
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Ada apa Pak?” tanya Bayu ketika tiba di lobby.
“Kamu kenal mereka?” tanya Herman pada Bayu.
“Enggak,” sahut Bayu jujur.
“Mereka lagi cari pak Bayu. Mereka bilang orang tua dari Marini atau Ririn kekasih Bayu. Apa kamu enggak lihat pak Bayu dimana?” tanya Herman. Bayu mengerti ternyata Herman sedang mengajaknya bersandiwara.
“Selamat siang Bapak dan Ibu. Sudah pernah bertemu dengan pak Bayu?” tanya Bayu.
“Belum lah. Maka kami kesini karena mau minta dia serius pada anak kami. Kasihan anak kami akibat dicemburui istri Bayu malah jadi dipenjara. Mereka berbuat seperti itu karena Bayu teramat mencintai anak kami.” sahut ibunya Ririn.
“Jadi anak ibu, siapa namanya, eh Ririn ya. Itu dilaporkan ke polisi karena istri Bayu cemburu? Apa ada pasal yang membolehkan seseorang ditangkap polisi karena dia pacaran Bu?” tanya Bayu. Herman hanya senyum-senyum saja.
“Ibu harus protes pada polisi. Minta keadilan. Karena kalau hanya pacaran atau cemburu, anak ibu tidak boleh dipenjara Bu,” kali ini Herman menjadi kompor.
“Tapi kalau anak ibu memang berbuat kriminal, lalu sekarang anak ibu cerita dia dipenjara oleh istri Bayu HANYA karena perempuan itu cemburu, maka anak ibu akan kena pasal pencemaran nama baik karena telah menuduh istri Bayu. Ibu dan Bapak yang sejak tadi juga mengatakan seperti itu akan kena kasus pencemaran nama baik dan ibu serta bapak juga akan dipenjara menemani Ririn,” jelas Herman.
Kedua orang tua Ririn diam.
“Ibu sama Bapak cek dulu. Jangan asal bicara Bu. Kalau ada yang dengar, habis Ibu diseret ke penjara juga. Jangan percaya ama mulut anak Ibu doang. Yang saya tahu Ririn dipenjara karena dia meracun anak Bayu. Surat bukti ada. Video dia tetesin racun juga ada. Racun sisanya juga ada di tas Ririn Bu,” Herman mencari video yang Wiwien pernah berikan saat Ririn meneteskan obat.
“Ini Bu, Pak. Saya pernah bertemu dengan istri Bayu dan saya minta video ini,” orang tua Ririn diam melihat aksi anak mereka.
‘Pantas orang tua Bayu juga bilang Ririn dipenjara karena dia meracun anak majikannya. Bukan karena perselingkuhan,’ ayahnya Ririn ingat omongan orang tua Bayu.
“Kalau Bapak dan Ibu merasa bahwa Ririn dipenjarakan hanya karena pacaran dan cemburu, Ibu dan Bapak bisa minta Ririn didampingi pengacara agar Ririn segera bebas. Tapi kalau dia dipenjara karena kasus lain, walau Bapak dan Ibu bayar pengacara mahal, tetap aja tak akan bisa membebaskan Ririn,” Bayu memberi saran menggunakan pengacara.
“Baik, kami permisi,” ayah Ririn menggeret istrinya. Dia tak ingin kata-kata mereka menjadi kasus pencemaran nama baik. Cukup Ririn yang dipenjara. Mereka jangan ikut dipenjara.
“Lho, belum bertemu dengan kekasih putri anda,” Herman mencegah mereka pulang karena belum ‘bertemu dengan Bayu’.
__ADS_1
“Biar saja, kapan-kapan kami kesini lagi bila sudah janjian agar bisa langsung ketemu Bayu,” sahut si bapak.
Herman ngakak setelah pasangan itu pergi. “Lihat kan? Bocah lugu yang elo bilang polos, emak bapaknya aja bisa dia tipu. Tadi sebelum elo dateng mereka cerita udah dateng ke rumah orang tua lo dan juga kerumah lama lo ama Wiwien”
“Lo nikmatin deh tu sampah,” Herman berlalu dari hadapan Bayu yang makin merasa sangat, sangat, sangat bodoh.
