
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ya ntar gua pikir lagi deh," tegas Bayu. Dia memang memikirkan saran Herman itu solusi cukup baik. Tapi enggak bisa gegabah juga kan sama sebuah pernikahan.
Pernikahan dengan orang yang dia cinta aja bisa kandas, lebih-lebih bila nikah hanya karena untuk menolong orang lain.
"Udahlah nggak usah kebanyakan mikir. Lu pikir-pikir lagi, pikir-pikir lagi nggak bakal abis. Langsung eksekusi aja. Gue yakin dia jodoh loe," desak Herman.
"Udah pokoknya gitu aja. Ayo kita balik abis makan ini. Kita masih banyak kerjaan."
"Oke nanti gua bilang ama nyokapnya deh. Kalau udah gue kasih tau nyokapnya baru gue bilang sama Nisa. Tapi setelah gua pikir dulu sih baik buruknya," Bayu masih maju mundur. Dia tak siap menikah dengan sosok yang tidak dia kenal itu.
"Gue bilang elo ama dia sama-sama nolong. Mending elo jadiin aja," kata Herman.
Mereka pun segera menghabiskan makannya dan kembali ke kantor.
\*\*\*
"Assalamu'alaykum Bu," Bayu memberi salam pada orang yang dia hubungi malam ini.
"Wa'alaykum salam nak Bayu, ada perkembangan?" Murniati langsung merespon salam Bayu.
Malam ini akhirnya Bayu menghubungi ibu Murniati, ibu angkat Nisa. Dia ingin bicara berdua dengan Murniati.
"Belum ada perkembangan, tapi saya ingin diskusi aja Bu. Mungkin kita bisa mencari solusi yang Ibu hadapi. Kapan ya bisa ketemu Ibu?" Tanya Bayu sopan.
"Oh besok bisa di rumah sakit," malam ini Murniati sudah kembali ke rumahnya. Nisa berjaga di rumah sakit.
"Saya akan temui Ibu jam makan siang. Ibu kasih tau aja ruangan bapak di mana," kata Bayu.
Ternyata sehabis pemakaman bapaknya Nisa dikembalikan ke rumah sakit karena Murni takut kalau lama di luar rumah sakit lebih parah lagi penyakit suaminya.
\*\*\*
"Kamu kenapa sudah masuk kerja? Bukankah kamu masih diberi izin dan boleh besok masuk kerjanya?" Bayu melihat Nisa sudah berada di ruangannya ketika dia tiba di ruang kantorrnya.
__ADS_1
"Di rumah bingung Pak. Ayah saya sudah di rumah sakit lagi. Saya tak ingin dapat penilaian buruk bila sering izin. Saya takut gaji saya tak cukup untuk menafkahi semua anak panti asuhan bila ayah saya tiada. Karena selama ini semua biaya panti dari gaji ayah saya," Nisa sudah bersiap bila harus jungkir balik mengelola panti asuhan tanpa biaya gaji ayahnya lagi.
Nisa tahu penyakit ayahnya bisa saja membuat sang ayah di non aktivkan dari kantor. Artinya pendapatan ayahnya hanya akan mendapat gaji pokok. Itu tentu tak cukup buat hidup anak-anak panti.
"Gue kabur dulu ke rumah sakit. Mau bicara ama nyokapnya Nisa. Kalau nanti balik agak telat loe tahu alasan gue," bisik Bayu sebelum dia pergi ke rumah sakit.
"Asal jangan kelamaan. Toleransi gue 30 menit doang," balas Herman.
"Satu jam lah. Kan jarak baliknya muter," tawar Bayu. Dia tak menunggu jawaban boss sekaligus sahabatnya. Bayu langsung ke luar kantor.
\*\*\*
Pulang kantor Bayu langsung ke rumah Joko dan Iis.
"Assalamu'alaikum Yah, Bu," Bayu memberi salim pada kedua orang tua kandungnya.
Joko bersikap ramah walau pun masih datar.
