UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
MANTAN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2023. SEMOGA SEMUA HARAPAN KITA DAPAT TERCAPAI SEMUA DI TAHUN INI. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia dan terhindar dari semua bencana.



Selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Tonny kagum atas sikap bijaksana Wiwien. Walau dia sangat membenci Bayu, tapi dia masih memikirkan lelaki itu bila tak sempat bertemu dengan ibunya.


“Ayah sulit Wien,” sahut Joko lirih.


“Lakukan untuk ibu Yah. Ayah pasti tahu Wien juga tak pernah ingin melihat Bayu lagi. Tapi dalam kondisi seperti ini biarkan saja dia melihat ibu. Kalau Ayah tak mau bicara dengannya itu tak soal. Anggap saja dia tamu yang datang menjenguk ibu dan Ayah tak kenal dia,”  jelas Wiwien.


“Kalau Bapak dan Wiwien tak ingin menghubunginya, biar saya bantu menggunakan nomor ponsel saya,” Tonny memberi solusi. Karena Tonny tahu Wiwien telah memblokir nomor ponsel Bayu.


“Hubungi saja Mas. Ini nomor ponselnya,” tanpa menunggu izin dari Joko, Wiwien memberikan ponselnya dan dia perlihatkan nomor telepon Bayu yang tersimpan atas nama MANTAN.


“Assalamu’alaykum,” Tonny memberi salam ketika sambungan telepon yang dia lakukan diangkat oleh Bayu.


“Wa’alaykum salam. Dengan siapa ya?” tanya Bayu dengan sopan.


“Saya Tonny. Hanya mau memberitahu kalau ibu anda sekarang sedang dirawat di rumah sakit Enggal Waras. Saya dapat nomor ponsel anda dari ayah anda yang sedang bersama Wiwien disini,” jawab Tonny.


Tonny sengaja menyebut dapat nomor Bayu dari Joko, agar Bayu tak ragu untuk datang ke rumah sakit.

__ADS_1


Bayu segera mengambil kunci mobilnya dan melapis celana pendek yang dia pakai dengan celana panjang agar sopan dipandang orang di rumah sakit.


***


“Assalamu’alaykum Yah, Bun eh Wien,” sapa Bayu setiba di rumah sakit, dia mengulurkan tangannya hendak salim pada Joko. Namun Joko membuang wajah ke arah lain.


“Maaf. Saya Tonny yang tadi menghubungi anda. Kita pernah beberapa kali bertemu,” Tonny mengulurkan tangan pada Bayu.


Bayu menyambut tangan itu. Dia bersyukur masih ada sosok yang bisa diajak bicara walau sesungguhnya dia tak suka pada sosok Tonny yang Bayu tahu sedang dekat dengan mantan istrinya.


“Bagaimana kondisi ibu saya?” tanya Bayu.


“Setahu saya beliau masih kritis. Kita sedang menunggu info info lanjutan dari dokter,” balas Tonny. Mendengar itu Bayu lalu duduk agak jauh dari Wiwien dan Joko. Dia bersyukur masih ada yang menghubunginya.


‘Aku yakin ini pasti pemikiran Wiwien. Ayah tak mungkin mau menghubungiku lagi,’ batin Bayu. Lelaki itu hafal sifat Wiwien yang sangat welas asih terhadap siapa pun.


“Keluarga ibu Iswarni,” seorang petugas memanggil keluarga ibu mertua Wiwien.


“Ibu Iswarni belum bisa kami pindah ke ruang rawat. Saat ini dokter akan terus memantau secara intensif dan akan memindah bu Iswarni ke ICU. Harap ada yang mengurus administrasinya,” petugas itu memberikan beberapa lembar kertas pada pak Joko.


“Ayok Wien temani,” Wiwien menggandeng mertuanya.


“Sweet heart, Mas ke mushola ya. Kamu mau titip sesuatu?” tanya Tonny yang minta izin untuk salat Ashar.


“Teh panas aja Mas. Ayah enggak boleh ngopi sejak sakit satu bulan lalu,” jawab Wiwien pelan.


‘Sweet heart? Panggilan yang manis,’ batin Bayu mendengar panggilan sayang lelaki gagah didepannya untuk mantan istrinya.

__ADS_1


‘Ayah sakit satu bulan lalu? Apa parah sehingga sampai tak boleh minum kopi. Padahal ayah tanpa kopi seperti sayur tanpa garam,’ Bayu kaget mendengar hal ini.


***


Tonny salat Ashar di mushola sekalian membeli dua gelas teh panas dan dua gelas kopi untuknya juga Bayu. Dia belikan juga pastel untuk teman ngopi.


“Kamu ganjel ini, walau tadi sudah makan siang, tapi kalau sedang kalut asam lambung bisa cepat naik,” Tonny menyerahkan dua gelas teh dan satu kresek pastel pada Wiwien. Sementara untuknya dan Bayu ada dua gelas kopi dan satu kresek pastel juga. Sengaja dia minta dipisah karena dia dan Bayu duduk tidak berdekatan dengan Wiwien dan pak Joko.


Wiwien bersyukur ada Tonny menemaninya. Andai tadi dia datang sendiri tentu akan canggung berhadapan dengan sosok yang dia tak ingin lihat kembali itu.


“Ayah jangan jaga disini ya. Suruh orang aja. Ayah bisa sakit lagi kalau jaga ibu,” Wiwien tentu kepikiran akan kesehatan pak Joko yang baru sembuh. Dan dia juga yakin Bayu tak bisa menjaga sang ibu karena harus bekerja.


“Ayah datang tiap siang saja. Suruh orang buat jaga malam. Kalau Ayah juga sakit maka ibu akan lebih kapiran,” Wiwien memberi masukkan pada Joko.


Joko membenarkan pemikiran Wiwien. Tapi dia juga tak tega meninggalkan istrinya. “Jangan berpikir enggak tega Yah. Pikirkan bila Ayah juga harus dirawat,” Wiwien melanjutkan kata-katanya seperti mengerti apa yang dipikirkan oleh pak Joko.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG BARU RILIS DENGAN JUDUL NOVEL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2