UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
AWAN MEMBUTUHKAN SOSOK AYAH


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Wiwien tak mau kedepan sama sekali. Dia hanya bermain dengan Awan dan dua keponakannya  yaitu Widya dan Henny. Ponsel sejak tadi juga di kamar tempat dia tidur, tak pernah dia lirik karena dia memang ingin libur dari segala macam hal yang mengganggunya.


Wiwien makan siang hanya berdua Asih saja. Karena mas Slamet makan dengan teman-temannya di depan.


Sejak datang tadi Tonny melihat mobil kekasihnya. Tapi sampai selesai makan siang, tak dia lihat Wiwien kedepan, entah membantu membawakan kue atau minuman atau apa pun. Perempuan itu seakan memang tak mau terlihat oleh siapa pun. Tadi dia kirimi pesan pun sampai saat ini belum dibaca.


“Itu bukannya mobil Wiwien?” tanya Tonny. Mereka semua sejak awal pembicaraan sampai makan siang memang gelaran di teras rumah Slamet.


“Iya, sejak hari Jumat malam dia menginap disini,” sahut Slamet.


“Sejak dulu kalau bete dia gitu. Nginap dan hapenya enggak dia pegang. Ditaruh dikamar aja. Dia sibuk main dengan Widya dan Henny. Sejak melahirkan Awan dia enggak pernah nginep lagi. Mungkin menghabiskan waktu dengan anak dan suaminya sebelum dia tahu diselingkuhi. Baru kali ini dia kembali menginap,” sahut Slamet.


‘Pantas, pesanku pun belum dia baca. Gagal deh niatku pengen ketemu dia disini.” Tonny bertekad akan pulang paling akhir dan akan meminta Slamet memanggilkan Wiwien bila semua temannya sudah pulang.


“Mas, tolong bukain itu dong?’ Asih yang sedang menggendong Awan memanggil Slamet untuk membuka alas blender. Dia ingin ganti pisaunya untuk membuat juice.


“Itu apa sih?” tanya Slamet tapi tetap berdiri memenuhi permintaan istrinya.


“Eh sini Mbak Awan biar sama saya,” Tonny segera minta Awan dia gendong.


“Anak ganteng sudah jalan kenapa digendong Bude?” goda Tonny.


“Mbak-mbaknya lagi ngerengek ke Wiwien jadi Awan harus dijauhin biar enggak marah. Dia cemburu kalau bundanya dekat anak lainnya,” sahut Asih. Disorongkan tubuh Awan ke Tonny lalu dia kedapur mengejar suaminya.


“Kamu udah pantas Tonn, cepetlah nikah,” goda seorang temannya.


“Do’ain aja bunda anak ini mau sama aku,” sahut Tonny sambil menciumi Awan dengan gemas. Dia pindah Awan duduk di pundaknya. Lalu dia jalan pelan-pelan.


“Lhooooo … Awan tinggi ya,” goda Slamet. Sini turun, sama Bapak yok?” Slamet memang tak mau dipanggil pakde. Dia minta Awan memanggilnya bapak seperti kedua putrinya.


“Wak pakde Slamet maunya dipanggil bapak ya Wan, kalau gitu panggil pakde Tonny dipanggil ayah aja ya?” Tonny sengaja memproklamirkan diri sebagai ayah, jadi nanti dikira dia hanya becanda bila keceplosan nyebut ayah didepan orang lain.


***

__ADS_1


“Selesai, sekarang kalian bobok dulu,” Wiwien selesai membacakan cerita bahasa inggris untuk kedua keponakannya. Tadi Awan dibawa Asih karena Awan tak suka bila perhatian Wiwien terpecah untuk anak lainnya.


“Awan mana Mbak?” tanya Wiwien, kedua keponakannya sudah bersiap tidur siang.


“Sama Tonny,” sahut Slamet.


“Yaaah, tolong ambil Mbak, mau aku keloni,” sahut Wiwien.


“Aku wis reget ngene Dek,” mbak Asih mengatakan dia tanggung karena tangannya sudah kotor hendak membuat juice jambu biji.


Terpaksa Wiwien kedepan untuk mengambil Awan. Dia tak mungkin ngotot tak mau bertemu Tonny. Nanti malah kedua kakaknya mengendus hubungan mereka lebih cepat.


