UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PENGAJUAN RESIGN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


WIWIEN POV


Aku harus mempunyai waktu lebih banyak untuk Awan. Aku harus berhenti bekerja dan membuka usaha sendiri. Tabunganku berdua Bayu masih cukup lumayan. Aku tak mau gunakan itu. Uang tabungan itu biar aku alokasikan untuk keperluan Awan saja. Karena di sana masih ada uang milik Bayu. Kalau untuk Awan tak masalah karena Awan anaknya. Tapi tak akan aku gunakan untuk keperluan pribadiku.Aku akan buka usaha setelah aku dapat uang hasil penjualan rumah aja.


‘Enaknya aku buka usaha apa ya?’


Aku mencoba mencari-cari peluang usaha di ponselku. Sedang asyik mencari peluang, ponsel ditanganku berbunyi. Ibu mertuaku menelepon.


“Wa’alaykum salam Nduk,” ibu membalas salam yang aku berikan.


“Nduk, maaf malam-malam. Ini barusan ibu iseng nawarin rumahmu. Koq langsung ada dua orang yang minat. Nah satu diantaranya mau langsung bayar bila harga cocok. Dia nawar sedikit dari harga yang ibu berikan. Piye Nduk?” tanya ibu mertuaku to the poin.


“Buatku berapa pun aku terima Bu. Itu kan semua uang Ibu. Yang tahu harga awal juga Ibu. Dan sejak kami masuk, rumah itu belum pernah ditambahi apa pun. Sehingga Ibu tentukan saja harga jualnya. Yang pasti Wiwien sudah trauma melihat rumah itu Bu,” balasku cepat.


Semakin cepat rumah itu terjual akan semakin baik. Aku semakin cepat melupakan kenangan buruk di sana. Dan aku juga semakin cepat punya uang cash untuk memulai usahaku. Aku ingin segera resign dari kantorku.


Kemarin mas Slamet telah menjual murah semua perabot besar dalam rumah itu. Sofa, lemari pakaian, lemari kaca, tempat tidur, kulkas, mesin cuci, semua telah di jual. Aku memang mengambil kompor dan peralatan dapur saja. Saat ini rumah itu benar-benar telah kosong. Termasuk CCTV, yang akan aku pasang di tempat tinggal baruku nanti.


“Baik. Nanti Ibu khabari lagi. Kunci gembok masih ada duplikatnya di Ayah. Jadi nanti kami bisa melihat rumah itu tanpa perlu kamu ikut kesana,” balas Ibu mertuaku.


Tak lama Ibu memutuskan pembicaraan setelah menanyakan khabar Awan cucu semata wayangnya.


WIEN END POV


Pagi ini setelah menyuapi Awan, Wiwien berangkat kerja. Wiwien menulis jadwal makan Awan, karena ibunya belum terbiasa menangani Awan. Dia berencana segera resign tanpa menunggu uang penjualan rumah. Biarlah dia mengatur hidup dulu berdua Awan.


Toch dia telah cukup uang dari penjualan perabot miliknya. Nanti ditambaah uang koperasi dal lain-lain pasti cukup untuk dia bertahan hidup.

__ADS_1


“Kamu apa-apaan?” tanya manager HRD pada Wiwien yang sedang berada di hadapannya. Memang Wiwien tadi mencuri waktu membuat surat pengunduran dirinya dan barusan dia ajukan.


“Saya ingin fokus pada anak saya Pak,” sahut Wiwien sambil tertunduk. Peraturan di kantor ini pengajuan resign paling cepat di ACC dua minggu. Kadang bisa hingga tiga bulan bila belum ada tenaga pengganti.


“Ada apa dengan putramu?” tanya pak Seno. Manager personalia yang masih bujangan dan banyak diminati oleh pegawai perempuan di kantor ini.


“Putra saya alhamdulillah baik Pak. Selama ini diberi obat tidur oleh pembantu. Maka saya ingin selama dia recovery, akan saya tangani sendiri,” sahut Wiwien jujur. Dia memperlihatkan surat keterangan dokter hasil pemeriksaan Awan.


“Astagfirullaaaaah. Bagaimana ini bisa terjadi? Untung kamu segera tahu,” Seno kaget melihat copy surat dokter yang Wiwien perlihatkan.


