
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI. JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Iyaaah,” Awan protes karena sejak tadi dia dicueq-in dan mereka tak bergerak. Dia menggoyang bahu Tonny.
“Iya sayang. Ayok kita jalan. Bosan ya diam aja,” Tonny mengerti kemauan anaknya itu. Dia berbalik badan lalu pergi meninggalkan Tria sambil menggandeng Wiwien dengan lembutnya.
“Ma’af ya. Jadi dengar percakapan enggak penting seperti itu,” dia berbisik pada Wiwien.
“Enggak apa-apa. Tapi kenapa Mas enggak tanya ke mama masalah yang membuat mama memutuskan tali pertunangan Mas dengan Vita?” tanya Wiwien.
“Aku takut membuat mama kembali terluka. Aku enggak ingin mama sakit lagi,” sahut Tonny.
“Coba cari tahu Mas. Agar Mas enggak nyesal. Juga cari tahu alasan mama benci dengan Pricilla,” sahut Wiwien.
“Apa mama pernah cerita padamu?” tanya Tonny curiga.
“Mama pasti bercerita pada orang yang dia percaya bisa menjaga amanah. Kalau dia cerita padaku, artinya dia yakin tak akan aku bocorkan pada siapa pun. Sama aja dia cerita tentang Pricilla pada dokter Abadi. Dia yakin dokter Abadi bisa menjaga rahasianya,” sahut Wiwien.
Tonny mengajak Wiwien masuk ke sebuah gerai makanan. Wiwien memesan nasi dan soup ikan untuk Awan. Dia sendiri ikan bakar serta karedok dan untuk Tonny dia pesankan pepes serta tumis daun pepaya.
Karena Wiwien memilih lokasi lesehan maka lebih mudah menyuapi Awan.
“Mas maem duluan aja, aku suapin Awan.” Wiwien menyuruh Tonny makan lebih dulu.
Tonny malah mengambil tumis daun pepaya dan ikan bakar, dia makan lalu dia sodorkan satu suap dari tangannya tanpa sendok ke mulut Wiwien.
Ada yang perlahan bangun saat jemari Tonny masuk kemulut Wiwien. Jemari Tonny merasakan kelembutan bibir perempuan cantik itu.
Yang aneh, yang bergerak bangun adalah yang tidak bersentuhan dengan bibir ranum itu. Nah lho….
Dan tak jauh dari sana terdengar sesuatu yang patah tapi bukan ranting yang terinjak. Bayu hanya bisa menatap semua itu dengan pandangan terluka. Dia sendiri yang pacaran lama dan menikah dua tahun tak pernah melakukan hal manis seperti itu pada Wiwien.
Wiwien sering menyuapinya bila dia sedang sibuk kerja, tapi tak pernah hal itu dia lakukan pada Wiwien. Dia baru menyesal mengingat tak ada hal manis yang dia tinggal untuk Wiwien. Hanya ada hal buruk yang menyakitkan.
__ADS_1
“Kenapa? Anak Ayah mau nyuapi Ayah?” Tonny menerima kerupuk yang Awan sodorkan ke mulutnya.
“Makasih ya ganteng,” ucap Tonny. Wiwien langsung memotong kerupuk ditangan Awan.
“Maaf Mas. Takut yang bekas mulutmu dimakan Awan lalu dia kepedesan,” Wiwien memberitahu alasan tindakannya. Potongan kerupuk itu dia makan.
“Bilang aja Bunda pengen bekas mulut Ayah,” goda Tonny.
“Yeee …,” Wiwien tersipu malu mendengar godaan Tonny.
***
“Masih mau belanja atau pulang?” tanya Tonny. Awan sudah mulai mengantuk didalam gendongan didadanya.
“Tanggung sudah sampe sini. Sekalian belanja aja ya? Aku kalau pulang kampus lalu belanja sendirian suka males. Mas duduk sana aja atau tunggu di mobil, aku enggak lama koq,” sahut Wiwien.
“Enggak. Aku enggak mau kamu dipandangin oleh lelaki lain,” sahut Tonny dengan possessive nya.
“Ih, siapa yang mau naksir emak-emak. Cuma Mas aja yang mau ‘kan. Orang lain mah enggak naksir lihat aku Mas,” Wiwien menitipkan belanjaan sebelumnya lalu dia mengambil trolly.
