UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
DUDA BULUK


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Beneran enggak apa apa?" Tanya Bayu pada istrinya.



"Iya Mas, para perawat tahu tiap pagi aku kerja. Kan kalau telat bahaya buat absenku," Nisa sedang membersihkan tubuh Syamsul.



"Jadi sebelum ibu datang perawat akan sesekali melihat ayah," Nisa pun mencuci tangan lalu bersiap mandi untuk pergi ke kantor.


\*\*\*



Hari ini Bayu dan Nisa pergi ke kantor berdua. Hari pertama setelah resmi jadi suami istri. Belum ada interaksi kata sayang atau sikap manis dari keduanya. Hubungan mereka masih seperti di kantor. Kaku.



Nisa seperti biasa tidak menunggu Murniati karena terbentur dengan jadwal jam kerja. 



Nisa terikat dengan absen. Kalau jam kerjanya Bayu kan beda. Dia bisa semaunya datang karena kadang pulangnya juga sampai tengah malam.



Begitu sampai kantor rupanya kabar pernikahan sudah merebak. Beberapa karyawan ada yang telah melihat foto-foto Herman dan Steven bersalaman dengan kedua mempelai.



"Wah pengantin baru udah langsung kerja nih," kata beberapa teman yang tahu kalau Nisa sudah menikah. Teman lain yang tidak tahu tentang info pernikahan pasti langsung saling pandang seakan janjian untuk ngerumpi membahas pernikahan Nisa.



Di luaran tidak ada kabar kelakuan buruk atau sebab mengapa Bayu bisa bercerai.



Yang semua tahu bahwa Bayu itu telah bercerai tanpa ada yang tahu penyebabnya.



Maka banyak gadis atau janda yang ngejar Bayu, bahkan artis iklan juga sering sengaja menawarkan diri agar terus dipakai oleh perusahaan ini karena Bayu adalah wakil manager produksi.



Hari ini banyak yang julid ketika tiba-tiba Nisa sah menjadi istri Bayu. Padahal baru pindah ke ruangan Bayu.



"Jangan-jangan Nisa dipindahin karena permintaan Pak Bayu ya udah pacaran lama pasti mereka."



"Apa pak Bayu dijebak ya, sehingga terpaksa langsung nikah walau baru satu minggu satu ruangan?"



"Koq bisa ya Nisa kepilih ama pujaan kita para jomblowati?"



Ah banyak pokoknya bisik-bisik tentang Nksa yang bisa menikah dengan Bayu.



Bayu hanya menganggap angin lalu ketika mendengar selentingan berita itu.



Begitu pun Nisa, karena hanya mereka yang tahu mengapa mereka bisa menikah.



Di depan orang banyak Nisa masih memanggil Bayu dengan sebutan Pak. Karena kantor adalah ruang formal.



Di ruangan, berdua pun Nisa tetap memanggil Bayu dengan sebutan Bapak Karena itu adalah formal.



"Nis tolong ini antar ke ruang finance ya. Harus langsung ke bu Kusrini. Jangan letakkan di mejanya atau dititip ke orang lain. Saya sudah kasih catatan untuk revisinya,"  Bayu menugaskan Nisa membawa berkas yang sudah dia coret-coret untuk diperiksa.



"Baik Pak," Nisa mengambil berkas  di tangan suaminya dan bergegas ke ruang bu Rini. 


\*\*\*



"Eh, tadi ada yang lupa," sepeninggal Nisa, Bayu merasa ada sesuatu yang kurang yang harus dia betulkan lagi. Maka dia pun menyusul Nisa ke ruang finance. 



Saat itulah Bayu mendengar semua perkataan Arnold, staff kepercayaan bu Rini manager finance.



Bayu sengaja menunggu sampai selesai dia ingin mendengar full semuanya.



 "Silakan Nis kamu pilih dia aja kalau memang kamu menyesal jadi istri saya."  Bayu langsung mengucap itu dari pintu lalu dia balik badan dan kembali ke ruangannya.



Nisa langsung ikut balik badan dan berlari mengejar suaminya.



Saat itu Nisa bertemu dan hampir menabrak bu Rini yang  beriringan jalan dengan pak Herman. Mereka baru kembali dari lapangan.



