
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Sejak kita menikah, kayaknya kamu sudah mulai membuka hati, bukan membuka hati dalam artian membuka hati untuk cinta lain, tapi maksudnya kamu sudah bisa mulai memaafkan Bayu," kata Tonny mereka sedang di tempat tidur Wiwien maunya ya seperti itu hanya tidur, tidur dan tidur saja.
"Aku nggak memaafkan dia dalam tanda petik Mas. Sebagai manusia aku wajib memaafkan siapa pun itu aja pikiranku. Tapi soal kesalahannya itu tak bisa terhapus. Aku sadar itu sudah garis jodohku sehingga aku tidak panjang jodohnya dengan dia."
"Ya sudah. Aku sakit dengan kelakuannya. Tapi aku tak mau mengingatnya maka aku mau berdamai dengan situasi ini. Aku mulai bisa membuka diri bukan sejak kita menikah Mas, kamu salah!"
"Aku mulai bisa "membuka diri" saat aku yakin menerima dirimu. Saat aku memantapkan diri bahwa kamu adalah jodohku," kata Wiwien.
"Dari situ aku mulai belajar "memaafkan" dia. Dari situ aku mulai menarik dia untuk dekat dengan ibu dan ayah. Ingatkan waktu ibu sakit aku mulai menarik dia untuk kembali mendekat."
"Sekarang misi aku bukan mendekatkan dia dengan Awan. Nanti suatu saat Awan akan diberi pengertian bahwa dia adalah anak kandung Bayu tapi nanti bukan saat ini."
"Saat ini Awan cukup punya kasih sayang dirimu aja. Biar dia enggak bingung."
"Sekarang yang aku inginkan adalah ayah dan ibu bisa memaafkan Bayu itu aja Mas. Soal hartanya yang sudah diwariskan ke Awan dan aku, kalau ayah dan ibu mau dikembalikan monggo. Tapi nggak juga monggo. Aku tidak urusan harta."
"Aku hanya ingin ayah dan ibu tetap mengakui Bayu sebagai anak mereka itu aja!"
"Bisa bantu aku?" Tanya Wiwien dengan serius.
"Bisa! Pasti Mas akan bantu niat baikmu," kata Tonny.
'*Aku tak akan menghalangi aku pasti akan bantu itu niat baik sangat baik*,' Tonny bangga dengan istrinya.
"Itu alasanku mengundang Bayu di akad pernikahan, di resepsi dan juga di ulang tahun Awan."
"Tapi rupanya dia belum berani untuk ikut bergabung. Mungkin nanti kalau Ibu dan Ayah sudah bisa mulai menerimanya dia akan sedikit demi sedikit kembali. Please bantu aku, bantu aku untuk mengembalikan Bayu pada ayah dan ibu. Aku akan sudah ridho menerima kesalahan Bayu sehingga seharusnya ibu dan ayah juga menerima dia," kata Wiwien.
"Oke kita akan mulai misi kita secara perlahan kalau ayah dan ibu ditekan mereka pasti tak mau," kata Tonny.
"Aku ingin hari Sabtu depan kita makan siang di rumah Ibu, gimana?," kata Wiwien.
"Tapi hari Sabtu kan harinya mama," Tonny mengingatkan istrinya.
"Mama kita undang ke rumahnya ibu. Nah kita undang Bayu."
"Mas akan bilang ke mama," Tonny tentu ingin ikut membantu Wiwien.
__ADS_1
"Enggak usah aku aja, aku akan jelasin ke mama biar mama enggak salah pengertian" kata Wiwien.
"Aku ingin mama enggak kaget bertemu dengan mantan suamiku dan aku juga akan mengatakan pada Bayu bahwa di sana jangan berkata apa pun pada Awan."
"Belum waktunya nanti suatu saat ada waktunya kita beritahu yang sesungguhnya," kata Wiwien lagi.
"Oke aku dukung," kata Tonny tanpa ragu.
\*\*\*
"Ibu sedang sibuk?" tanya Wiwien disambungan telepon yang dia lakukan sore ini.
"Enggak lah enggak sibuk. Kenapa Wien? Bagaimana dengan kandunganmu?" tanya Iis dengan penuh perhatian.
"Ini kami tadi pagi baru periksa Bu," kata Wiwien.
"Dedek baik dan baru tiga minggu," kata Wiwien lagi.
