UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
TIGA NAMA YANG JADI PANTANGAN BERTEMU DENGAN SEROJA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Iya Bu, Mbak Kia mengerti,” sahut Kia. Kia melihat sejak kemarin sang ibu terus saja menangis karena eyang utinya sakit. Dan ayahnya belum bisa ikut pulang ke Indonesia.


Sashi membereskan kopernya. Satu koper anak-anak dia buka dan dia atur di lemari. Agar nanti para pembantu tidak bingung bila ingin mencari baju kedua putrinya. Lalu dia mandi dan bersiap berangkat ke rumah sakit.


“Ade, Ibu ke rumah sakit ya Nak. Kamu sama mbak Kia dan banyak maid disini tidak seperti di KL. Jangan rewel,” Sashi memberitahu putri kecilnya yang sudah terbiasa ditinggal kerja sehingga tidak rewel.


“Iya Mbuu, Ade endda lellwel,” sahut Maheswari.


***


“Gimana perkembangan Mama?” tanya Sashi, sehabis dia mandi tadi sopir langsung mengantarkan dirinya ke rumah sakit.


“Sampai saat ini belum ada kemajuan,” sahut Tonny. Dia sudah minta pada sekretarisnya mengatur ulang semua jadwalnya satu minggu kedepan. Semua klien terpaksa harus ditangani asistennya kecuali kasus yang memang dia prioritaskan seperti kasusnya Wiwien dan kasus pak Pangestu Hudaya.


“Coba tanya lagi ke dokter Abadi Firdaus, kita konsultasi harus bagaimana jalan yang kita ambil,” Sashi mengusulkan langkah yang coba dia tempuh.


“Baik, aku daftar untuk konsultasi sore ini ya,” Tonny pun menyetujui. Dia segera mengambil ponselnya dan melakukan daftar melalui online untuk konsultasi sore ini.


“Sudah Mbak, kita pasien nomor tiga. Jadwal minimal dapat jam lima sore,” Tonny memberi tahu kalau dia sudah berhasil mendaftar untuk konsultasi.


“Nurse, kamu makan siang dulu. Biar gantian,” Tonny memerintah perawat sang mama untuk makan siang. Dia memberikan beberapa lembar uang merah untuk pegangan sang perawat selama di rumah sakit.

__ADS_1


“Baik Pak,” dan sang perawat pun meninggalkan kakak adik anak majikannya.


“Ini tadi Mbak beli kopi dingin botolan juga fresh juice. Kita ganjel pakai ini aja dulu,” Sashi mengeluarkan gelas juice yang dia beli juga singkong goreng keju yang dia beli di depan rumah sakit tadi.


“Aku singkong dan kopi botolan aja deh. Juicenya nanti aja,” sahut Tonny.


“Ceritakan lagi tentang mama dan Wiwien juga mengapa mama bisa melabrak Vita. Masalahnya kan info lewat telepon kurang terlalu jelas,” Sashi ingin tahu lebih detail tentang mamanya.


“Waktu mama sakit bulan lalu, Wiwien baru saja memasukkan berkas. Aku terima telepon depan dia. Entah mengapa aku ingin punya teman saat itu. Jadi aku ajak Wiwien menemaniku melihat mama. Wiwien itu adiknya Slamet. Mas Rahmad kenal banget dengan Slamet karena mereka satu angkatan di karate.”


“Saat itu nurse aku suruh pulang ambil perlengkapan ibu dan baju ganti dirinya. Tetiba aku harus tebus obat yang sedang habis di apotik rumah sakit ini. Aku titip mama ke Wiwien. Saat pulang beli obata dan aku mau masuk ruang rawat mama, aku dengar mama sedang bicara dengan Wiwien. Aku enggak tahu apa penyebab mama mau terbuka pada Wiwien.”


“Esoknya aku berikan Wiwien ponsel untuk merekam pembicaraan mama dan Wiwien, rekaman itu kami gunakan untuk konsultasi ke dokter Abadi. Dokter menyarankan Wiwien ikut terlibat merangsang mama berinteraksi.”