"Kenapa Nis?" tanya Bu Rini lembut seperti biasa.



"Saya nggak tahu Bu. Tapi saya sedang dalam masalah besar," kata Nisa mulai terbata.



"Ada apa?" tanya Herman bingung.


__ADS_1


"Sepertinya pak Bayu marah," jawab Nisa sambil  menunduk.



"Kalian baru nikah satu hari udah bertengkar?" Tentu Herman bingung karena dia hafal Bayu bukan sosok pemarah.



"Pak Bayu marah mendengar kata-kata Arnold. Kata-katanya menyinggung Pak Bayu. Dia dengar di belakang saya saya nggak tahu ada Pak Bayu saat itu. Maaf Bu saya langsung ke ruangan Pak Bayu." Nisa pun pamit pada kedua orang itu.


\*\*\*



"Mas dengerin aku," kata Nisa pada suaminya. Ya dia menyebut Mas, artinya Nisa bukan bicara pada atasannya kan?



"Enggak perlu dijelaskan. Saya dengar semuanya kok Nis. Dan saya tahu diri." Bayu kembali menggunakan kata SAYA.



"Kalau saya hanya cari pasangan halal, tadi malam di rumah sakit saya bisa kok maksa kamu. Karena saya suami sah kamu!"



"Kan Mas dengar aku juga nggak nanggepin kan?  Mas dengar aku nggak mengiyakan dia. Kenapa jadi marah sama aku?" tanya Nisa.



"Saya enggak marah Nis. Sekali lagi saya tekankan kalau saya sadar diri! Makanya tadi saya bilang :  Silakan jika kamu mau pilih dia aja kalau memang kamu menyesal jadi istri saya." Bayu langsung focus pada laptopnya.


\*\*\*



"Wah gawat nih," kata Herman.



"Kayaknya anak buah Bu Rini cari mati deh. Dia bikin ribut sama Bayu." Herman menyesalkan Arnold salah pilih lawan.



"Emangnya kenapa?" Rini malah bingung.



"Kalau cuma soal emosi sih, Bayu nggak emosian. Masalahnya kasihan Nisa kan baru satu hari nikah, jadi terbebani. Dan orang yang membuat Bayu terluka akan malu seumur hidup karena Bayu tak pernah ingin menyakiti siapa pun," Herman menjelaskan siapa Bayu sebenarnya.



"Sebenarnya apa yang terjadi ya?" Herman jadi penasaran. Apa yang menimpa pasangan pengantin baru itu.



"Iya, apa yang terjadi?" Tanya Rini.



"Wah saya nggak tahu kan kita pergi bersama," kata Herman.



"Nanti saya cari tahu deh Bu ke Bayu." jawab Herman.


 \*\*\*




"Oh oke," tanpa banyak cakap Bayu  pun segera keluar dari ruangannya menuju ruangan Herman.



Di ruang Herman ada Bu Rini. Jadi Bayu pikir memang mau bicara tentang dana buat proyek.



"Ada apa lo sama bini lo?" Herman langsung menembak Bayu.



"Nggak ada apa-apa," jawab Bayu tenang.



"Gue ketemu bini lu barusan ngejar lo. Ada apa?" Desak Herman.



"Udahlah, nggak usah dipikir," Bayu menghindar bicara kejadian barusan.



"Nggak bisa begini. Lu harus ngomong," Herman tetap memaksa Bayu.



Akhirnya Bayu pun menceritakan bagaimana Arnold minta Nisa segera membuang dirinya untuk berpaling pada Arnold.


\*\*\*



Penasaran nggak sih Bayu dengar apa diruang finance tadi?



Kita mundur ke belakang ya.



Bayu membuka pintu ruang finance pelan. Bukan membuka pintu sih, karena tinggal dorong aja. Pintunya nggak ketutup waktu Nisa masuk tadi.



"Ada Bu Rini nggak?" tanya Nisa pada Arnold.



"Bu Rini lagi keluar sama Pak Herman dan pak Steven," kata Arnold.



"Oh baik deh nanti saya kembali lagi," jawab Nisa. Tadi Bayu sudah pesan kalau berkas yang dibawnya tak boleh dititipkan apalagi hanya ditaruh di meja bu Kusrini.