"Oh baguslah itu kalau ada yang kamu inginkan dan minta Ibu nyiapin kamu bilang ya," masih saja seperti itu. Iis tetap perhatian padanya walau dia sedang hamil bukan cucunya.
"Iya Bu aku pengen besok hari Sabtu boleh nggak makan siang di rumah ibu?" dengan spontannya Wiwien menggunakan kesempatan itu untuk meluruskan misinya.
"Ya bolehlah Ibu senang banget," balas Iis.
"Boleh jadi kamu dan mamamu aja?" tanya Iis.
"Iya aku juga mau ngundang Bayu," kata Wiwien tanpa panggilan MAS di depan nama Bayu seperti saat dia jadi istrinya.
"Kenapa undang dia?" kata Iis langsung nada suaranya naik tinggi.
"Aku ingin dia datang aja. Kemarin aku undang ke ulang tahun Awan tapi tidak datang. Mungkin enggak enak bergabung langsung dengan keluarga besar. Maka aku ingin kasih dia kesempatan untuk mengucapkan ulang tahun kepada Awan," ucap Wiwien.
"Baiklah kalau itu maumu," Iis pun tak bisa menolak keinginan putri angkatnya itu.
"Serius ya Bu? Boleh ya? Aku kepengen banget." Dengan alasan ngidamnya Wiwien meminta pada Iis.
"Iya boleh boleh boleh. Kamu undang cuma itu aja? Maksud ibu bertanya itu supaya makanannya tidak berlebih. Akan mubazir Itu tidak baik."
"Iya Bu, aku cuma undang mama dan Bayu. *Request* satu lagi Bu. Wien minta arum manis sedikit aja jangan banyak-banyak. Dikit aja. Kebanyakan enggak baik. Kemaren dimarahin mas Rahmad," Wiwien jujur tentang teguran kakak iparnya.
"Ya nanti ibu siapkan," Iis tentu suka akan permintaan putrinya yang sedang hamil.
__ADS_1
Sejak tadi Tonny mendengarkan istrinya bicara dengan Iis.
Sekarang Wiwien langsung bicara dengan Seroja.
"Gimana perkembanganmu tadi katanya kamu ke dokter Wien," kata Seroja. Dia tahu tadi Tonny bilang mereka hari ini ke rumah sakit.
"Iya Ma ini aku mau kasih tahu mama bayinya. Sehat Ma dan sampai saat ini juga aku nggak morning sickness tadi Mas Tonny ngantar aku kok."
"Ya iya dià wajib antar. Awas aja sampi dia enggak temani kamu periksa," Seroja tak ingin menantunya sedih karena pergi periksa hamil sendirian.
"Ada yang kamu kepengen? Kalau mau sesuatu nanti mama carikan," kata Seroja.
"Cuma pengen makan di rumah ibu aja hari Sabtu siang besok. Tapi kan hari Sabtu biasanya kita ketemuan. Maka Wien mau minta Mama bisa ketemuan di rumah ibu aja enggak?"
"Boleh. Mama sih enggak apa-apa." Seroja tak mempermasalahkan tempat mereka pertemuan mingguan. Itu saja dia bersyukur menantunya mau rutin bertemu dengannya. Banyak temannya yang cerita menantunya bisa dihitung jari berkunjung ke rumahnya dalam satu tahun padahal tinggal satu kota!
"Wien mau kasih tau mama Wien juga undang satu orang lain Ma. Wien enggak mau Mama kaget aja."
"Wien undang anaknya ibu. Papanya Awan. Kemarin dia nggak bisa datang pas ulang tahun Awan. Jadi Wien undang dia besok," Wiwien plong sudah jujur pada mama Seroja.
"Enggak apa-apa. Tonny aja udah ngasih izin kenapa Mama enggak," dengan jiwa besar Seroja menenangkan hati Wiwien.
"Selesai juga Mas masalah ibu sama Mama," kata Wiwien.
"Sekarang aku tinggal kirim pesan pada Bayu."
"Kenapa nggak kamu telepon tanya?" Tonny sekedar bertanyan
,"Enggak! Cukup pesan aja. Terserah dia mau datang apa enggak. Yang penting aku udah kasih tahu."
"Baiklah," kata Tonny tak mau merusak mood bumil cantik di pelukannya ini.
'*Aku dan ibu ngundang kamu untuk ngucapin selamat ulang tahun ke Awan di rumah Ibu hari Sabtu besok makan siang*.' hanya itu pesan yang Wiwien sampaikan pada Bayu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.