UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
MAMA HARTO BENAR, AKU ….


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Daddy dari mana?” tanya Pricilla melihat kedatangan sang ayah yang tampak kesal dan berantakan.


“Habis melihat kebenaran,” sahut Bachtiar pelan.


“Apa maksud Daddy?” tanya Pricilla bingung.


“Ternyata kamu 1000% sama dengan ibumu. Kalian sama-sama pela-cur. Daddy enggak sangka kamu membalas semua kasih sayang Daddy sejak kamu dalam kandungan dengan membuang kotoran di wajah Daddy.”


“Karena ada kasus Pram, Daddy jadi berpikir kalau kamu juga bukan anak biologis Daddy. Dan hari ini semua terbukti benar. Kamu entah anak siapa ha ha ha ha hha ha,” Bachtiar tertawa panjang dengan getir. Dia berikan copy an hasil test DNA pada Pricilla. Sengaja dia siapkan copy an karena dia tahu Pricilla akan menghancurkannya. Setidaknya perempuan muda itu akan meremasnya.


Bachtiar masuk ke kamarnya dan menguncinya. Dia sangat terputuk menginagt Seruni.


***


‘Jadi benar yang mamanya Harto katakan. Aku anak pelacur. Karena ternyata aku juga bukan anak daddy. Dan sejak kecil aku melihat mommy gonta ganti teman tidur saat daddy pergi bekerja!’ Pricilla membaca kertas copyan hasil test DNA bertanggal test kemarin.


Ada sedikit perbedaan lagi antara Monica dan Pricilla.  Sejak menikahi Made, Pricilla selalu setia. Tak pernah melirik pria lain. Tak seperti Monica.


Tapi sekarang semua percuma. Andai sejak awal dia berterus terang pada Made, tentu taka akan seperti saat ini. Pricilla sudah mencintai Made dengan tulus.


‘Apa aku harus keluar dari rumah lelaki yang bukan ayahku ini? Lalu aku harus tinggal dimana sedang tabunganku makin menipis. Sejak menikah aku berhenti bekerja. Tabunganku hanya uang yang Made berikan saja.’ Pricilla tak mengerti lagi harus berbuat apa. Semua perhiasannya dia tinggal di rumahnya di Bali. Rumah bersama Made.

__ADS_1


‘Besok aku akan pulang ke Bali naik bus agar murah. Aku harus menjual perhiasan dan juga mobilku. Aku harus bertahan hidup untuk mencari Made dan Pram. Aku juga harus mengambil ijazahku untuk mulai mencari kerja,’ Pricilla membuka ponselnya. Dia mencari biro perjalanan yang menjual tiket bus ke Bali. Dia cari yang harga termurah.


“Mbok, katakan pada daddy saya pulang ke Bali untuk ambil ijazah karena saya ingin mulai bekerja,” pagi-pagi sekali Pricilla pamit pada pembantu rumah ini. Dia tak mau dikatakan tak sopan.


“Iya Non, nanti saya sampaikan. Mau sarapan dulu?” tanya pembantu itu.


“Saya kesiangan. Takut telat. Itu ojek saya sudah datang,” Pricilla memesan ojek online untuk menuju agen bus yang akan berangkat jam enam pagi ini.


‘Ke bandara koq naik ojek motor ya?’ sang pembantu melihat kepergian anak majikannya dengan sedih. Dia lihat Pricilla tak membawa tas pakaian. Karena memang biasanya bila kesini baru Pricilla bawa baju. Tapi kembali ke Bali dia tak akan bawa baju lagi karena memang di Bali pakaiannya banyak.


***


Pagi ini Tonny mengajak Wiwien dan simbok jalan-jalan. Tentu Awan dibawa. Walau mbok Ranti orang Magelang, tapi namanya berwisata tentu tak ada dalam kamus hidup orang desa sepertinya. Apalagi destinasi wisata sekarang adalah daerah baru.


Karena bersama Awan tentu Tonny tak mengunjungi candi. Walau Magelang punya banyak lokasi candi. Yaitu Candi Borobudur, Candi Selogriyo, Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Umbul.


Melihat Sunset Tempat ini menawarkan pemandangan alam yang menawan, berupa hamparan awan yang membentang di langit yang indah. Semua itu lengkap dengan latar sembilan gunung, yaitu Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Tidar, Giyanti, Ungaran, dan Sumbing.


Tidak hanya dengan pemandangan langit dan gunung, Mangli Sky View juga menyajikan hamparan kebun sayuran yang hijau dan kicauan burung menambah suasana asri di tempat ini.


Karena mereka datang kesana pagi tentu tak akan melihat sunset. Tapi pemandangan disana memang sangat indah untuk dinikmati.


“Awan sini gendong Ayah,” seperti biasa Awang digendong Tonny didadanya.


“Mau sama Bunda aja?” goda Wiwien.


“Auuuuuuuuu,” tolak Awan kencang sambil menggeleng dan tangannya melambai tanda tak mau.

__ADS_1


“Ha ha ha, sama simbok ya?” goda mbok Ranti.


“Aauu udaaaaa,” sahut Awan sambil terus menggeleng. Enggak mau juga, itu yang Awan maksudkan.


“Ssttt. Jangan teriak seperti itu. Bilang aja enggak mau Bund,” bisik Tonny.


“Kamu sudah tahu Awan enggak boleh teriak malah digodain,” tangan kiri Tonny mengambil kepala Wiwien untuk didekatkan ke tubuhnya.


“Ha ha ha , enggak ngira reaksi dia kayak begitu,” jawab Wiwien sambil melingkarkan tangannya di pinggang Tonny.


Tonny membuat banyak foto dirinya bertiga Awan dan Wiwien. Kadang memakai tongsis, kadang dia minta bantuan simbok. Dan beberapa foto yang bagus dia kirim untuk sang mama, mbak Sashi dan pak Teguh.


Bu Iis yang sejak kemarin senang karena Wiwien sudah ketemu, sekarang tambah senang melihat foto kebahagian putrinya dengan Awan dan Tonny. Dia kirimkan foto itu untuk sang suami di kantor agar ikut bahagia.


‘Wah keren pemandangannya. Kapan-kapan kesana bareng yok. Aku akan ambil cuti bareng mas Rahmad pas anak-anak libur sekolah,’ Sashi langsung memberi komentar pada kiriman adiknya.


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE  ya.



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul  INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2