UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
MAKAN SIANG DENGAN BAYU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Bu *sampun*," pembantu rumah tangga memberitahukan bahwa makan siang sudah siap.



"Ayo kita makan dulu," kata Iis sebagai nyonya rumah.



"Ayo makan," ajak Tonny pada Bayu.



"Maem yang benar ya," Tonny mendudukan Awan di *high chair*. Sejak Wiwien menginap dulu memang Joko membelikan *high chair* sehingga bila kesini sudah ada *high chair*.



"Iya Yah," jawab Awan dengan senang hati Awan duduk di *high chair*.



"Ayo Awan maem sama Ayah." Wiwien  mengambilkan nasi dan lauk untuk Awan dan meletakkannya di meja Awan.



Baru Wiwien mengambilkan untuk Tonny.



"Awan makan sendiri?" tanya Bayu.



"Iya kita biasain dia makan sendiri sejak satu tahun setengah. Biar belajar gerak motoriknya. Kalau berantakan ya dibiarin aja daripada dia nggak belajar jawab," Tonny menjawab pertanyaan Bayu.



"Yah, *ndak au*," Awan menyingkirkan daun bawang dan sawi hijau di pinggir mangkuk makannya.



"Sayurannya dimaem nggak boleh dipinggirin gitu. Ayah maem sayuran," Tonny memperlihatkan dia makan sayur miliknya.



"Enak dan se …." 


__ADS_1


"Hat," Awan melanjutkan kalimat Tonny. Bayu tersenyum melihat putranya sangat pintar.



Seroja dan Iis  bercerita tentang makanan hari itu menunya sederhana sayur bening bayam tempe goreng pokoknya makanan sederhana lah bukan makanan yang wah. Padahal mereka orang super kaya punya tiga supermarket. Itulah kehidupan orang kaya tapi tidak yang neko-neko.



Wiwien hanya makan tumis sawi putih dan tempe goreng dan ikan kembung goreng tanpa nasi. 



"Ikannya tambah ya" kata Tonny dengan lembutnya. Wiwien hanya diam saja. Tonny mengambilkan ikan lagi yang sengaja digoreng tidak terlalu garing dan dia letakkan di pirinh Wiiwen. Iis tahu Wiwien  tidak suka ikan digoreng garing, sehingga tadi dia pesan ke pembantunya ada beberapa ikan yang tidak digoreng garing.



'*Kalau sama Bayu walau sedang hamil Wiwien yang ngeladenin. ini Wiwien yang diladeni oleh Tonny. Saat Wiwien hamil dulu Bayu juga nggak seperhatian di itu.  Beda sekali dengan Tonny*.' pikir Iis dalam hati.



"Mau tambah bening nggak bening bayamnya enak lho," Tonny. 



"Atau ini, ayam masak nanas," sodor Tonny pada istrinya.



"Enggak ah cukup. Tadi aku lihat ibu bikin apa beli rujak bebeg. Aku mau makan itu aja nanti," tolak Wiwien.




Makan siang berjalan dengan lancar



Tonny mengajak Bayu bercakap.  Dia tahu Bayu masih malu dan ragu di rumah itu. 



"Ini masakan mama atau ibu nih?" kata Tonny tadi sebelum menambah ayam nanas.



"Mama lah," jawab bu Iis  cepat.



"Ibu mana masak? Dari dulu juga Ibu nggak pernah masak bahkan enggak bisa masak sama sekali," jawab Iis jujur tanpa malu atau ragu.



"Maksud aku makanan dari rumah ini atau masakan Mama," Tonny meralat.

__ADS_1



"Ibu itu dari dulu nggak pernah masak. Punya menantu Wiwien yang rajin masak tuh udah paling seneng banget. Sekarang dapet saudara tukang masak. Wah Ibu tuh paling hobby makannya," kata Iis.



"Aku sama Wiwien sama-sama tukang masak jadi cocok dari sebelum Tonny diterima cintanya, kita tiap minggu masak bareng," kata Seroja mengingat kenangan mereka masak bareng.



"Mama jatuh cinta sama Wiwien dari hari pertama ketemu loh Bu. Jadi kalau aku nggak jadian sama Wiwien misalnya, ya Wiwien tetap jadi anak mama," kata Tonny.



"Dan kamu aneh Wien. Bujangan ganteng lan sugih  koq yo ditolak," cetus Iis tanpa sadar.



Wiwien hanya tersenyum. Sebenarnya dia mau jawab : *gua masih sakit hati ama anak lu jadi belum bisa percaya ama laki- laki*. Tapi nggak enak mengatakannya. 



"Aku ragu aja Bu terima langsung. Aku sadar statusku janda anak satu. Aku enggak mau ngadepin calon mertua yang nolak. Karena aku langsung ditolak oleh mama seorang lelaki saat lelaki yang deketin aku bilang aku janda. Mamanya trauma sama janda." Jawab Wiwien mengingat Indrajit dosennya.



"Aku sejak dulu kan menikah bukan karena harta Bu. Aku enggak peduli lelaki miskin asal dia mau usaha itu udah buat aku respek. Mendingan kita berusaha bareng Bu." Jelas Wiwien.



"Iya buktinya kamu sendirian aja bisa bangun tujuh usaha mandiri," jawab Joko.



"Iya Alhamdulillah Yah," balas Wiwien.



Tonny mengelus lengan Wiwien yang berada di dekatnya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1676348694898.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2