UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
TETAP TIADA MAAF


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


Bayu kembali mendatangi rumah kedua orang tuanya. Dia bersembunyi dekat pos satpam rumahnya. Mobil dia parkir jauh agar tak terlihat. Dia akan masuk pagar begitu satpam membuka pintu ketika mobil ayahnya masuk ke rumah.


‘Hari ini aku harus berhasil bicara dengan ayah dan ibu,’ tekad Bayu.


Tak berapa lama Bayu melihat mobil ayahnya mendekati pagar, Bayu mengendap di belakang mobil dari arah samping agar tak terlihat di spion juga tak terlihat oleh satpam rumahnya. Dia mepet terus dibelakang mobil hingga selamat masuk ke pekarangan rumahnya.


“Assalamu’alaykum Yah,” sapa Bayu mendekati sosok lelaki yang selalu dia hormati itu.


Joko Susetyo melihat selintas lelaki muda copy-an dirinya yang barusan menyapa. Dia tak menjawab juga tak mengusirnya. Biar bagaimana pun dia harus bicara dengan anak tunggalnya itu.


“Assalamu’alaykum Bu,” Joko Susetyo memberi salam, dia ingin Iswarni ikut dengannya bicara pada Bayu Indratama Susetyo.


“Wa’alaykum salam Yah,” Iis mengaambil tangan suami dan melakukan salim dengan mencium punggung tangan suaminya. Dia kaget karena ada Bayu di ruang tamu. Dia lihat putranya sedikit kurus dan kumal. Bukan bajunya kumal, karena Bayu mengandalkan jasa laundry untuk cuci dan setrika baju miliknya. Melainkan wajahnya yang terlihat kumal.


“Ada tamu Bu. Suruh simbok membuat minum. Ayah akan berganti baju dulu,” dengan jelas Joko menganggap Bayu sebagai tamu. Maka Bayu tak berani melangkah masuk dia hanya diam di dekat pintu masuk karena belum dipersilakan duduk oleh tuan dan nyonya rumah.


“Mbok, gaweke unjukan Bapak lan tamu yo,” terdengar Iis meminta simbok membuat minum untuk suaminya dan tamu mereka. [ Mbok, gaweke unjukan Bapak lan tamu yo = Mbok, bikinkan minum untuk Bapak and tamunya ya ].


Simbok walau bingung den Bayu dianggap tamu hanya manut ( menurut ) saja. Dia buat teh panas tiga cangkir dan dia keluarkan ubi goreng hangat.


“Silakan duduk,” dengan formal Joko memerintah Bayu duduk. Iis ikut duduk disebelah suaminya. Sejak tadi dia menunggu suaminya keluar kamar. Dia menunggu di ruang makan, tak berani menghampiri suaminya karena takut ribut.

__ADS_1


Sebagai ibu tentu Iis sangat mencintai Bayu anak tunggalnya. Tapi dia sangat malu dan merasa berdosa melihat kelakuan putra kandung yang dia didik maksimal itu. Dan dia juga sangat menyesal karena dia yang mencarikan pembantu bagi Bayu dan Wiwien.


Rasa malu dan berdosa juga penyesalan yang Iis rasakan itu yang menghalanginya memaafkan putra tunggalnya. Dia sudah tak punya muka memandang dunia. Walau yang mengetahui aib itu hanya keluarganya dan keluarga besannya, dia tetap sangat malu untuk keluar rumah. Iis merasa semua orang mentertawakan kebodohannya mendidik anak dan mencarikan pembantu ko-tor seperti Ririn.


“Apa maksud kedatanganmu?” tanya Joko to the poin.


“Aku mau meminta maaf Yah, Bu. Ampuni aku,” Bayu memohon dengan dua telapak tangan ditangkupkan didepan dadanya.


“Apa maaf yang aku berikan bisa menghapus kotoran yang kau lempar diwajahku? Apa maaf yang aku berikan bisa mengangkat dosaku karena telah salah mendidikmu?” tanya Joko dengan tajam.