“Wan, bobo yok,” Wiwien memanggil Awan yang saat ini sedang dipangku Tonny dan disana masih ada dua temannya.


“Awan disuruh Bunda bobo tuh,” Tonny membujuk Awan, tapi lelaki kecil yang jarang merasakan dekap hangat lelaki dewasa tak mau. Awan merindukan sosok ayah. Awan berdiri dan memeluk leher Tonny dengan erat.


Tonny yang duduk di lantai memang pas dengan tinggi Awan yang berdiri. “Bobok dulu, nanti main lagi,” bujuk Tonny.


“Aauuuuuu …,” jawab Awan sambil menggeleng dan terus memeluk erat leher Tonny. Wiwien kaget melihat reaksi putranya.


“Ssst …, bobo gendong Ayah aja ya, ayok kita bobo,” Tonny berdiri dan menggendong Awan untuk dia timang-timang agar tidur.


“Sini Mas aku taruh kamar,” Wiwien meminta Awan untuk dia bawa ke kamar.


“Apa Ayah enggak boleh tidurin dia ke kamar?” bisik Tonny agar tak ada yang dengar.


“Eh … bobo dia Tonn? Taruh kamar aja,” Slamet yang baru keluar sambil membawa juice jambu menyuruh Tonny membaringkan Awan dikamar tempat Wiwien menginap.


“Iya, ini mau aku boboin ke kamar. Dimana ya kamarnya?” tanya Tonny


“Antar dia Wien,” perintah Slamet.


***


“Mas sejak tadi disini, tapi kamu enggak keluar nemuin Mas. Padahal sudah Mas kirimi pesan,” Tonny protes pada Wiwien setelah membaringkan Awan.


“Aku seorang janda Mas. Enggak baik kalau keluar padahal disana banyak laki-laki. Nanti banyak yang bilang aku sengaja ingin menggoda suami orang. Dan aku sejak tadi enggak pegang ponsel. Tu lihat ponselku bobo manis di meja,” sahut Wiwien.

__ADS_1


“Please, jangan pernah berpikiran negative tentang dirimu. Kamu wanita terhormat. Enggak ada yang akan rendahin kamu. Dan kamu tahu Mas cinta kamu,” Tonny memegang dua tangan Wiwien dan mendekap erat jemari itu ke dadanya.


“Kita enggak bisa menutup mulut orang. Akan banyak mulut nyinyir yang menilai buruk terhadap status janda yang aku miliki,” jawab Wiwien.


“Ayok kita keluar, enggak enak kalau terlalu lama berdua disini,” Wiwien menaruh bantal sekeliling Awan agar jagoannya tidak jatuh dari kasur.


“Aku akan mengakui kedekatan hubungan kita pada keluarga, agar semua tahu,” bsisik Tonny yang menghentikan langkah Wiwien.


“Please jangan dulu Mas. Ngertiin kondisiku di keluarga. Aku baru bercerai. Apa pendapat mereka bila aku sudah berhubungan lagi dengan orang lain?” Wiwien memohon pada Tonny dengan suara bergetar.


“Sampai kapan kita akan backstreet?” tanya Tonny.


“Sampai semua tahu dengan sendirinya. Biarkan jalan dengan normal saja. Kita enggak perlu berpura-pura kita tak ada hubungan. Aku enggak seperti itu. Tapi kita juga enggak perlu memberitahu,” jawab Wiwien sambil menatap Tonny.


“Besok kita bicara tentang kita ya?” pinta Wiwien. Dia ingin semua gamblang.


“Oke, besok Mas jemput kamu di ruko habis maghrib,” sahut Tonny sambil meraih tubuh Wiwien agar bisa dia peluk.


Ada rasa nyaman didada Wiwien. Ada kehangatan yang dia dapatkan. Dibalasnya pelukan Tonny sebentar.


Merasakan pelukkannya bersambut, Tonny cukup senang. Dia kecup selintas kening Wiwien, lalu dia urai pelukkannya. Tak enak bila ada yang melihat mereka dalam kondisi seperti ini.


Keluar dari kamar, Tonny dan dua orang teman yang masih tersisa pamit pulang setelah menghabiskan juice yang baru dihidangkan Slamet.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  CINTA KECILNYA MAZ   YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2