
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Wiwien tersenyum menggoda Tonny. Tentu saja itu membuat komunikasi mereka kembali hangat.
"Turun ya. Ini rumah Ayah. Ini rumah mas Awan juga. Kita keluar yok," ajak Tonny sambil menggandeng aputra mereka.
"Liat ini, sepeda mas Awan ada disini. Ini rumah mas Awan kan? Mau naik sepeda?" Tonny menawarkan Awan untuk naik ke sepedanya.
"Nda mau." Tolak Awan.
"Ya sudah kalau enggak mau. Ayah mau maem dulu. Mas Awan main sendiri suka-suka ya," Tonny mengambil nasi kotak yang masih tersisa enam.
"Mas Suli. Makan sore yok. Sayang kalau nggak dihabiskan. Atau nanti kalian bawa pulang semua ya. Jangan buang makanan," tanpa menunggu jawaban Suli, Tonny membuka kotak makannya. Dia duduk di sofa ruang tengah. Memperhatikan Suli yang sedang memindah furniture sesuai arahan nyonya rumah.
"Kebiasaan kan, pasti tadi enggak makan sehabis sidang," Wiwien menegur suaminya.
"Sidang selesai jam sebelas *Sweetheart*. Lalu Mas ke kantor sampai jam dua karena mulai minggu depan mas kerja full dari hari Senin sampai hari Jumat aja. Mas atur ulang semua jadwal."
"Nah habis itu kepikiran pulang sebelum kamu telepon. Tapi ada pak Pangestu datang. Jadilah kami ngobrol sebentar. Lupa makan deh," seakan tak bersalah suami Wiwien bercerita santai.
__ADS_1
Tonny menyodorkan tangannya. Dia suapi Wiwien nasi ayam geprek bumbu lada hitam yang dimakannya.
"Nasinya sudah dingin. Kalau hangat pasti lebih enak ya Yank," kata Tonny.
"Buatku nasi dingin atau hangat selama disuapi suamiku tetap enak," Wiwien jujur berkata seperti ini. Karena dua tahun pernikahannya dengan Bayu, hal itu tak pernah terjadi.
Tonny tersadar, sampai kapan pun dia akan ada pembanding. Itu fakta. Tapi dia berjanji akan selalu menjadi pemenang saat dibandingkan dengan Bayu.
Tentu bila dibandingkan dalam hal manis dan baik. Tak mau menang bila dibandingkan dalam hal buruk seperti perselingkuhan dan tak setia nya.
Walau mereka sedang bicara berdua, mata mereka tetap memperhatikan Awan. Lelaki kecil itu sedang eksplore rumah barunya. Dia yang biasa di ruko sempit, sekarang bebas kemana pun.
Seperti di ruko, besok Wiwien akan meminta mas Suli membuat pintu penjaga untuk Awan.
Dapur belakang berada di ruang terbuka. Ada taman juga disana. Awan boleh bermain disana bila ada orang. Jadi bila tak ada yang mengawasi harus ada pencegah lelaki kecil itu kesana.
Karena ada tabung gas dan juga daerah cuci setrika yang bahaya bila Awan mendekati tanpa pengawasan.
"Aku udah siapin teh dan cemilan aku pikir Mas udah maem. Malah Mas maem nasi," Wiwien mengambil kptak bekas makan Tonny.
"Pasar dimana Mas? Warung sayur?" Tanya Wiwien.
__ADS_1
"Coba suruh simbok tanya ke satpam perumahan. Setahu Mas, ada tukang sayur menggunakan motor tiap pagi," jawab Tonny.
"Kalau untuk keperluan pelengkap bisa lah kita beli di tukang sayur. Karena pasti harga untuk perumahan elite seperti ini mereka meninggikan harga. Lebih aman belanja sekaligus di pasar," mulai deh perhitungan ibu rumah tangga Wiwien terapkan.
Wiwien juga akan membeli motor untuk simbok wira wiri. Dari rumah keluar pos satpam saja jauh. Apa lagi ke warung sayur atau pasar.
"Tadi mama telepon pengen main. Wien bilang hari Sabtu aja. Gimana Mas? Kita bikin dari makan siang sampai makan malam. Halaman belakang bisa buat bebakaran," cetus Wiwien.
"Setuju banget Sweetheart. Kita belum pernah kan bikin acara bebakaran di keluarga?"
"Tapi saat mengundang kita jelaskan pertemuan dari makan siang hingga makan malam. Jadi enggak ada yang pulang keburu-buru," Tonny menyetujui keinginan istrinya.
"Oke, sekalian ngebahas persiapan resepsi yang sudah depan mata ya Mas," sahut Wiwien. Dia akan mulai mengatur team dapur dengan moh Ipah dan mbok Ranti.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.