
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kamu membuat semangat hidupku kembali. Ayo lakukan ini padaku,” sang juragan memberi contoh mengecup leher Ririn. Sang juragan minta Ririn melakukannya di lehernya.
Tanpa malu Ririn mulai mempraktekan apa yang telah diajarkan sang juragan. Awalnya dia mengecup lembut, tapi lama kelamaan dia ikut terbawa arus. Dia mengisap kencang leher mulus sang juragan sehingga banyak meninggalkan kiss mark disana.
“Sayang … kamu nikmat sekali,” sang juragan tak keberatan apa yang dilakukan oleh Ririn. Dia terus mendesah sendiri. Dan kembali sang juragan menuntun jemari Ririn untuk memegang pisangnya yang kembali menegang.
Dan kembali Ririn membuat lahar panas sang pisang meletus.
“Ah … bagaimana ini. Leher Tuan penuh merah,” Ririn ketakutan.
“Tenang saja, aku bisa menyamarkannya. Aku akan membelikan untukmu juga agar kamu bisa memakai itu bila aku buat kiss mark dilehermu. Tapi aku lebih suka bila membuat kiss mark di lereng pgununganmu.”
“Besok aku akan mendaki gunungmu. Sekarang cepat kembali ke kamar Vincent. Nyonyamu akan segera kembali pulang,” sang juragan mengusir Ririn tapi dia terus ******* bibir Ririn dengan gemas. Rupanya dia belum puas. Tapi waktu mereka terbatas.
***
“Baguslah Vincent tidak rewel,” sang nyonya majikan melihat putranya tidur dengan tenang dan pengasuhnya tidur dikasur tebal yang digelar dilantai dan menggunakan selimut tebal karena dinginnya AC. Kamar pembantu tak ada yang pakai AC.
“Rin. Kamu kembali ke kamarmu sana,” nyonya majikan membangunkan Ririn.
“Eh … iya Nyonyah,” sahut Ririn yang sedang asyik bermimpi bergulat dengan sang juragan.
__ADS_1
“Besok kamu libur. Saya akan bersama Vincent seharian,” sang nyonya memberitahu kalau dia besok tidak ke kantor.
“Baik nyonyah,” kata Ririn sedih. Pupus sudah harapan esok pagi akan bertemu pujaan hatinya.
Liburan, Ririn langsung izin pada ketua pegawai ingin pergi ke bank dan ke kantor pos. Dia ingin mengirim uang dan juga mengirim ponsel lama yang dari tuannya. Ririn sedang menunggu angkot ketika ada mobil berhenti disebelahnya. Kaca mobil terbuka. Dia lihat sang juragan tersenyum manis.
“Masuk,” perintahnya.
“Tanpa membantah Ririn pun naik ke mobil juragannya.
“Mau kemana?”
“Mau ke bank dan kantor pos,” jawab Ririn.
Mobil berhenti di sebuah bangunan yang Ririn tak tahu apa namanya. Mobil terparkir di lantai bawah.
“Nanti aku transfer uang untuk ibumu. Sekarang temani aku dulu,” sang juragan menuntun Ririn masuk ke lift.
Mereka memasuki sebuah kamar, ups bukan ini seperti rumah kecil. Dengan dua kamar, ada ruang tamu dan dapur. Rupanya sang majikan membawa Ririn ke apartemen miliknya.
Sang juragan langsung menyerang Ririn. Dia bopong tubuh mungil pembantunya. Dia buka kaos yang Ririn gunakan juga penutup gunung kembarnya.
“Semalam aku sudah berjanji akan naik gunung kan? Ayo kita mulai sayangku,” dan Ririn sekarang yang mulai mendesah ketika puncak gunungnya penuh dalam mulut sang majikan. Dan banyak kissmark yang majikannya buat di lereng gunung miliknya.
“Panggil aku SAYANG,” pinta sang juragan sambil terus memainkan lidahnya di puncak semeru milik Ririn.
“Aku kebelet pipis Tuan,” rengek Ririn.
__ADS_1
“Itu bukan pipis, enggak usah ditahan. Dan jangan panggil tuan. Sebut aku sayang,” balas sang juragan. Dia pun mulai membuka semua baju yang dia pakai.
Kembali dia tuntun Ririn memuaskan pisangnya. Sementara dia sendiri sibuk di gunung kembar Ririn. Celana panjang Ririn masih utuh. Belum dibuka sanga juragan, tapi dia sendiri sudah naked.
“Sayang, lakukan lagi yang seperti semalam di semua tubuhku,” pinta sang juragan. Dia ingin diberi kepuasan oleh Ririn. Ririn menuruti perintah, dia arahkan bibirnya kebagian tubuh yang diminta sang juragan.
“Sayang, kecup lembut ini. Dia ingin berkenalan dengaan bibir indahmu,” rayu sang juragan yang minta pisangnya dikecup Ririn.
Juragan Ririn benar-benar dosen live. Langsung praktek. Dan sang mahasiswi juga patuh dan pandai. Langsung bisa menguasai semua materi yang diajarkan sang dosen.
“Jangan cuma kecup dong sayang. Dihisap seperti biasa,” rajuk sang juragan.
“Sayang kamu hebat,” sang juragan memegang kepala Ririn dan dia yang mangatur agar Ririn terus memanjakan pisang miliknya dengan mulut Ririn hingga lahar putih sang pisang kembali keluar.
Dengan lembut sang juragan memeluk Ririn dengan erat. Dia ciumi anak kecil yang telah bisa membuatnya orgasme.
“Istirahat sebentar, kita makan dulu ya,” sang juragan memesan makanan online. Dia pun mengajarkan Ririn cara memesan baju online.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.