UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
BERAPA MANTANMU?


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Hari ini laundry dan kios roti tutup, tapi Sulis mengusulkan bagaimana bila liburnya hari Jumat saja karena dia jadi lebih enak kalau pergi Jumatan enggak keburu-buru. Maka hari ini libur kios diubah. Dan Wiwien membuat pengumuman resmi. Dia print besar-besar tulisan kalau kios libur dihari Jumat, bukan dihari Senin.


‘Mungkin kalau ada dua pegawai, mereka bisa ambil libur gantian dan kios atau laundry bisa buka setiap hari,’ pikir Wiwien. Rencananya kalau sudah rame tentu dia akan tambah pegawai. Bahkan mungkin akan tambah outlet.


“Ayo sayang, kita pulang,” Wiwien mengajak Awan segera pulang. Karena sejak awal Tonny membelikan car seat, maka Wiwien leluasa membawa Awan dalam kegiatan diluar kuliah. Awan yang sudah bisa jalan harus diawasi ketat. Wiwien menggunakan child safety walking bila membawa Awan, agar anaknya tidak hilang atau lari jauh dari dirinya.


dibawah ini eyank sertakan contoh gambar child safety walking ya. dijamin anak atau cucu kita enggak hilang pas kita lagi serius dengan hal lain.



Wiwien membawa roti isi coklat dan isi durian. Simbok tak suka isi durian maka dia bawakan yang isi coklat.


‘Eh, nanti kan mas Tonny akan datang. Aku titip deh buat bu Seroja,’ maka Wiwien minta dibuatkan yang isi keju dan coklat untuk dia berikan pada bu Seroja melalui Tonny nanti malam.


***


“Mas, ini nanti titip buat Tante ya,” saat Tonny datang menjemput, Wiwien langsung memberikan dua kotak roti yang telah dia siapkan sore tadi.


“Nanti saja pas pulang kan bisa? Kenapa harus sekarang?” tanya Tonny.


“Aku takut lupa,” sahut Wiwien.


Awan dan simbok sudah dikamar, memang Wiwien meminta simbok menemani Awan diatas saja karena takut Awan rewel bila melihat Tonny. Awan terbiasa melihat Wiwien pergi kuliah. Tapi bila melihat Tonny datang sikecil tak mau turun dari gendongannya.


Tonny membawa Wiwien ke sebuah rumah makan yang nuansanya tenang dan enak untuk bicara. Jarak antara meja juga tak terlalu dekat sehingga yang ingin bicara private juga nyaman.


“Kamu mau bicara apa?” tanya Tonny setelah memesan makanan.

__ADS_1


“Bicara tentang kita,” sahut Wiwien.


“Mas apa enggak mikir tentang statusku?” Wiwien mulai membuka diskusi mereka malam ini.


“Kita belum pernah tahu latar belakang kita masing-masing selain tahu kalau aku janda anak satu karena diselingkuhi dan mas adalah lawyer. Diluar itu kita tak pernah bicara apa pun. Jadi rasanya hubungan ini sangat aneh bila diteruskan.” cetus Wiwien.


“Ada apa dengan statusmu? Yang menjalin hubungan kan aku? Sejak awal aku tahu kamu janda. Kecuali kamu menyembunyikan statusmu lalu aku terkejut karena merasa ditipu,” sahut Tonny.


“Dan apa cinta bisa memilih dan menunda untuk jatuh cinta bila sudah mengenal menyeluruh tentang lawan jenis kita? Apa aku enggak boleh merasa membutuhkanmu saat baru bertemu dua kali denganmu?” balas Tonny selanjutnya.


“Mas enggak merasa ada hal yang aneh. Mamaku tak akan melarang hubungan ini kalau kamu takut dengan status janda anak satu yang kamu miliki,” Tonny tak habis pikir apa alasan Wiwien takut akan hubungan yang sedang mereka akan jalani.


“Apa Mas sering punya perasan seperti ini pada banyak klien yang Mas tangani?” tanya Wiwien. Banyak perempuan cantik, kaya bahkan artis yang kasusnya ditangani Tonny.


“Kalau sejak dulu aku mudah jatuh cinta pada banyak klienku. Tentu sejak dulu sudah banyak mantan istriku. Karena mereka akan langsung minta cerai begitu tahu aku selingkuh dengan klien baruku,” sahut Tonny.


