
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Tonny mengambil satu buah dan duduk di brankar. “Mau lagi Ma?” Tonny mencoba menyuapi sang mama. Tapi mamanya rupanya sudah kenyang karena tak mau membuka mulutnya.
Tonny menghabiskan satu cup clapper tart itu. “Enak ya Ma. Rasanya sangat lembut dan manisnya pas.”
Seroja hanya membatin dalam hati. ‘Emang enak koq. Rasanya enggak cukup makan satu cup.’
Sejak tadi Tonny sudah memerintahkan agar sejak di rumah besok, perawat tidak lagi menemani sang mama ketika perempuan itu berada di kamarnya. Dia hanya boleh masuk kamar bila dipanggil oleh sang mama. Dia akan membuat bel khusus untuk memanggil sang perawat. Itu dilakukan agar sang mama punya banyak waktu sendiri bila di kamar, agar sang mama lebih mudah menghubungi Wiwien.
***
“Mas, aku baru aja nengok ibunya kak Tonny di rumah sakit,” Wiwien menghubungi ponsel kakak iparnya saat dia sedang di taksi.
“Lho, ibu’e Tonny nang opo De?’ tanya Slamet bingung.
__ADS_1
Wiwien menceritakan sejak dia tanda tangan berkas lalu ke bank dengan Tonny dan kerumah sakit karena Tonny panik. Dan lalu ada hal tak terduga yang membuat dirinya tak sengaja terlibat.
“Ibu sepertinya enggak suka kalau aku bergaul dengan kak Tonny. Mungkin karena secara hukum negara aku belum bercerai. Atau memang ibu enggak suka aku berhubungan lagi dengan lelaki. Jadi sekarang aku pulang sendiri. Masalahnya tadi dokternya bu Seroja minta tolong ke aku,” Wiwien juga menceritakan bagaimana dokter Abadi meminta tolong dia sebagai personal.
“Jadi aku minta tolong Mas buat nemani aku bila harus ke rumah bu Seroja. Dan Minggu depan pas ruko siap aku juga langsung keluar dari rumah ibu. Aku yo enggak enak kalau ibu kebeban ama statusku sebagai janda,” Wiwien mengutarakan soal kelakuan ibu kandungnya. Biar bagaimana pun dia merasa sikap ibunya yang sepertinya mengekang dia untuk keluar rumah.
Tanpa disadari memang banyak orang tua yang tidak siap bila anaknya menjadi janda. Dia malu walau tetap menyayangi anaknya. Itu yang dialami bu Iin saat ini. Dia malu mendengar gunjingan tetangga soal status janda yang disandang Wiwien.
“Yo kowe sing sabar ngadepi ibu,” Slamet mengerti apa yang dirasakan oleh Wiwien. Dia juga tahu, bukan keinginan Wiwien menjadi janda seperti saat ini.
“Soal ke rumah Tonny, kita nanti atur waktu wae,” sahut Slamet.
***
Bagian bawah ruko disekat dua. Bagian depan untuk usaha laundry termasuk meletakkan tiga mesin cuci disana juga dua meja setrika.
Dan bagian belakang bisa untuk ruang makan dan ruang masak. Serta ruang santai.
__ADS_1
Ada televisi kecil di ruang belakang box Awan juga akan diletakkan di ruang ini.
Hari ini Wiwien stand by di ruko bersama mbok Ranti dan Awan. Mereka membawa pakaian dan makanan Awan serta satu tas baju ganti serta mukena untuk mereka berdua. Mbok Ranti menggelar tikar yang dia bawa.
“Mbok, aku ke warung makan sebentar yo. Mumpung alat-alat yang aku pesan belum datang. Jadi aku mau beli makan siang dan air minum untuk kita berdua,” Wiwien pamit pada simbok.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG SUDAH TAMAT DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta