
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Malam itu Tonny sibuk. Dia mencari info tentang apa kesulitan di awal kehamilan. Apa yang harus dilakukan suami mendampingi istri yang sedang hamil dan apa pantangan selama hamil. Dia biarkan Wiwien yang sudah kekenyangan dan kelelahan tertidur didadanya.
Tadi Wiwien masih menonton televisi dari ranjang mereka.
Tonny baru sadar besok mereka tak bisa ke rumah sakit karena besok hari Minggu. Baru lusa dia bisa menemani Wiwien konsultasi kehamilan.
\*\*\*
Pagi ini seperti permintaan Wiwien kemarin mbok Ipah membuat bubur ayam. Ada usus yang dibuat sate.
Mbok Ranti sibuk membuat peyek ikan teri nasi atau teri medan. Wiwien minta itu dan sambal kacang untuk bubur dia minta agak pedas.
"Dede kayane senenge pedes yo Mbak," Ipah bicara pada Ranti.
"Iyo kayane. Aku masih sisain bahan buat rujak serut. Takut mbak Wiwien minta. Kemarin dia *ora ngicipi blas*," sahut mbok Ranti.
"Lha mesti siap," kasian nek dia kepengen," sahut dua mbok yang menyayangi Wiwien seperti pada anaknya sendiri.
Sejak Subuh tadi Awan sudah pindah ke kamar ayahnya. Dia memang sering seperti itu. Bangun hanya untuk pindah kamar saja.
"Dedek enggak lapar?" Tonny mengusap perut istrinya yang kembali lelap sejak selesai salat Subuh tadi.
Wiwien yang merasakan usapan lembut suaminya membuka mata. Dia merentangkan tangannya minta dipeluk.
__ADS_1
Tonny memeluk dan menciumi wajah perempuan yang bisa membuatnya bertekuk lutut itu.
"Bangun, kita sarapan yok. Ayah laper banget," ajak Tonny.
"Ayok. Dedek juga lapar," Wiwien mengelus perutnya. Tonny mencium perut Wiwien dari balik kaos baju tidur Wiwien.
\*\*\*
"Wah sudah matang semua ya Mbok. Aku malah baru bangun. Wiwien merasa bersalah karena tak membantu masak.
Wiwien menyiapkan bubur untuk suaminya. Dan untuk dirinya juga dengan banyak cakwe. Wiwien menambahkan sambal dan mengambil peyek teri yang dia inginkan sejak kemarin.
"Makan yang banyak *sweetheart*. Kamu makan berdua lho," Tonny menegur Wiwien yang hanya mengambil sedikit bubur tapi banyak ayam dan cakwe saja.
"Kamu nggak kerasa apa-apa?" Tanya Tonny.
"Mas nggak usah cemas ini bukan penyakit ini tuh hamil. Aku nggak apa-apa dan kalau pun ada *morning sickness* itu wajar.
Tonny mana bisa dibilang suruh diam? Suami Wiwien itu sedang *excited* mempunyai istri yang hamil!
"*Sweetheart* belum punya susu ibu hamil kan?" kata Tonny. Dia ingat hasil belajarnya semalam.
"Kemarin aku udah beli satu rasa dan udah minum koq," Wiwien rupanya memang menyembunyikannya kehamilannya dari Tonny dan dua mbok dirumahnya agar kejutannya benar-benar sukses.
"Ya udah sekarang kamu harus banyak makan yang berprotein karena pembentukan otak bayi dari sejak dia terjadi hingga umur bayi di dalam kandungan itu empat bulan," kata Tonny lagi.
Pokoknya bapak kita ini sudah paling pintar. Pakar pun kalah sama dia. Padahal hasil baca semalam aja tuh.
__ADS_1
"Mbok," kata Tonny lagi. Biasa kedua mbok wajib makan bersama.
"Sudah jelas kan Wiwien sekarang sedang hamil. Saya minta perhatiannya. Jangan sampai dia bekerja yang berat," kata Tonny mawanti-wanti mbok Ipah dan Mbok Ranti.
"Mas bikin aku pengen ketawa," sela Wiwien.
"Kenapa pengen ketawa?" Tonny yang sedang serius bingung mengapa istrinya ingin tertawa. Padahal dia tidak sedang melucu.
"Gimana nggak ketawa? Apa yang aku lakukanndirumah ini nggak ada pekerjaan berat. Kita nggak ngangkatin ember atau balok kayu. Masak itu pekerjaan ringan bukan pekerjaan berat. Cuci baju sudah dilakukan mbok Ipah, nyapu ngepel dikerjain mbak Ranti." Wiwien menjelaskan mengapa dia tertawa karena tak ada pekerjaan berat sama sekali untuk dia lakukan dirumah itu.
"Jangan pernah gendong mas Awan. Ingat itu. Mbok perhatikan jangan sampai dia angkat berat," pesan Tonny lagi.
"Kalau mas Awannya yang merengek gimana?" Wiwien antisipasi bila Awan merengek.
"Ayah akan beri pengertian pada mas Awan. Dia sudah besar dan pasti mengerti kalau kita kasih tahu," jawab Tonny. Memang selama ini Tonny berhasil berkomunikasi dengan putra sulungnya itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ya.
Q

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul itu ya.
__ADS_1