UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
PENOLAKAN IIN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Maaf Pak, minta waktunya,” Seroja bicara cukup pelan. Saat itu Iis dan Joko sudah pulang. Begitu pun dengan Sashi dan Rahmad. Wiwien sedang makan dengan Tonny karena sejak tadi dia hanya menyapa para tamu.


“Iya Bu, kenapa?” tanya Teguh sopan.


“Minggu depan saya akan ke rumah Bapak, untuk melamar Wiwien secara resmi,” Seroja menyampaikan niat baiknya.


“Silakan Bu, akan kami tunggu,” jawab Teguh dengan senang hati.


“Maaf, minggu depan dan minggu lusa saya enggak bisa. Datang saja minggu berikutnya,” Iin menginterupsi percakapan itu. Dia minta waktu tiga minggu lagi baru Tonny boleh melamar Wiwien.


“Bukankah tiga minggu lagi hari wisuda Wiwien? Masa dibarengi dengan lamaran?” tanya Seroja.


“Lho? Wiwien wisuda?” tanya Iin yang tak pernah tahu apa pun soal putrinya.


“Iya, sejak mau ujian dan mempersiapkan skripsi saya selalu mendampinginya. Jadi saya tahu kapan jadwal dia wisuda,” jawab Seroja dengan senyum mengejek.


‘Bahkan kamu tak tahu apa pun soal anakmu,’ Seroja sering mendapat info soal Iin dari Tonny. Wiwien sendiri tak pernah mengeluh atas sikap ibunya.


“Kalau begitu sesudah selametan Wisuda Wiwien saja Bu. Dia pasti akan bikin syukuran sehabis wisudanya,” jawab Teguh bijaksana.

__ADS_1


“Setahu saya selametan wisuda Wiwien akan dilakukan oleh pak Joko secara meriah di supermarket miliknya Pak,” sekali lagi Seroja menembak dengan tepat. Iin malah tak tahu kalau besannya mengetahui kelulusan Wiwien dan akan mengadakan selametan untuk putri kandungnya itu.


“Tapi enggak apa-apa. Saya akan menunggu kapan Bapak dan Ibu bersedia menerima kami,” bu Seroja sengaja menyudahi pembicaraan tentang lamaran. Dia cukup senang telah mencolok mata Iin.


***


“Ma, mau bawa bakso enggak?” tanya Wiwien. Hari ini semua tamu mendapat oleh-oleh roti dan ayam penyet dengan nasi gurih yang Wiwien masak. Tentu dengan kotak Wienda bread dan Wienda Chicken.


“Mama minta bonus sambal matah aja. Bakso nanti enggak ada yang makan,” Seroja malah minta sambal matah untuk dia makan nanti malam.


“Mama pamit ya,” Seroja pamit pada Wiwien.


“Wien juga sebentar lagi pulang koq Ma,” sahut Wiwien. Tadi mbok Ranti, mbok Ipah dan Awan sudah diantar pulang lebih dulu oleh mas Suli menggunakan mobil Wiwien. Kasihan Awan tak bisa tidur nyenyak karena kepanasan dan berisik.


Suli kembali dengan motor, karena tadi Wildan membuntuti mobil dengan motor untuk Suli pulang. Wiwen nanti pulang bersama Tonny.


“Iya Pak, matur nuwun,” sahut Wiwien. Wiwien memberikan bingkisan yang akan dibawa oleh ibunya pulang.


Sekarang tinggal Wiwien, Ira, Tonny, Suli dan teamnya yaitu Opik dan Bangun, serta Wildan dan Sulis.


“Ibu, biar aja yang bebersih nanti kami enggak apa-apa,” Suli tak enak hati karena Wiwien beres-beres sampah bekas selametan barusan.


“Santai wae mas Suli. Kan semua kotor gara-gara saya,” jawab Wiwien santai. Dia cepat membereskan rumah itu. Setidaknya tidak terlalu berantakan.


***

__ADS_1


“Sweet heart, tadi mama ngomong ke bapak mau ngelamar secara resmi minggu depan. Bapak udah nyuruh datang, eh ibumu ngelarang. Dia bilang minggu depan dan minggu berikutnya dia enggak bisa terima tamu.” Tonny menceritakan apa yang Seroja sempat ceritakan tadi sebelum pulang.


“Terus mama bilang aja minggu ke tiganya kamu wisuda, ibumu kaget. Nah bapak bilang datang aja minggu ke empat, mama langsung bilang minggu ke empat ada selametan wisudamu yang ayah Joko bikin,” Tonny sedikit kecewa.


“Biar ajalah. Kalau perlu lamaran enggak usah ada ibu juga enggak apa-apa. Aku kan bukan anak gadis lagi. Aku bisa aja nikah tanpa lamaran. Atau bikin lamaran di ruko, bapak suruh datang kesana.” jawab Wiwien kesal.


‘Apa enggak nyesek kalau lamaran aku bikin dirumah ayah Joko?’ Wiwien akan panasi ibunya dengan mengatakan akan menerima lamaran Tonny di rumah Joko dan Iis saja.


***


“Jangan salahkan kalau nanti Wiwien minta lamaran dilakukan di rumah Joko. Dia bisa melakukan hal itu. Dan bila itu terjadi Bapak akan legowo. Soal dia menikah lagi, bila Bapak sehat, Bapak akan jadi walinya. Bila tidak ya dia bisa menggunakan wali hakim,” ternyata  ketika pulang Teguh sudah memberi tahu Iin pendapatnya atas ‘penolakan’ yang Iin lakukan pada Seroja.


Joko kesal akan sikap Iin yang selalu saja bertindak semaunya bila menyangkut Wiwien. Padahal Wiwien tak pernah berlaku nakal. Hanya sering tak sependapat dengan keputusan Iin. Tapi melawannya tidak frontal.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL  WANT TO MARRY YOU  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU ITU YA.



*Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa***….**


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


__ADS_2