UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
MADE BERTEMU BACHTIAR


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Setelah pembicaraan selesai Made langsung pergi. Tentu dengan topi dan masker menutup kepala. 



'*Maaf saya lupa. Tambahan uang tiket anda barusan saya kirim ke rekening*' Tonny melihat capture an bukti transfer dari Made.



"Padahal aku kesini buat bulan madu koq malah tiketnya dihitung sebagai orang kerja. Ya wis rejeki istriku," Tonny memberitahu transferan itu pada Wiwien.



"Eh *Sweetheart*. Kamu belum kasih nomor rekeningmu. Aku kan wajib kasih nafkah lahir padamu," ngomong-ngomong transferan, Tonny jadi ingat kewajibannya.



"Mas enggak tanya ya aku mana berani kasih?" Walau tak butuh dana untuk hidup sehari-hari. Tapi Wiwien sadar itu adalah kewajiban seorang suami yang wajib Tonny berikan.



"Maaf sayang. Aku lupa. Kita juga harus bikin asuransi pendidikan mas Awan." Tonny sudah memasukkan itu dalam rencananya sejak lama hanya lupa dia sampaikan pada istrinya.



Siang nanti Tonny akan bertemu dengan Bachtiar di rumah lelaki itu. Alamatnya sudah Tiar berikan. 



Sekarang sambil menunggu waktu pertemuan, Tonny dan Wiwien berniat belanja ke pasar Sukowati. Padahal kemarin sudah belanja di pasar Bedugul.



Tonny memang ingin memanjakan istrinya. Dan dia selalu meminta Wiwien belanja untuk dirinya sendiri. Jangan hanya belanja untuk oleh-oleh.


\*\*\*



"Silakan Pak. Sudah ditunggu tuan Bachtiar di dalam." Seorang pegawai Bachtiar membukakan pintu pagar dari kayu yang terlihat sangat kokoh.



Rupanya Bachtiar memiliki sebuah galery lukisan. Dia kenal baik dengan ayah Made yang pemahat. 

__ADS_1



Lalu dari Bachtiar lah ayah Made mulai merintis membuat galery patung yang menjadi besar ketika dipegang Made. Bahkan bisa mempunyai tiga galery tambahan. 



Karena sering bertemu maka Pricilla dan Made menikah.



"Assalamu'alaykum Om. Sehat kan?" Sapa Bastian. Wiwien menyerahkan buah bingkisannya pada asisten rumah tangga Bachtiar.



Daus dan Yusuf ternyata datang bersama istri mereka. Para istri sudah diceritakan mengapa saat Tiar sakit dirahasiakan dulu.



Mereka tak marah dan mengerti alasannya. Para istri ini sejak dulu sudah tau kalau suami mereka yatim piatu dan dirawat oleh orang tua Tiar.



"Tonn. Om minta rumah yang di Jakarta segera jual saja. Sehingga tak ada aset yang perlu om urus dosana." Pinta Bachtiar.



"Kalau mau di jual. Biar om Yusuf dan om Daus yang urus. Saya akan jadi saksi. Nanti dananya bisa langsung masuk rekening om saja. Karena belum ada surat waris."




"Surat waris kan kita buat sekarang. Mumpung saksinya ada disini semua." Bachtiar ingin segera menanda tangani surat waris itu.



"Bagaimana bila ada nama Made sebagai saksi waris?" Tanya Tonny.



"Akan mengulur waktu. Saya ingin segera dibuat hari ini juga."



"Bisa hari ini koq. Saya suruh dia datang ya. Sebentar." Tonny mengambil pomselnya dan agak menjauh untuk bicara dengan Made.



"Astagfirullah. Jadi Pricilla bukan anak daddy Tiar? Padahal sejak bayi daddy sangat menyayanginya. mereka memang perempuan-perempuan busuk."


__ADS_1


"Anda akan lebih kaget lagi bila tahu bagaimana Monica menjebak daddy Tiar hingga tunangannya bunuh diri. Tunangan daddy Tiar adalah tante kandung saya."



"Dunia ini sempit. Baik. Saya melumcur ke rumah daddy sekarang juga. Tak perlu menunda," Made langsung akan meluncur ke rumah Bachtiar.



Bachtiar meminta makan siang ditunda sebentar menunggu kedatangan Made.



Semua setuju. Made datang lima puluh menit kemudian.



Setelah bertukar salam dan basa basi, Bachtiar mengajak semua makan siang.



"Wien, cicipi ini. Ini khas daerah kami. Gulai pakis." Yuliana istri Daus menyuruh Wiwien mencicipi masakan kakak iparnya. Yang masak memang istri Yusuf.



"Daddy panggil Tonny kesini karena mau minta tolong bikinkan surat waris atas semua harta Daddy. Daddy tak rela harta ini jatuh ketangan Monica atau Pricilla karena secara hukum keduanya adalah istri dan anak Daddy," Bachtiar mengungkapkan niatnya.



"Setuju baget Dadd. Barusan pak Tonny bilang kalau selama ini Daddy ditipu mommy?"



"Panggil nama saja. Kita seumuran. Pricilla itu dulu teman SMA ku. Tapi begitu mamaku tahu dia anak Monica dan om Tiar, mama langsung meng-haramkan aku bergaul dengan Cilla."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1674668578638.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HERitu ya.


__ADS_2