UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
SIASAT MBOK RANTI


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Kamu mau pulang bersamaku atau bagaimana?” tanya Tonny saat mereka baru saja tiba di rumah mbok Ranti.


“Kamu baru tiba. Lalu sekarang mau langsung kembali ke Jakarta?” Wiwien tentu khawatir dengan kondisi tubuh Tonny. Dia tak ingin lelaki itu sakit karena kelelahan atau malah mengalami celaka karena ngantuk.


“Mau apa lagi aku disini? Kamu toch tak mau bicara denganku,” saut Tonny sambil keluar dari mobilnya. Dia ingin menidurkan Awan lalu pamit saja.


“Ini Mbok,” Tonny memberikan Awan pada simbok. Dia tak mau mengoper pada Wiwien. Dengan perlahan mbok Ranti menerima Awan dari gendongan Tonny.


“Saya langsung pamit saja Mbok. Assalamu’alaykum,” bergegas Tonny menuju pintu untuk pulang kembali ke Jakarta. Dia bertekad akan menghancurkan Pricilla apa pun kondisinya.


“Pak,” panggil simbok lirih.


“Iya Mbok,” jawab Tonny sambil berbalik badan.


“Tunggu depan sebentar. Ada yang saya mau titip untuk Ipah,” bisik mbok Ranti agar tak mengganggu Awan.

__ADS_1


Tonny menunggu simbok di dekat mobilnya. Dia membakar gulungan tembakau bermerek yang satu bulan ini kembali sering berada di sela bibirnya. Tonny melihat simbok keluar membawa sebuah besek kecil.


“Mengapa Bapak mau langsung pulang tanpa membawa mbak Wiwien?” tanya mbok Ranti sedih.


“Saya enggak bisa maksa dia Mbok. Dia tak mau mendengar apa yang akan saya katakan. Bahkan dokter bilang Awan sakit karena sering berteriak atau salah makan. Kenapa itu bisa terjadi? Bukankah Wiwien selama ini sangat memperhatikan Awan? Mengapa dia bisa ‘menyiksa Awan seperti itu karena dia benci saya Mbok?” keluh Tonny.


“Sejak bertemu di mobil travel waktu berangkat dari Jakarta. Sampai hari ini, mbak Wiwien enggak pernah cerita apa pun masalah dengan Bapak. Tapi saya sering tahu dia menangis tengah malam. Atau kadang saya hanya melihat matanya bengkak ketika pagi hari,” cerita simbok.


“Akhir-akhir ini dia sering bengong, sehingga Awan sering teriak untuk menarik perhatiannya. Kadang sampai Awan menjerit-jerit dia tetap enggak dengar karena sedang melamun. Sampai pernah den Awan nangis tak ada suaranya.”


“Kalau dibiarkan terus, kasihan den Awan. Kalau Bapak sayang, jangan pulang sekarang sendirian. Bujuk mbak Wiwien ikut pulang. Kasihani Awan yang jadi ikut tersiksa dengan permasalahan ini,” inilah sebenarnya niat mbok Ranti bilang akan titip sesuatu untuk Ipah. Dia hanya ingin bicara dengan Tonny saja.


Tonny terperangah mengetahui kondisi sebenarnya. Dia tak akan mungkin membiarkan Wiwien stress sendiri dan juga menyakiti Awan putra mereka. Tonny segera masuk untuk menemui Wiwien.


Dengan pelan Tonny memasuki kamar itu. Dia lihat Wiwien sedang terisak memandangi Awan yang sedang tertidur. Tonny menghampiri dan memeluknya. Dia kecup puncak kepala Wiwien.


Tentu saja Wiwien kaget ketika menerima pelukan dari lelaki yang selama ini dia rindu tapi sangat dia benci.


Tonny mengusap kepala Wiwien yang berada diatas perutnya karena posisi Wiwien duduk sedang dia berdiri. Dia angkat dagu Wiwien agar mereka bisa bertatapan.


“Tidak semua pria sama. Aku bukan seperti Bayu. Harusnya dengar dulu penjelasanku. Kamu bertindak tanpa berpikir panjang dan membuat Awan jadi ikut terbawa susah,” bisik Tonny.

__ADS_1


Tonny mengambil ponselnya. Dia perlihatkan rekaman CCTV kantornya sejak dia menerima pesan dari staffnya tentang kedatangan Pricilla hingga Seroja sang mama memaki dirinya karena melihat Pricilla memeluknya.


“Apa Ayah memeluknya? Apa Ayah mengecupnya?” tanya Tonny lembut.


“Cinta Ayah cuma buat kamu. Kenapa sulit banget percaya?” keluh Tonny. Ini memang resiko yang harus dia hadapi mendekati perempuan yang sakit karena trauma diselingkuhi.


Akhirnya Wiwien luluh. Dia dekap tubuh Tonny yang masih berdiri di depannya. Mendapat perlakuan seperti itu Tonny pun melepas pelukan Wiwien. Dia kecup kening perempuan yang dia cintai.


“Please percaya sama Ayah ya. Ayah sudah tahu rahasia tentang Pricilla. Ayah tanya ke tante Ndari di Tambun, Bekasi. Ayah baru tahu kalau selama ini mama sangat sakit mengingat adik kandungnya yang bunuh diri karena perbuatan ibunya Pricilla.,” Tonny menceritakan selintas apa yang dia tahu soal Pricilla.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


__ADS_2