‘Apa ya tanggapan Ayah dan ibu didatangi orang tua Ririn yang mengaku aku kekasih anaknya?’ batin Bayu
‘Apa jangan-jangan mereka langsung menyebut dirinya calon besan? Ahh gila aja kalau itu terjadi,’ Bayu makin kesal akan kebodohannya tergelincir dengan Ririn.
***
Satu minggu sudah sejak ulang tahun Awan. Satu minggu Tonny diberi ‘jawaban’ kalau Wiwien bersedia membuka diri untuknya. Tapi satu minggu juga mereka malah tak pernah bisa bertemu.
Setiap hari kerja, tentu Tonny tak berani mendatangi Wiwen. Tapi hari Sabtu ini Wiwien tak bisa bertemu alasannya dia dan Awan menginap di rumah Asih. Tentu sampai besok Minggu siang atau sore.
‘Jadian koq malah enggak bisa ketemu,’ batin Tonny. Dia lupa sebelum jadian, mereka bisa bertemu setiap hari karena Seroja masih dirumah sakit dan Wiwien datang kesana.
‘Kita bikin reunian teman-teman dojo yok,’ ajak Tonny pada Slamet. Padahal tujuannya agar dia bisa bertemu Slamet di rumahnya dan bisa bertemu Wiwien dan Awan yang sekarang juga sering membuat dia kangen.
Akhirnya tanpa terduga rencana asal-asalan dari Tonny banyak yang menanggapi, hanya yang bisa datang pagi ini hanya beberapa. Tapi pada dasarnya semua merespon positif.
Tonny langsung memesan roti di kios Wienda ~ Bread, dengan isi aneka rasa. Setidaknya Slamet sebagai tuan rumah tak terlalu repot dengan snack buat tamu dadakan kali ini.
***
Asih yang diberitahu akan menjadi tuan rumah dadakan tentu tak siap. “Buat makan siang nanti pesan ayam geprek saja Bu. Enggak perlu kamu masak. Wong semua pada ngertiin koq. Tadi ada yang mau bawa soft drink, ibu siapkan es batu saja,” Slamet menerangkan pada Asih istri tercintanya.
“Bapak, itu ada yang antar roti pakai ojek,” anak sulung Slamet memberitahu ada antaran roti.
‘Lho, ini tokonya Wiwien kan? Banyak banget dan sudah dibayar pula,’ Slamet menerima roti atas nama dirinya.
“Siapa yang pesan Mas?” tanya Asih.
“Tukang ojeknya sepertinya sudah dipesankan tidak memberitahu siapa pembelinya. Hanya ada namaku dan alamat sini aja,” sahut Slamet.
__ADS_1
“Nanti kita minta Wiwien cek aja siapa pembelinya disana. Kalau di kios kan ada nama yang bayar?” sahut Asih.
“Yang bayar ya atas nama tukang ojeknya. Nama pembeli ya adanya di tukang ojek karena pembayaran ke rekening ojol dia,” sahut Slamet.
“Eh iya ya,” jawab Asih.
Wiwien sedang masak. Dia membuat sop tulang iga untuk semua anak-anak. Dia tambahkan daging giling yang dibuat butiran kecil, sehingga Awan yang belum bisa mengerogoti tulang iga tetap bisa makan bersama kedua kakak sepupunya.
Sudah satu tahun, Awan sudah makan nasi tapi harus banyak kuah. Untuk yang dewasa Wiwien masak tumis daun pepaya dengan teri asin.
“Wien. Ada banyak roti dari kiosmu. Tapi tukang ojek tidak memberitahu siapa yang bayar. Apa kau bisa melacak siapa pembelinya di catatan kiosmu?” tanya Asih sambil mempersiapkan beberapa piring untuk roti itu.
“Catatan di kios ya pembayar ke kios, kan disana tertera nama driver ojolnya,” sahut Wiwien sambil membereskan bekas masaknya.
“Memang akana da acara apa koq tiba-tiba mas Slamet juga pesan paket ayam penyet dan ayam ingkung?” tanya Wiwien.
“Mas Slamet dan beberapa teman dojo termasuk Tonny akan membahas reuni dojo,” sahut Asih.
‘Aku bisa menduga siapa pembeli itu,’ batin Wiwien cepat.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL WANT TO MARRY YOU YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1