UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
BERTEMU PRICILLA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Made tertegun ketika Bachtiar bercerita tentang liciknya Monica. Bachtiar juga mengaku terinspirasi mengecek hubungan dia dan Pricilla setelah ada kasus Pram.



Pricilla yang 'polos' saja bisa menipu Made, apalagi Monica. Itu pikiran Bachtiar saat ingin test DNA.



"Tonny ini yang bantu aku buat menang-in hak asuh Pram Dadd. Kalau Daddy liat Cilla kerja. Daddy kasih tau aku ya. Nanti aku kirim nomor ponsel baru aku dan *ajik* ( ayah dalam bahasa Bali a)."



"Kalau Cilla enggak kerja maka kesempatan dia dapat hak asuh Pram jadi lebih kecil Om. Nanti sesudah keputusan ya dia bisa kerja agar enggak jadi sampah masyarakat," tukas Tonny.



"Baik. Daddy akan suruh banyak orang kasih info ke Daddy kalau dia sudah bekerja," jawab Bachtiar yang mengerti tujuan Tonny. 



Sehabis makan mereka pindah ke ruang tengah. Kemarin Tonny minta disediakan printer.



Sambil menunggu Tonny menyiapkan berkas, Made menghubungi ayahnya. Dia berikan ponselnya pada Bachtiar untuk ngobrol dengan ayahnya.



Kedua lelaki itu bicara akrab dengan bahasa Bali.


\*\*\*



Tanpa menunggu malam persoalan kerja Tonny selesai karena pengacara yang domisili di Bali juga tadi sudah datang mengambil berkasnya. 

__ADS_1



Sekarang penganten baru itu jalan-jalan menikmati keindahan pantai di waktu malam.



"Itu bukannya Pricilla?" Tanya Wiwien. Walau baru dua kali melihat, tapi Wiwien tak akan lupa perempuan busuk itu.



"Sepertinya iya. Biarkan aja." Tonny memeluk erat istrinya dan mengecup ujung hidungnya dengan lembut.



"Harto," ternyata Pricilla melihat keduanya dan menghampiri pasangan itu.



"Ha ha ha, ini Mas anak pe-lacur yang jebak om Tiar dengan bayi sampah dan bikin tantemu bunuh diri? Ternyata dia juga jebak Made dengan bayi orang lain di perutnya!" Wiwien yang sekarang punya kekuatan hukum sebagai istri sah Tonny tak mau tinggal diam.



Pricilla kaget Wiwien tahu masalah hidupnya.




"Hallo Pricilla. Kamu akan tahu kekuatan kami di pengadilan!" Sapa Tonny tanpa bersalaman.



'*Sia-sia aku mencari dia untuk minta pertolongan. Ternyata Made malah sudah terikat kerjasama dengannya*,' batin Pricilla.



"Apa sudah bawa semua barang keluar sehabis ditendang ayah mertuamu siang tadi?" Rupanya Wiwien belum selesai bicara.



Tanpa banyak bicara Pricilla langsung balik badan meninggalkan pasangan yang menurutnya sangat menyebalkan itu. 


__ADS_1


"Sebel. Jadi mereka tahu aku diusir ajik siang tadi. Mereka tahu tipuan mommy dan kasus Pram!" Pricilla ngedumel sambil menendangi pasir di pantai itu. 



Selain bayar kontrak rumah sangat sederhana di dalam gang kecil Pricilla juga harus mengeluarkan uang untuk membeli motor bekas agar dia tak kesulitan bergerak. 



Pricilla benar-benar terpuruk. Andai dia bisa memutar waktu. Dia pasti akan mencegah terjadinya hubungan badan sebelum pernikahsn.



'*Perempuan itu. Dia merasa sudah paling hebat menjadi istri Harto. Aku benci dia*!' Pricilla sekarang menyalahkan Wiwien.


\*\*\*



Kembali ke kamar adalah kembali *naked*. Tak ada ampun dari Tonny. Dia tak pernah membiarkan Wiwien lepas dari pelukannya.



Senapan kecil milik Tonny tak pernah bosan mengeluarkan pelurunya. Itu sebabnya tadi Wiwien membawa sate lontong untuk bekal makan tengah malam walau ada banyak roti isi keju, ayam dan coklat di kamar mereka



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1674668923684.jpg)


__ADS_1


itu ya.


__ADS_2