
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Bayu memeluk erat Nisa istrinya. Bayu tahu Nisa sangat terluka. Bayu membawa Nisa menuju ke mobil karena tak kuat saat melihat jenazah Samsul masuk ke liang lahat.
Saat itu orang berteriak melihat Murni pingsan.
Akhirnya pemakaman usai sudah.
Hari ini hari ketiga dari meninggalnya Syamsul.
"Ibu kami nggak bisa lama-lama di sini."
Nisa pamit pada Murni dia harus kembali ke rumahnya. Dia akan memulai rumah tangga dengan suaminya.
"Iya Nis nggak apa apa. Sesekali tengokin ibu ya," kata Murni.
"Iya Bu," jawab Nisa. Hari ini Nisa pindah ke rumah baru kontrakan mereka. Kemarin Bayu juga sudah keluar dari rumah kost. Bayu lebih dulu mengurus barang-barangnya sementara Nisa masih sibuk dengan keluarga besarnya di rumah Murni.
Sehabis menaruh barang-barangnya Nisa maka mereka mengunjungi toko furniture.
"Kita beli yang urgent dulu aja ya Nis," ucap Bayu. Bukan tak ada uang untuk beli sofa dan lain-lain. Tapi Bayu berpikir harus ada dana saving buat hal lain.
__ADS_1
"Aku ngerti Mas. Enggak usah mikir enggak enak," kata Nisa.
Hari itu mereka hanya beli satu buah kasur big size tanpa ranjang. Hanya membeli tambahan bantal dan guling serta empat sprey.
Mereka juga membeli satu buah lemari pakaian besar. Itu isi kamar. Tak ada meja rias atau yang lainnya.
Untuk dapur Nisa membeli peralatan dapur yang standar. Mesin cuci juga kulkas. Pastinya Nisa beli kompor dua tungku dan tabung gas. Nisa tak membeli majic jar karena ada milik Bayu dari kamar kost nya dulu.
Tak lupa Bayu membeli dua karpet. Satu karpet tebal lebar yang akan dia gelar di ruang tamu. Sebagai pelengkap karpet ini Nisa membeli meja kecil pendek dan banyak bantal bulat kecil untuk ruang tamu mereka.
Bayu juga membeli. karpet tipis kecil untuk digelar di saat mereka akan makan.
Nisa meminta dibelikan meja kayu sederhana yang tidak di plitur di pinggir jalan. Juga beberapa dingklik kayu untuk dia masak.
Meja kayu itu dilapis karpet plastik dan menjadi meja kompor.
Bayu sedang menunggu barang belanjaannya datang yaitu lemari pakaian, kasur tanpa ranjang dan beberapa alat dapur seperti misalnya tabung gas dan segala macam yang dia beli tadi.
"Bismillah ya Nis, kita masuk rumah baru," kata Bayu.
"Iya Mas ayo kita doa dulu," ajak Nisa. Mereka berdoa berdua.
__ADS_1
Bayu bertekad dia tak ingin punya kisah yang tidak lengkap lagi dia tidak ingin merasakan UNCOMPLETED STORY seperti yang dia alami dengan Wiwien.
"Nggak apa apa ya nggak ada ranjang dulu," ucap Bayu lagi.
"Mas sekali lagi Mas ngomong gitu Mas dapat gelas lho," ucap Nisa sambil mulai mengatur peralatan dapur. Tadi Nisa juga membeli rak piring besi yang harus di rakit.
"Kenapa?" Tanya Bayu bingung.
"Mas selalu ngulang-ulang kata itu seakan nggak percaya diri. Mas tahu kan aku walau pun diangkat anak oleh ibu Murni tapi aku tinggal di Panti Asuhan. Aku hidup dalam keterbatasan. Aku nggak pernah ingin neko-neko Mas. Yang penting hati bahagia," jawab Nisa jujur.
Tanpa sadar Bayu memeluk istrinya.
"Iya Nis semoga kisah kita akan komplit tidak seperti kegagalanku dengan Wiwien," Bayu mengecup kening istrinya.
Sampai sini kisah cinta lengkap milik Bayu dan Wiwien selesai ya. Tamat hari ini.
Terima kasih telah membaca hingga akhir. Jangan lupa baca kisah baru yanktie yang berjudul LOVE FOR AMOR

Dan kisah ENGAGED TO HIS SON, MARRIAGE TO HIS DADDY.
__ADS_1