Iis mulai terisak. Tapi dia berupaya menahannya. Iis sadar ternyata suaminya juga mempunyai rasa malu dan merasa telah salah dalam mendidik anak mereka. Yang suaminya tak punya adalah penyesalan memasukkan Ririn ke rumah tangga anaknya, karena hal itu suaminya sama sekali tidak ikut campur.


“Kamu tidak bisa menjawab?” tanya Joko sedikit berang.


“Kamu telah membunuhku dengan tindakkanmu melacurkan diri dengan Ririn. Kamu telah membunuhku!” akhirnya Joko memekik karena dia sangat tersiksa dengan apa yang Bayu lakukan.


“Dan yang pasti kamu dan pela-curmu itu telah bekerja sama merusak cucuku. Walau kamu beralasan tidak tahu. Tapi Ririn melakukannya agar kalian bebas melakukan hal yang sangat menjij-jikan itu,” akhirnya Iis ikut bicara.


‘Pantas Wiwien berpikir dia juga terlibat dengan pemberian obat untuk Awan. Karena memang secara tidak langsung aku menikmati diamnya Awan. Sehingga Awan tidak rewel saat aku melakukan hal tak pantas dengan Ririn setiap siang.’ Bayu tersadar ancaman Wiwien lewat pengacaranya.


“Apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki semua kesalahan?” tanya Bayu pelan.


“Waktu tak bisa diulang. Tak ada yang bisa kamu lakukan untuk menghapus kotoran yang telah kamu lempar. Kamu nikmati saja hidup ko-tormu itu. Dan seperti yang telah saya ucapkan di rumah Wiwien dulu. Kamu bukan lagi anak saya. Saya ikhlas lillahi ta’ala melepasmu untuk berkubang dengan Ririn,” Iis tak bisa menebus rasa malu yang dia punya. Sehingga dengan berat hati dia mengatakan hal itu.


‘Benar yang dikatakan mas Joko. Persoalan ini lama kelamaan akan menyebar tanpa bisa ditahan oleh siapa pun. Mulanya hanya ke satu orang, tapi lalu akan melebar persis seperti network MLM ( multi level marketing ),’ Iis baru sadar apa yang diucap suaminya kalau sesungguhnya Bayu telah membunuh mereka secara perlahan.

__ADS_1


“Demi Allah sejak kejadian itu saya tak pernah berhubungan dengan Ririn Bu. Jangan Ibu sangkutkan lagi dengan dia,” pinta Bayu. Bahkan dia tak pernah mendatangi Ririn di kantor polisi sama sekali.


“Kamu memang tak lagi berhubungan dengan Ririn karena dia dipenjara. Tapi kamu pasti bisa saja berkubang dengan sampah lainnya,” jawab Iis cepat.


“Benar Bu, dia masih terikat pernikahan sah saja telah ko-tor seperti itu. Terlebih sekarang. Dia akan bebas membuang spermanya kesemua perempuan yang bersedia membuka pa-ha untuknya. Dia tak perlu lagi menyiapkan pil KB. Asal **** kemana pun dia bebas,” dengan wajah ji-jik Joko berucap tentang kemungkinan tingkah laku Bayu setelah bebas dari Wiwien.


“Astagfirullah Yah. Saya memang pernah salah. Tapi saya tidak akan sekotor itu. Saya telah menyesali semuanya,” jawab Bayu pelan penuh penyesalan.


“Sayangnya penyesalanmu tak berguna. Wiwien sudah resmi mengajukan cerai dan dia sudah bersumpah pada kami tak ingin melihatmu lagi,” jawab Joko sambil mengingat kejadian di bank ABC kemarin.


Bayu tak bisa berkata apa pun lagi. Yang pasti kedua orang tuanya telah membuang dirinya akibat perbuatan yang dia lakukan. Memang siapa yang tak malu mempunyai anak seperti dirinya?


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  WANT TO MARRY YOU YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2