“Kamu kerja satu minggu lagi ya. Biar saya juga mudah mencari penggantimu, selain mudah menghitung salary mu bulan ini,” Seno memberi perlakuan khusus karena kasus Awan memang bukan kasus biasa.


“Baik Pak, terima kasih. Dan mohon tentang alasan saya berhenti untuk tidak diberitahu teman-teman. Saya tak ingin dipandang dengan sudut pandang kasihan,” pinta Wiwien.


“Saya akan amanah. Tak akan membuka kasus anakmu.” sahut Seno


“Sekali lagi terima kasih Pak,” Wiwien pun pamit dari ruangan itu.


‘Alhamdulillah, semua dipermudah. Selanjutnya aku akan fokus pada proses perceraianku. Semoga mas Slamet segera mendapat lawyer yang bisa membantuku,’ Wiwien plong karena satu step sudah terlampaui.


Hari Rabu sore sepulang kantor Slamet mampir ke rumah mertuanya. Sejak kejadian hari Minggu. Esoknya Slamet menghubungi beberapa temannya yang bisa dia mintai tolong. Dia bukan cari teman gratisan. Tapi dia cari teman yang bisa mengurus kasus ini secara full karena tak ingin adik iparnya harus bertemu dengan mantan suaminya.


Slamet yakin Wiwien sangat trauma bertemu dengan mantan suaminya itu.


“Wiwien belum pulang Bu?” tanya Slamet sesudah dia selesai salat Ashar di rumah mertuanya.


“Sebentar lagi. Kemarin-kemarin sih dia pulang sampai rumah jam lima’an,” jawab sang mertua.


Slamet meminum teh yang disiapkan untuknya dan memakan singkong rebus yang tersedia.


“Apa kamu ada perkembangan?” tanya sang Ibu.

__ADS_1


“Iya Bu. Ada teman lama mau bantu mengurus proses cerai Wiwien. Dia minta bertemu untuk mendapat data yang dia perlukan. Lha kalau buat bertemu, kan aku takut salah ngasih waktu kalau bukan Wiwien sendiri yang janjian.” sahut Slamet.


“Kalau Wiwien enggak enak bertemu berdua dengan Tonny, nanti aku atau Asih akan menemaninya,” lanjut Slamet lagi.


‘Ada mobil mas Slamet, apa dia akan mengabari tentang pengacara yang aku butuhkan?’ Wiwien melihat mobil kakak iparnya di halaman. Sementara mobil ayahnya belum ada. Dia segera turun dari motornya dan menurunkan box yang dia bawa.


Wiwien mulai membawa barang-barang miliknya sedikit demi sedikit dari kantor agar tidak kesulitan di hari terakhir. “Assalamu’alaykum.”


“Wa’alaykum salam. Kamu sudah ditunggu mas mu Nduk,” sang ibu memberitahu perihal kedatangan Slamet.


“Sebentar yo Mas, ta’ wijik sik,” Wiwien berkata tunggu sebentar Mas, saya mau bersih-bersih dulu.


Tentu dia harus cuci tangan dan membasuh wajah karena Awan pasti langsung minta gendong. Dia juga harus langsung mengganti baju kerjanya. Agar tak menulari kuman untuk Awan.


Ternyata Awan sedang makan dengan mbok Ranti. Wiwien tak mau mengganggunya, dia langsung ke teras untuk menemui mas Slamet yang memang duduk di teras belakang.


“Ada info apa Mas?” tanya Wiwien langsung. Dia tau mas Slamet lelah sepulang kerja dan pasti ingin segera pulang ke rumahnya sendiri. Pulang bertemu dengan istri tercinta serta dua princess miliknya.


“Mas sudah menemui atau lebih tepatnya menghubungi beberapa teman baik Mas. Dan ada yang bersedia full membantu kamu tanpa kamu perlu bertemu dengan Bayu. Namanya Hartono Waluyojati biasa kami panggil Tonny. Nah untuk mulai mengurus kasusmu, dia harus bertemu denganmu untuk membahas semuanya. Kapan kamu bisa?” jawab Slamet.


Kakak ipar Wiwien  ini sama ganteng dengan Bayu mantan suaminya. Beda di warna kulit mas Slamet lebih gelap dan rambutnya lebih pendek dari Bayu.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG  BERJUDUL  TELL LAURA I LOVE HER YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2