
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Lalu mau apa dia datang menemuimu?” tanya Wiwien masih dengan terisak.
“Mana Mas tahu? Wong datang-datang langsung meluk dan nangis. Gara-gara itu mama kembali drop dan di infus walau hanya di rumah aja. Tapi sudah satu bulan sejak kejadian itu mama kembali enggak mau bicara ama Mas. Tapi alhamdulillah sama yang lain dia masih mau ngomong. Dan sesudah lepas infus mama tetap bisa gerak,” sahut Tonny.
“Mama juga selalu nyari kamu. Dia juga selalu nelepon kamu tapi enggak bisa kehubung. Mama sering kerumah bu Iis. Mereka ngobrol berdua. Kadang bu Iis yang ke rumah mama,” Tonny menceritakan situasi Seroja sekarang.
“Trus Mas tahu dari mana aku disini?” tanya Wiwien pada Tonny yang sekarang sudah duduk disebelah Wiwien. Memeluk erat sambil tak bosan menciumi Wiwien.
“Mas jadi detektive. Mas lihat usahamu tetap jalan, sabun dan semua kebutuhan laundry tetap datang. Kebutuhan ayam dan roti juga enggak pernah ada kendala. Lalu Mas mikir kenapa simbok enggak balik cepet padahal kan izin ke kamu cuma satu minggu. Nah kalau dia perpanjang izin koq bisa komunikasi ama kamu?”
“Lalu mas minta tolong ke mas Slamet nanya alamat mbok Ranti di rumah ibu Iin. Lalu Mas nekad lah kesini,” Tonny membelai paha Awan yang dia rasa panasnya mulai turun.
Wiwien bisa mengerti kalau Tonny bisa mencari keberadaannya tanpa yang lain bisa. Tonny memang pemikir cermat.
“Ayok makan malam dulu,” Wiwien mengajak Tonny keluar kamar. Biasanya rumah ini kosong. Keponakan mbok Ranti satu minggu satu kali membersihkan rumah ini dan dia digaji untuk itu. Dulunya rumah ini tak sebagus sekarang. Mbok Ranti yang membangunnya sejak dia bekerja setelah kematian anak dan suaminya.
Jadi di rumah ini satu bulan memang hanya ada Wiwien dan mbok Ranti saja. Tak ada orang lain. Tak ada hewan peliharaan di rumah ini.
Mbok Ranti yakin, Tonny akan bisa meluluhkan hati majikannya. Tadi saat Tonny minta izin masuk ke kamar Wiwien, dia langsung masak untuk makan malam mereka. Hanya ada tumis bunga genjer dan goreng ayam negeri ( ayam leghorn istilah kalau di Magelangnya ) dan juga goreng tempe garit .
__ADS_1
Genjer adalah tanaman liar mirip kangkung yang hidup di rawa. Daun dan bunganya bisa dimasak aneka makanan. Dijual per ikat seperti kangkung. Ada yang hanya daunnya, dan ada yang hanya kembang yang masih kuncupnya. Jarang yang jual mix karena tingkat kematangan daun dan bunga saat diolah tidak sama.
“Makan seadanya ya,” ajak Wiwien. Dia perhatikan tubuh Tonny yang terlihat kurus. Pipinya tirus dan tadi saat dia mengecup keningnya Wiwien mencium bau tembakau.
Wiwien yakin Tonny tersiksa dengan perpisahan mereka. Kalau dia memang tak mencintai Wiwien, ditinggal tentu makin happy karena tak perlu sembunyi-sembunyi bertemu Pricilla. Dan pastinya penampilannya tak makin kurus seperti sekarang.
Tonny menerima piring berisi nasi, ayam goreng dan tumis kembang atau bunga genjer yang mbok Ranti masak. “Tempenya enggak dikasih?”
“Eh, lupa,” sahut Wiwien dengan senyum manis.
“Jadi kapan mau pulang?” tanya Tonny lembut.
“Ayah siap kapan aja. Tapi pengennya besok jalan-jalan ke daerah wisata sekitar sini kalau kondisi Awan sehat. Gimana?” tanya Tonny.
“Oke,” sahut Wiiwen tak keberatan.
“Ayah lupa ada simbok. Besok pas mau pulang harus ubah penata’an jok belakang, jadi kaki simbok enggak ke tekuk,” Tonny akan mengubah pengaturan di jok belakangnya. Kemarin dia lupa kalau ada simbok juga.
“lagian kepikiran aja sih atur seperti itu?” Wiwien saja enggak akan sejauh itu pikirannya.
“Perjalanaan delapan Jam Sweet heart. Kasihaan kalau anak Ayah badannya cape. Kalau dia bebas tiduran atau main saat dia melek kan enak,” sahut Tonny.
“Iya sih. Waktu berangkat dia rewel karena terlalu lama di mobil,” jawab Wiwien.
__ADS_1
“Kalau naik kendaraan umum harusnya malam, jadi dia enggak rewel. Kalau naik kendaraan pribadi kita bisa berhenti semau kita jadi berangkat pagi juga nyaman aja. Ayah bawa ‘kulkas’. jadi sepanjang siang tetap segar minum kopi dingin,” cerita Tonny tentang kulkas ajaibnya.
“Ayah juga bawa buah dingin. Jadi ngemilnya yang segar aja,” Tonny mengambil tambahan tempe.
“Tumis kembang genjernya enak banget Mbok,” Tonny memuji masakan simbok.
“Itu pas ada yang jual kembangnya. Kalau lagi enggak musim ya hanya daunnya aja yang ada di warung,” sahut simbok.
Tonny yang belum selesai makan langsung berlari ketika mendengar tangisan Awan. Dia takut putranya jatuh.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa.
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1