“Berapa mantan pacar yang Mas miliki?” tanya Wiwien.


“Aku pernah punya teman yang aku sukai. Kami belum pacaran. Aku hanya merasa nyaman bergaul dengannya karena dia enggak jaim dan kolokan seperti banyak ceweq yang mendekatiku ketika itu,” Tonny memulai ceritanya.


“Awalnya mama dan papa enggak keberatan akan pergaulan kami. Aku belum menyatakan suka ku pada Pricilla.  Mama sering ngobrol berdua dengan Pricilla saat aku tak ada dirumah dan dia main untuk ngobrol dengan mama.”


“Mama dan papa juga tak mempedulikan perbedaan keyakinan kami, karena kami masih kecil. Mama tentu tak akan berpikir kami akan menikah,”


“Tapi entah mengapa, tiba-tiba mama dan papa memanggilku dan dengan tegas melarang aku berteman dengan Pricilla. Bahkan bertemu pun kami tidak boleh. Lalu tak lama setelah itu Pricilla pindah ke pulau Bali,” jelas Tonny.


“Hanya itu perempuan yang mungkin bisa aku sebut mantan, walau aku belum pernah menyatakan suka apalagi cinta. Sejak itu aku hanya serius belajar. Walau aku kuliah di London sekali pun, aku tak pernah pacaran,”


“Aku hanya ingin menjadi kebanggaan mama dan papa. Sampai papa memintaku menikah sebelum dia tiada. Aku bingung. Akhirnya aku memutuskan tunangan dengan Vita. Anak teman mama yang memang rajin mengejarku.”


“Aku menerimanya karena dia sosok yang bisa diterima mama. Hanya itu pertimbanganku. Tapi satu tahun lalu mama kembali melarangku berhubungan dengan Vita persis sama saat melarangku dengan Pricilla. Dan lebih parahnya saat terpukul dengan Vita mama kena stroke dan dia membisu pada semua orang.”

__ADS_1


“Selanjutnya, aku jatuh cinta pada klienku sejak dia datang diantar adiknya. Aku berupaya menepis. Aku pikir aku hanya simpati pada persoalan yang dia hadapi. Tapi aku pikir banyak klienku yang lebih berat kasusnya dari perempuan itu. Lebih cantik. Tapi tak ada rasa seperti yang aku alami dengan klienku itu.”


“Dan perasaan itu makin nyata saat aku menerima telepon mamaku sakit saat aku berdua dengannya. Dia belum pernah bertemu dengan mamaku. Jadi salah kalau dia menilai aku menyatakan cinta padanya karena mamaku suka padanya.”


“Aku sudah bertekad akan memperjuangkan cintanya sebelum dia bertemu dengan mama.”


“Itu semua kisah cinta. Dari tiga perempuan itu, kamu tahu kan mana yang beneran aku cinta,” sahut Tonny.


“Kalau …, kalau suatu saat kamu bertemu lagi dengan Pricilla, apa yang akan Mas lakukan?” tanya Wiwien. Dia sudah tahu apa latar belakang bu Seroja membenci Pricilla.


“Biar bagaimana pun keyakinan kami berbeda. Dan aku waktu itu hanya menyukai dia sebatas teman yang nyaman. Aku juga tidak mencintainya. Jadi tentu saja aku tak akan kembali berhubungan dengan orang yang tak diperbolehkan oleh mama,” jawab Tonny dengan pasti.


“Aku punya keyakinan, Mas akan kembali padanya,” cetus Wiwien.


“Enggaklah Yank. Kamu tahu bagaimana sakitnya saat mama tak mau bicara denganku. Kalau aku melanggar larangannya lagi, apa yang akan mama alami? Apa aku mau jadi penyebab mama kembali sakit?”


“Seperti yang kemarin aku bilang. Hubungan kita tak perlu kita umumkan. Biar saja keluarga tahu dengan sendirinya. Bila ditanya ya kita beritahu kebenarannya. Tak perlu kita tutupi,” Wiwien menyatakan pendapatnya.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI\, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  **THE BLESSING OF PICKPOCKETING ** YOK!


***DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING *** ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2