah peningkatannya*,' kata Nisa dalam hatinya. Kemarin saat dimutasi memang Nisa mendapat keterangan gaji pokoknya naik sesuai dengan posisi barunya.
"Baik sekarang dari kita udah selesai. Tinggal kamu bahas ke bagian finance mengenai pembahasan keuangan proyek," kata Herman.
"Kalau budget proyek bagaimana kalau langsung dibahas dengan Bapak?"
"Saya takut salah kalau masalah budget global," jawab Nisa lagi.
"Oh boleh. Kamu atur waktunya serta pastikan orang keuangan hadir. Jangan asal atur aja lalu mereka enggak hadir!"
"Kapan bisa Pak? Habis makan siang ini bisa?" Nisa tahu mereka dikejar waktu. Dia tak ingin buang waktu.
"Sehabis makan siang kayaknya jadwal saya kosong deh boleh tuh atau kita makan siang bareng aja," jawab Herman.
"Undang staf keuangan belikan nasi untuk makan bareng sambil ngobrol jadi nggak buang waktu. Saya paling males kalau nunggu-nunggu buang waktu," titah Herman sambil mengambil dompetnya untuk membeli makan siang bagi peserta rapat kecil nanti.
"Baik Pak," jawab Nisa.
"Ingat pesanannya kamu tulis dan berikan pada office boy jangan kamu yang pergi," kata Herman lagi.
"Di kantin sendiri aja lah. Saya males kalau pesan di rumah makan depan," jawab Herman.
"Baik Pak," kata Nisa lagi.
"Kamu tu dari tadi ngomong baik pak, Baik pak aja," protes Herman.
'Lalu aku harus bicara apa?' seru Nisa sambil ngedumel dalam hatinya.
"Saya pamit dulu Pak. Bapak ada pesanan buat menu makannya siang?" tanya Nisa dia takut salah kalau untuk masalah menu makan siang milik Herman.
"Ayam bakar kecap," jawab Herman singkat.
"Baik Pak," Nisa pamit. Dia akan ke ruang manager keuangan untuk minta orang yang akan datang rapat siang ini bersama Herman untuk mengatur budget proyek penting yang kemarin diberikan oleh Firdaus Rangkuti.
"Kenapa Nis?" tanya Kusrini, manajer keuangan dengan lembut. Ibu muda ini memang sangat santun dan lembut.
"Pak Herman minta makan siang ini, bukan habis makan siang Ibu dan staf makan siang bersama untuk membahas budget planning kemarin," jawab Nisa.
"Ibu akan bawa berapa orang karena saya mau pesan makanan Takut kurang jumlahnya." Nisa memastikan jumlah pesanan nasi tak kurang dari yang hadir.
"Saya hanya akan berdua aja kok jawab Kusrini lagi.
__ADS_1
"Mau pesan menu Bu?" Nisa memastikan tak salah lagi dalam bekerja.
"Apa ajalah saya nggak masalah," Kusrini sang manajer keuangan tak masalah lauk apa yang akan dia dapat nanti.
"Baik Bu saya permisi. Makan siang di tempat Pak Herman ya Bu," kata Nisa lagi.
"Ya."
Nisa pun permisi lalu dia kembali ke ruangannya sambil memanggil office boy.
"Mas ini list yang saya buat tolong bilang ke ibu kantin bungkusnya ditulis namanya. Kalau salah biar kantin yang bertanggung jawab. Bukan saya atau kamu. Suruh tulis nasi milik dua orang ini."
"Kalau yang lain lauk bebas nggak ditulis namanya engga apa-apa," kata Nisa.
"Ini ayam bakar kecap punya Pak Herman ditulis namanya ya jangan salah. Itu dipesanan sudah saya tulis nama pemilik juga. Bilang ke ibu kantin, lalu yang ini punya pak Bayu. Biasanya ibu kantin tahu porsi nasi untuk Pak Bayu. Jangan lupa ini saya tulis minta tiga bungkus kerupuk ya," Nisa menjelaskan dengan rinci.
"Baik mbak Nisa," kata office boy cepat.
"Mas bilangin ke ibu kantin, waktu makan siang harus sudah ready di ruang Pak Herman.
"Siap Mbak. Akan saya beritahu," office boy pun akan berlalu.
"Dan jangan lupa kamu bawakan piring serta sendok dan letakkan di ruang pak Herman. Kamu sudah cek tissue ruang itu cukup? Kalau kurang minta ke bagian peralatan," Nisa berpesan sebelum office boy berlalu dari ruangannya.
Nisa melihat draft pengajuan nama pekerja team dalam layar monitornya saat Bayu masuk ruangan.
Nisa mengcopy draftnya lalu dia ganti data personilnya setelah selesai dia print dua rangkap untuk ditandatangani oleh Bayu lalu diserahkan kepada Pak Steven.
"Pak Bayu ini sudah selesai saya minta tanda tangannya" kata Nisa pada Bayu yang sudah berada di ruangannya lagi.
"Ini sama dengan yang tadi Nis?"
"Ini daftar oret-oretan yang tadi dan tidak saya ganti, ada ACC Bapak disana." Nisa memberikan buku coret-coretan miliknya untuk di compare oleh atasanya itu.
Bayu melihat dulu data yang ada. Dia tak mau asal tanda tangan walau pun hanya daftar nama. Bayu melihat data itu sesuai tidak dengan yang tadi diajukan. Karena kalau asal tanda tangan Bayu bisa terseret bahaya kalau tak sesuai. Bila sudah ada tanda tangan Bayu berarti kesalahan ada di tangan Bayu.
"Ini kamu bisa berikan ke Steven untuk dia buatkan surat penugasan. HRD yang akan bikin surat penugasan bukan kita," kata Bayu.
"Iya Pak saya pamit dulu ke ruang HRD," Nisa segera membawa map ke ruangan Steven.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.
__ADS_1