“Dan dari pembicaraan itu aku baru tahu mama diam karena malu telah menjodohkanku dengan Vita. Mama merasa bersalah. Daripada hanya aku yang dia diamkan, dia memutuskan semua orang tak dia ajak bicara. Dan sesungguhnya mama berniat dia tak berinteraksi agar kondisinya makin drop dan dia cepat meninggal,” Tonny memberitahu Sashi kondisi mamanya.


“Sebenarnya apa yang mama ketahui tentang Vita hingga tiba-tiba memutuskan hubungan pertunangan kalian? Mama hanya bilang ke aku Vita bukan perempuan yang pantas untukmu. Itu saja,” Sashi memang tak diberitahu soal alasan Seroja memutus tali pertunangan Tonny dan Vita.


“Bahkan aku yang tunangannya saja tak diberitahu Mbak. Mama hanya bilang telah memutuskan hubungan pertunangan dengan Vita dan sampai kapan pun aku tak boleh menerima permintaan maaf bila Vita mengemis. Tapi anehnya Vita sama sekali tak pernah datang ke rumah setelah mama memberitahuku.” sahut Tonny.


“Walau tak ada rasa sayang pada Vita, aku suka dengan kelembutannya. Tapi enggak suka terhadap rengekan dan sifat manja serta borjunya. Dia sama sekali tak menghormati orang lain,” lanjut Tonny.


“Mama pernah bilang aku tertikam pada Wiwien. Saat Wiwien mengira tertikam dalam arti sebenarnya, mama bilang bukan itu. Aku tak tahu apa yang mama sebut tertikam ini? Apa ini alasan mama memutuskan hubungan pertunangan kami?”


“Dan kemarin teriakan mama pada Vita adalah : Pergi kamu pela-cur! Kamu merusak hubunganku dengan Mamamu. Pergiiiiiiiiiii.”

__ADS_1


“Apa maksud mama dengan kalimat pe-lacur dan merusak hubungan mama dengan mamanya Vita yan Mbak?”


“Mama juga berpesan aku tak boleh bertemu dengan Bian kakak Vita. Nah kemarin Vita datang ke rumah karena minta tolong aku membebaskan Bian dari ancaman hukuman mati. Dia bandar narkoba. Saat itu aku tak tahu tiba-tiba mama ada di belakangku dan marah besar serta mengusir Vita. Sepertinya mama mendorong kursi roda sendiri. Karena tak ada nurse dibelakangnya saat itu\,” Tonny memberi tahu kejadian kemarin. |


***


“Seharusnya kalian ingat, satu bulan lalu mendengar berita lokal tentang show yang melibatkan nama Vita saja tensi ibu kalian melonjak tinggi sampai dia pingsan. Mengapa sekarang bisa ada sosok itu datang kerumah? “


“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Semoga ibu kalian bisa bertahan. Saya ingatkan kalau dia bisa bertahan, tenggelamkan semua hal yang dia benci siapa pun itu bila kalian ingin nyawa ibu kalian bertahan,” dokter Abadi yang masih ada kekerabatan jauh dengan papa Tonny, bicara layaknya orang tua bukan dokter.


“Jangan ada Priscilla atau Novita Putri dan Novembrian Putra. Karena tiga nama itu akan membuat tensi mama anda melonjak tinggi. Emosinya tak stabil dan bila detak jantungnya terlalu cepat itu sangat bahaya bagi dirinya,”


“Saya tahu nama Priscilla sebelum dia stroke. Jangan kaget. Saya tahu dia sangat tak suka pada Priscilla walau masih tetap bisa saling sapa. Sejak masih ada papa kalian, mama anda tak suka sama sekali dengan Priscilla,” dokter Abadi membuka file data Seroja dan memperlihatkan catatan medis konsultasi Seroja dengannya pada kedua anak pasiennya itu. Dia mencatat semua di file itu.


‘Ya ampuuuuuun. Mama terluka olehku sejak lama,’ Tonny baru tahu hal ini. Dia tak menyangka kisahnya dengan Priscilla saat SMA membuat mamanya berkonsultasi dengan dokter jiwa dibelakang keluarganya.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2