"Yah, Bu saya ada sedikit persoalan," Bayu membuka wacana pembicaraan sore ini.
"Satu minggu lebih berapa hari ada staf baru di ruangan saya, menjadi asisten pribadi saya," Bayu baru masuk prolog. Pak Joko langsung menukas.
"Kamu ngapain dia?" tanya Joko cepat.
"Maaf Yah, saya bukan Bayu yang kemarin," jawab Bayu. Dia tahu Joko masih menilainya buruk. Itu bukan salah Joko karena memang itu akibat kesalahan yang dia buat di masa lalu.
"Namanya Nisa, Khairunnisa, dia bilang sendiri dia adalah anak angkat dari pemilik panti asuhan. Sampai saat ini dia tidak tahu siapa orang tua kandungnya."
"Dia baru satu minggu kerja di ruangan saya tapi sudah enam bulan di kantor saya."
"Kemarin neneknya meninggal saya takziah Bu, Yah," kata Bayu.
"Saat itu ibunya memanggil saya minta bicara penting berdua. Dia bilang Nisa adalah keponakan kandung suaminya."
"Ibunya Nisa sekarang sedang sakit parah dan bapaknya juga sakit jantung sedang dirawat di rumah sakit saat ini."
__ADS_1
"Ibunya bilang dia takut meninggalkan Nisa sendirian karena Ayah kandungnya mau jual dia ke prostitusi untuk bayar hutang judinya dan nanti hasil kerja hariannya untuk dia main judi lagi."
"Ibunya minta tolong supaya saya menyelidiki siapa pacarnya Nisa agar bisa terbebas dari perlakuan Ayah kandungnya."
"Kan ayahnya di rumah sakit kok Ayahnya mau ngejual. Itu tuh gimana?" Iis bingung.
"Nisa itu kan keponakan dari pemilik panti asuhan Bu. Biar enggak bingung aku sebut nama aja deh."
"Nisa dirawat oleh bu Murni dan pak Syamsul. Mereka pemilik panti asuhan. Nah bu Murni bilang, Nisa itu keponakan kandung pak Syamsul."
"Ibu kandung Nisa bernama Nurbaeti atau Nunung, dia diperkosa oleh ayah tirinya yang bernama Ahmad!"
"Nunung meninggal saat melahirkan, tapi Nisa tak boleh diadopsi oleh Syamsul. Ahmad mendaftarkan Nisa sebagai anaknya dan Yuni ibu kandung Nunung. Yuni nenek kandung Nisa."
"Dari tadi pakai nama, Ayah enggak akan bingung," Joko berkomentar.
"Oh ya ya ya ya ya Ibu ngerti dengan jelas sekarang," Ibu Iis mengerti.
"Pak Ahmad sejak Nisa SMA mau ngejual Nisa. Tapi selalu ditahan Yuni dan Syamsul. Kemarin Yuni meninggal dan Syamsul juga sangat parah kondisinya."
"Terus Murni bilang cariin siapa pacarnya Nisa biar bisa nikah jasi dia terhindar dari ulah Ahmad."
"Kemarin saya diskusi sama Herman. Ayah ingat Herman kan? Sahabat saya sejak SMA, anak pemilik kantor tempat saya bekerja sekarang," jelas Bayu.
"Herman bilang nyari suami kok sembarangan nanti kalau Nisa malah cuma disakitin sama suaminya gimana? gitu kata Herman. Saya pikir juga emang kasihan kalau Nisa disakiti suaminya. Dan kasihan bila suaminya tak mau menunjang panti asuhan yang nanti akan jatuh ketangan Nisa," Bayu sudah berpikir dia akan memberikan sebagian gajinya untuk panti bila dia jadi suami Nisa.
"Herman bilang : ya udah kamu aja sama Nisa sama-sama menolong kamu menolong dia terbebas dari bapak kandungnya dan Nisa menolong aku mendapatkan jodoh."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.