
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Gimana perkembangannya?" Bayu bertanya pada Herman sahabatnya.
"Yah begitulah masih penjajakan. Tapi *not bad* lah. Enggak seperti elo yang diem ditempat. *Stuck*!" Jawab Herman sambil membereskan berkas yang Bayu sodorkan untuk di ACC.
"Akhirnya kamu dapat Wiwin juga. Walau bukan Wiwin yang sama," goda Bayu.
Herman memang sedang penjajakan dengan anak sepupu jauh ibunya yang bernama Radwina dengan panggilan Wiwin.
"Ha ha ha Radwina bukan Wienarti punyamu," Herman terkekeh karena memang kebetulan nama wanita yang sedang berproses dengannya bernama Wiwin.
"Elo sendiri gimana? Udah dua setengah tahun nih perceraian berlangsung. Lu masih diem aja di situ. Bukannya siapa itu selingkuhan lu udah keluar dari penjara ya?" Herman bertanya serius.
"Ih najis gue sama dia," Bayu langsung menampik bila dihubungkan dengan Ririn mantan pengasuh anaknya.
"Sekarang elo teriak najis. Dulu aja tiap siang cepet kabur buat nembak tu laler ijo," balas Herman.
"Serius gue enggak tahu dulu tiap hari gua harus nembak dia. Kalau enggak nembak seperti ada yang kurang dalam hidup gue. Tapi sekarang sama sekali enggak minat sama sekali," kata Bayu.
"Itu gimana sih Nisa. Udah enam bulan dia di sini, lu masih anggurin aja," Herman menanyakan tentang sosok Khairunnisa anak administrasi yang telah bekerja di perusahaan itu selama hampir enam bulan.
"Dia baik, dia manis cuma gua belum berani mulai sebuah hubungan serius aja. Gue kan bukan nyari pacar!" kata Bayu.
"Lu tahu kan gua kan yatim piatu dalam tanda petik," lanjut Bayu lagi.
"Ya lu cari latar belakangnya dia dulu. Dia terima nggak kondisi elu," kata Herman.
"Iya nanti gua cari tahu deh," jawab Bayu, walau sebenarnya dia malas sih karena dia sudah tak minat sama sekali untuk memulai hubungan baru begitulah pikiran Bayu saat ini.
__ADS_1
Bayu sedang tak ingin dekat dengan siapa pun untuk memulai hubungan dengan seseorang jadi dia tak pernah mencari tahu perihal Khairunnisa.
"Kalau enggak salah sih, dia juga yatim piatu. Yang gue tau dia kerja untuk bantu panti asuhan tempat dia tinggal." Herman memberi info tentang Khairunnisa.
"Koq elo tahu?" Bayu malah aneh Herman bisa tahu tentang Nisa.
"Waktu itu kan temennya ngejodohin gue sama dia sebelum nyokap nyuruh gua nikah sama Wiwin," Kata Herman.
"Kenapa lu tolak dia?" tanya Bayu.
"Ya gua nggak sreg aja," Herman bingung kalau ditanya mengapa tak tertarik pada Nisa yang cukup manis dan sangat sopan itu.
"Tapi saat suruh jadian dengan si Wiwin, gue langsung bilang mau coba aja ke nyokap gue. Soal perasaan kan gua nggak bisa atur," kata Herman.
"Nah itu elo tahu. Begitu elo maksain diri gue buat nerima semua ceweq yang elo sodorin!" kata Bayu.
Saat itu terdengar pintu ruangan diketuk.
"Kenapa kamu yang beli?" Herman tadi menyuruh Khairunnisa untuk menugaskan office boy membeli nasi untuknya.
"OB-nya lagi sibuk enggak ada yang bisa saya tugaskan beli. Jadi saya pergi sendiri," jawab Nisa.
"Lain kali jangan seperti itu! Itu bukan *job description* mu," Herman menegur Nisa.
"Baik Pak, tidak akan saya ulangi," Nisa pun berjanji tak akan berbuat seperti itu lagi.
"Ini pesanannya nasi rendang dan nasi empal kan Pak?" Nisa memastikan.
"Itu ada tulisan dari penjualnya Pak." Nisa memberi tahu Herman kodenya tulisan di kertas bungkus nasi.
"Terima kasih," Herman mengucap terima kasih pada Nisa yang mau menggantikan OB untuk keluar membelikan nasi untuknya.
__ADS_1
Herman mengambil bungkusan nasi dengan tulisan empal daging. Dan memberikan yang bungkusan rendang untuk Bayu.
"Gimana elu lihat barusan si Nisa. Enggak ada rasa?" tanya Herman.
"Gue udah datar ama siapa pun. Gue udah salah jadi gue udah sulit mau buka hati lagi. Gue trauma sendiri ama kegagalan gue," kata Bayu.
"Tapi kan juga lu enggak boleh berhenti diam di situ dong. Gue yakin kalau lu berubah baik pasti nyokap bokap lu juga mau terima elo lagi," Herman mencoba menasihati Bayu.
"Sekarang nyokap bokap kayak gitu aja gua udah alhamdulillah. Itu juga semua berkat Wiwien. Kalau enggak dipaksain Wiwien mereka nggak akan mau terima gue seperti pas resepsi pernikahannya Wiwien kemaren," jawab Bayu dengan kesadaran penuh.
"Memang Wiwien spesial buat kita semua," jawab Herman.
"Ya udah sih kita makan dulu."
Mereka pun membuka karet kemasan nasi mereka.
Bayu melihat nasi rendang miliknya ternyata adalah nasi dengan ayam bakar.
Sedang nasi empal milik Herman adalah nasi dengan balado ikan tongkol.
Tentu saja Herman marah karena kedua pesanannya salah.
Herman mengangkat telepon kantor dan menghubungi ruangan Khairunnisa.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.