
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Sehabis berfoto di ruang wisuda baik sendiri, berdua, bertiga dengan Tonny atau bertiga dengan para orang tua, Wiwien memutuskan untuk kembali bertiga dengan Awan dan Tonny. Mereka telah berganti baju santai. Kaos dan celana jeans serta sneakers. Semua pulang masing-masing termasuk Seroja yang pulang bersama sopirnya.
Wiwien dan Tonny makan siang bersama Awan. Rasanya sudah seperti keluarga bahagia. Tak menyangka mereka belum terikat dalam pernikahan yang sesungguhnya.
***
Satu minggu kemudian pak Joko mengundang Seroja dan Teguh untuk hadir di acara selamatan wisuda Wiwien yang dia selenggarakan di rumahnya. Selain Seroja dan Teguh, Joko mengundang banyak rekanan pentingnya juga para karyawan yang mempunyai jabatan tinggi. Bukan seluruh karyawannya.
Teguh tak mau ambil resiko, dia tak memberitahu undangan itu, dia mengajak Arno menemaninya. Berangkat dari rumah mereka berpakaian santai. Mereka ganti pakaian di kamar mandi pompa bensin.
“Kenapa sih masih aja begitu,” Arno mengeluh setelah mereak tiba kembali di mobil sehabis ganti baju.
“Mbakmu cerita ibu mulai enggak suka sejak dia selalu melanggar larangan ibu untuk ikut kegiatan yang dia suka seperti pecinta alam itu. Ibumu kan juga enggak suka kakakmu ambil jurusan IPA, eh terus kuliah di management. Ibu ngamuk karena dulu sudah kasih tau jangan ambil IPA.”
__ADS_1
“Maunya ibumu karena sudah terlanjur ambil IPA, ya cari kuliah yang jurusan IPA. Mbakmu dulu berpikir dia mau kuliah bayar sendiri, jadi dia ambil D3 management. Ibu juga marah karena yang diambil D3 bukan langsung S1.”
“Begitu aja enggak rampung-rampung. Sampai dia dikecewakan Bayu juga ibumu menuding kenapa sejak dulu enggak nurut, ibu pernah cegah mbakmu jadian dengan Bayu, karena ada yang ngatain mbakmu milih Bayu karena dia anak tunggal pengusaha kaya. Mbakmu dituduh hanya suka hartanya Bayu saja. Padahal yang ngejar kan Bayu, bukan mbakmu.”
“Lalu mengapa sekarang ibu enggak suka dengan mas Tonny. Dia bujangan mapan. Dia pula yang ngejar mbak Wiwien. Orang tuanya malah sayang banget ke mbak Wiwien. Bukan ngelarang karena anak bujangnya dapat janda,” Arno makin tak mengerti akan sikap ibunya.
“Ibu enggak suka karena Wiwien tak berkonsultasi dan minta pendapatnya. Ibu maunya Wiwien seperti Asih yang selalu minta pendapat ibu dulu bila ingin melangkah. Wiwien buka semua usahanya, kuliah lagi, beli rumah, semua tanpa minta pendapat sama ibu. Itu bikin ibu tambah kesal padanya,” Teguh memberi tahu alasan ketidak suka’an Iin kali ini.
“Percuma mbak Wien minta pendapat ibu bila selalu saja diberi masukan negative. Mending dia melenggang tanpa dengar pendapat miring dari ibu,” Arno pun sependapat dengan Wiwien.
“Saat ulang tahun Awan kemarin, bu Seroja minta waktu buat ngelamar mbakmu secara resmi, ibumu malah menolak. Ayah takutnya hari ini Joko mengadakan lamaran Wiwien sekalian,” Teguh memberitahu Arno kenyataan pahit yang kemungkinan akan mereka hadapi di rumah Joko.
Arno harus bersiap agar kekasihnya siap menerima kelakuan ibunya nanti.
***
“Bapak ibu yang terhormat, pasti tahu, sejatinya Wiwien ini menantu saya. Tapi semakin kesini dia telah menjadi anak saya juga. Bukan hanya sekedar menantu. Karena itu saat ini saya buat selamatan wisudanya yang telah terjadi satu minggu lalu. Sekalian saya umumkan dialah pemilik semua usaha saya selanjutnya.”
“Kedepannya, semua kebijakan akan di putuskan olehnya. Walau dia tak mau memegang management kantor secara langsung karena dia punya empat usaha sendiri. Jadi bapak ibu yang akan berurusan dengan kebijakannya mohon langsung berhubungan dengan Gustav, sekretaris Wiwen untuk mengatur waktu pertemuan dengannya,” semua terdiam mendengar pidato Joko.
__ADS_1
Tonny, Arno dan Teguh tak percaya kalau Wiwien bahkan sudah mempunyai sekretaris sendiri untuk pekerjaan yang diserahkan oleh Joko. Melihat sekretarisnya laki-laki, artinya pasti sudah disetujui oleh Wiwien, karena perempuan itu benci pekerja muda disekelilingnya.
Jangan salahkan trauma Wiwien. Dia mau pekerja perempuan bila pekerja itu sudah usia matang dan punya suami serta anak. Kalau hanya sekedar punya suami Wiwien tetap tak mau.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL THE BLESSING OF PICKPOCKETING ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1