"Nis, sebentar,  gue mau bicara" kata Arnold.



Nah dari mulai "*Gue mau bicara*"  itu Bayu sudah ada di pintu!

__ADS_1



"Mau bilang apa?" tanya Nisa tanpa curiga.



"Kamu tuh ngapain sih sama kawin ama duda buluk itu?"



"Soal gaji, gaji gue sama dia hampir sama kok. Selisih dikit doang tapi income gue lebih banyak dari dia."



"Soal tampang, gue lebih menang lah dari duda buluk itu."



"Apalagi umur! Jauhlah duda buluk ama gue yang masih seger ini. Cari apa lu ama dia?"



"Lu mau cari jabatan? Gue bisa cepet orbitin lo."



"Dia cuma cari perempuan halal doang. Lepasin aja. Gue enggak apa apa deh dapet bekas dia." Arnold dengan pedenya bicara kalau dia lebih unggul dalam segala hal dari Bayu.



"Terus kalau anda lebih menang gaji, anda lebih menang umur dan anda lebih menang ganteng anda  mau ngapain?" kata Nisa.



"Mending kawin sama gue daripada ama duda buluk itu." Arnold tetap aja ngeyel



"Dia jodoh saya. Kamu mau apa? Kalau kamu lebih menang gaji, menang ganteng dan menang muda umurnya, kenapa belum laku?" Cecar Nisa tak mau kalah.



"Udah Nis, buang aja dia terus lu kawin sama gue nggak apa apa deh gua dapet sisanya dia!" 



"Silakan Nis kamu pilih dia aja kalau memang kamu menyesal jadi istri saya." Tetiba Arnold dan Nisa mendengar suara Bayu. 



Gitu tadi **flashback**-nya.



Rini tentu saja tidak terima mempunyai staff berkelakuan buruk seperti itu.



Rini langsung menghubungi Steven dan minta Steven memberikan mutasi untuk Arnold. Perempuan lembut itu tak suka bekerja dengan orang yang tidak sopan seperti itu.



"Maaf Bu Rini jangan. Jangan diberi SP atau mutasi nanti dia akan koar-koar bawa saya yang menyuruh."



"Sudah nggak usah bicara biarin aja. Saya nggak mau orang akan mengira saya arogan dan menggunakan kekuasan saya," Bayu melarang Rini.



Kusrini melihat bahwa ternyata Bayu adalah pribadi yang baik lalu dia pun mengabulkan permintaan Bayu.



"Oke, satu kali ini saya diam tapi tidak untuk berikutnya Pak Bayu," jawab Bu Rini.


\*\*\*


"Nis, berkas yang sudah dicoret-coret pak Bayu bawa ke ruang saya ya.  Sekalian kita makan siang bareng."



"Mas, bu Rini minta berkas itu aku antar ke ruangan dia sekalian dia ngajak makan siang," Nisa pamit pada suaminya.



"Ya," Jawab Bayu.



"Mas mau aku bawain makan apa?" Tanya Nisa.



"Aku makan sama Herman aja, tadi janjian ama Steven juga," Bayu bukan menolak dibawakan makan. Tapi dia memang sudah janjian dengan Steven dan Herman.



"Gila ya Nis, saya beneran enggak percaya lho. Orang lain dibela gitu pasti seneng. Eh pak Bayu malah melarang saya buat usulin Arnold dimutasi!" Rini bicara pada Nisa. Dia cerita bagaimana Bayu menolak keputusannya.



"Itulah Pak Bayu Bu. Orang selalu menilai dia jelek tapi dia tidak pernah melakukan hal-hal buruk," jawab Nisa.



"Saya yakin kalau tadi Pak Bayu membiarkan ibu melakukan itu di kantor ini langsung akan tersiar kabar bahwa Pak Bayu yang melakukan."



"Nggak nyangka loh orang punya jabatan seperti dia pasti pakai jabatannya untuk bertindak. Dia mah enggak," jawab Bu Rini.



Sejak tadi Arnold  mendengar semuanya. Arnold jadi malu sendiri ternyata Bayu tidak seburuk yang dia sangka.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1677331506642.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.

__ADS_1


__ADS_2