“Belanja Wien,” Iis yang melihat mantan menantunya menegur lebih dulu.
“Cucu Eyang ikut ya,” Iis melihat Awan yang digendong oleh pengacara Wiwien. Iis lupa siapa namanya. Dia pegang pipi Awan
“Nda au … auuu,” Awan menggeleng dan mengguselkan hidungnya didada Tonny.
“Dia sudah ngantuk Bu, maaf,” Tonny membujuk Awan dan sedikit menjauh dari Iis.
“Ssst, iya Awan mau bobo ya. Dah jangan nangis. Jagoan Ayah enggak boleh nangis ya,” bisiknya lembut sambil menepuk-nepuk pelan paha Awan.
‘Ayah? Jadi ini calon pengganti anakku?’ batin Iis. Ada rasa tak rela. Tapi juga tak mampu mencegah karena yang salah adalah putranya.
“Bu, Wien duluan ya, kami baru datang dan Awan sudah ngantuk,” Wiwien pamit pada Iis.
sssttt ... dede Awan mau bobo dulu digendongan ayah yaa
__ADS_1
***
“Ma, Onny pengeeeeeeen banget ceritaan lagi sama Mama kayak dulu,” Seroja sedang duduk di sofa panjang depan televisi di ruang keluarga. Tonny sengaja berbaring dengan bantal paha mamanya. Tonny ambil tangan Seroja dan dia letakkan dikepalanya.
“Ma, Onny udah bilang cinta ke Wiwien sudah lama. Dia enggak nolak tapi juga belum nerima dengan pasti. Wiwien bilang mau terima Onny kalau mama udah sehat. Lancar bicara ke semua orang dan bisa jalan lagi pelan-pelan,” keluh Tonny.
“Onny baru sekali ini jatuh cinta. Tapi malah susah digapai. Rasanya Onny mau mundur ajalah. Biar Wiwien dapat yang lebih baik dari Onny,”
‘Kalau untuk bicara lancar pada siapa pun Mama bisa. Bahkan saat ini juga bisa. Tapi kalau jalan harus banyak latihan. Mama akan upayakan segera jalan agar cita-citamu meminang Wiwien segera terwujud,’ dengan lembut Seroja mengusap kepala putra bungsunya dengan penuh kasih.
TONNY POV
Namaku Hartono Waluyojati gelar master hukum dari universitas besar di London aku sandang dengan nilai sangat memuaskan. Teman dan kerabat mengenalku dengan panggilan Tonny. Tapi dalam keluargaku, mama papa dan kakakku memanggilku Onny. Sejak SMA aku belum pernah jatuh cinta. Aku pernah merasa nyaman bergaul dengan Pricilla, tapi tak ada rasa cinta dariku untuknya. Aku suka Pricilla karena dia tak suka merengek dan manja. Suatu sifat perempuan yang paling aku tak suka.
Karena nyaman bergaul dengannya, maka aku sering mengajak Pricilla main kerumah. Aku perkenalkan dengan mamaku. Dan aku senang mama suka bertukar cerita dengan Pricilla. Tapi entah mengapa malam itu sepulang aku melatih karate mama langsung meminta aku tak bertemu lagi dengan Pricilla.
Sejak saat itu Pricilla susah aku temui di sekolah, saat bertemu tak ada yang kami bahas tentang rasa sukaku atau larangan mama utnuk bertemu. Lalu Pricillla tak masuk sekolah dan akhirnya aku dengar dia pindah sekolah ke Bali.
Hubungan batinku dengan Pricilla jelas tak ada yang istimewa, tapi aku memang sampai selesai kuliah S2 tidak pernah tertarik dengan makhluk yang bersifat kolokan. Tapi itu bukan karena aku patah hati karena Pricilla pergi lalu aku tak bisa move on. Garis bawahi, bukan karena itu. Aku hanya belum merasa bertemu dengan sosok yang bisa menggetarkan hatiku. Lalu aku bertunangan dengan Vita, sekali lagi bukan karena aku mencintainya. Tapi karena aku memenuhi permintaan papa. Aku bersyukur sempat bertunangan sebelum papa meninggal.
Tapi sekali lagi aku tak tahu mengapa mama memutuskan pertunangan yang dia rencanakan sendiri.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta