
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Akhirnya dari dokter itu Pangestu tahu kebohongan yang selama ini Witri lakukan. Skenario busuk menukar bayinya yang telah meninggal dengan bayi orang lain tanpa memberi tahu kejadian sebenarnya.
Pangestu minta copy beberapa berkas tentang kebohongan Witri. Lalu dia langsung menghubungi Tonny untuk menggugat cerai istrinya.
Saat sedang mengajukan gugat cerai Tari kembali sakit demam. Tapi saat ini sudah sembuh.
FLASH BACK OFF
Dari situ Pangestu terluka karena Witri tak mempercayai ketulusan cintanya. Witri juga tega tak memberitahu kalau anak kandungnya sudah meninggal. Andai Witri jujur tentu Pangestu tetap akan mencintai Witri dan mereka bisa mengadopsi bayi sebagai solusinya. Bukan dengan cara membohonginya seperti saat itu.
Witri bertindak dan memutuskan semua sendiri tanpa melibatkan dirinya. Dia tak suka itu. Dan itu tak termaafkan.
Tonny tak bisa berkata apa pun menghadapi sikap keras Pangestu. Tonny juga sadar, tak ada orang yang mau dibodohi selama delapan tahun. ( sejak Witri tahu mengidap kista, lalu hamil dan melahirkan hampir tujuh tahun lalu ).
Witri sendiri sama sekali tak mengetahui kalau kebohongannya sudah terbongkar ketika Tari sakit yang pertama empat bulan lalu. Witri kaget saat diberi gugatan cerai oleh suaminya ketika Tonny datang ke kantornya pertama kali.
‘Aku sangat mencintaimu Kak. Itu alasanku bertindak membohongimu,’ tangis Witri dalam hatinya. Sekarang dia tak tahu lagi harus berbuat apa karena suaminya sama sekali tak bisa memaafkan tindakannya 6,5 tahun lalu.
Tak hanya Pangestu. Ternyata kedua mertuanya juga tak memberi maaf karena kematian cucu kandungnya ditutupi Witri dengan mencari bayi pengganti. Kedua mertuanya tak menyalahkan kehadiran Tari. Tapi sangat membenci Witri karena menyembunyikan fakta tentang cucu kandung mereka.
‘Bahkan papi dan mami juga sangat marah. Dan papa mama tak bisa membenarkan tindakanku,’ keluh Witri dalam batinnya.
Mama dan papanya juga sangat malu mengetahui kebohongan yang Witri ciptakan. Kedua orang tuanya tak bisa menolongnya meminta pengampunan dari Pangestu.
***
‘Rasanya kasus pak Pangestu dead lock. Tak bisa lagi mediasi. Aku harus mengikuti prosedur yang ada. Toch aku sudah berupaya semaksimal mungkin meluluhkan hati pak Pangestu.’ Tonny pun ‘menyerah’ membujuk Pangestu. Karena lelaki itu sudah sangat terluka.
__ADS_1
‘Ah. Aku lupa mengabari Wiwien kalau kasusnya sudah ketok palu,’ Tonny mengambil ponsel pribadinya dan segera menghubungi Wiwien untuk melaporkan keputusan sidang cerainya.
***
“Selamat pagi tante, masih malas bangun ya? Mulai hari ini Wiwien hanya bisa datang pagi aja ya. Hari ini Wien mulai kuliah. Biar enggak kerja di kantor, tapi Wien pengin tetap belajar. Wien nerusin ambil S1 lalu nanti juga akan terusin ke S2. ibu rumah tangga bolehkan pinter?” Wiwien bicara pada Seroja sambil membasuh tubuh perempuan itu.
Sekarang Sashi juga mulai masuk kerja. Sashi menengok sang mama sesudah pulang bekerja. Hanya Rahmad yang bisa rutin nengok. Disela waktu luangnya karena dia dokter dirumah sakit ini.
Tonny masih tetap menginap. Pergi dan pulang bekerja dari rumah sakit. Dan untuk bertemu klien baru setiap hari Sabtu pagi, Tonny memilih bertemu di cafe dalam rumah sakit.
“Saya langsung berangkat ya Bu. Sarapannya jangan lupa dihabiskan,” Wiwien langsung pamit pada bu Waode setelah selesai membasuh tubuh Seroja. Dia ada kuliah pagi.
“Saya berangkat Kak. Assalamu’alaykum,” pamit Wiwien pada Tonny.
“Iya, hati-hati,” jawab Tonny. Dia kagum pada prinsip hidup perempuan gigih itu. Kadang saat siang Tonny sering terbayang wajah dan senyum bahkan tawa Wiwien. Tapi berupaya dia tepis.
***
“Kamu serius kuliah lagi Nduk?” tanya Teguh Susilo. Dia kangen pada Awan dan pulang kerja sengaja mampir ke ruko putrinya. Ternyata Teguh datang lima menit lebih dulu dari Wiwien yang pulang kuliah.
“Baguslah. Jangan terlalu cape. Kamu juga harus membagai waktu dan tenagamu untuk Awan,” nasihat Teguh.
“Ini karena jadwal kuliah siang Pak. Kalau kuliah pagi, jam satu sudah selesai dan maksimal jam dua sudah dirumah koq,” sahut Wiwien sambil meletakkan teh sereh untuk bapaknya.
“Ibu sehat kan Pak?” tanya Wiwien. Dia sudah lama tak menghubungi ibunya.
“Alhamdulillah sehat. Siapa aja yang tahu kamu kuliah lagi. Koq enggak ada yang kabari Bapak?” tanya Teguh.
“Aku emang enggak cerita ke siapa pun Pak. Aku urus sendiri dan langsung aja kuliah. Mbak Asih dan Arno juga enggak aku kasih tahu koq,” sahut Wiwien.
Buat apa dia memberitahu bila akan dengar kata-kata yang menyurutkan semangatnya. Misal : buat apa kamu kuliah lagi buang waktu dan uang, kalau sudah punya usaha sendiri.
__ADS_1
Atau misal : apa diusahamu diperlukan ijazah S1 dan S2? Itu sebabnya untuk hal-hak tertentu Wiwien memilih mengambil keputusan sendiri.
Teguh hanya diam. Dia yakin ada pendapat orang yang pernah mengusik putri kecilna ini sehingga makin menutup diri, bahkan pada dirinya dan Asih. Orang yang paling dekat dengan Wiwien.
Teguh lalu bermain dengan Awan. Karena memang itu tujuannya datang keruko ini.
“Eh, bagaimana proses ceraimu?” tetiba Teguh ingat tentang kasus pernikahan putrinya.
“Alhamdulillah sudah ketok palu minggu lalu Pak,” jawan Wiwien sambil bersiap menyiapkan makan sore untuk Awan. Tadi dia memanaskan bubur Awan di micro wave, dia menyiapkan celemek juga air putih digelas bertutup yang ada lubangnya untuk masuk ke mulut Awan sehingga air tak tumpah.
Awan sudah berusia sembilan bulan. Dia sudah makan bubur saring agak padat, bukan bubur saring halus lagi.
“Eyang, aku mau ma’em dulu ya,” Wiwien mewakili Awan bicara pada Teguh. Dia pasangkan celemek di leher Awan dan mendudukkan bayinya di high chair agar mudah menyuapinya.
“Wah ma’emnya pinter ya. Cepet besar trus temani eyang lari pagi ya,” Teguh melihat cucunya makan dengan lahap.
“Siyaaaap Eyang,” sahut Wiwien kembali mewakili Awan. Dan mereka berdua tertawa.
Ketika Wiwien sudah selesai membersihkan Awan sehabis makan, Teguh pun pamit. Dia tak ingin istrinya cemas karena dia terlambat tiba di rumah terlalu lama. Dia memang tak mengabari Iin kalau mau mampir mengunjungi Awan.
‘Kalau aku tidak mampir, aku pasti tak akan tahu kalau Wiwien kuliah lagi. Atau kalau aku datang di hari Wiwien kuliah pagi. Dia tak akan bercerita karena tidak kepergok keluar rumah. Aku merasa semakin jauh dari putri kecilku ini,’ di mobil Teguh berpikir terus tentang perilaku Wiwien.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta