UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
APA BAYIKU DITUKAR?


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Siang ini aku ke pengadilan. Tapi kamu sore nanti bisa temani aku dan mbak Sashi konsul dengan dokter Abadi? Jadwal kita jam setengah lima,” Tonny memberitahu Wiwien saat perempuan itu pamit.


“Aku usahain enggak telat Kak. Jam empat aku kekamar buat ngobrol ama tante, lalu kita ke ruang dokter dan aku langsung pulang enggak balik keruangan ya?” Wiwien mengatur jadwalnya. Kalau dia harus kembali lagi ke ruangan makan dia akan terlalu malam tiba di rumah. Dia tak mau membuang waktu kebersamaannya dengan Awan.


“Oke. Terima kasih sebelumnya,” jawab Tonny. Awalnya dia mau terima kasih soal sarapannya. Tapi dia batalkan dari pada Wiwien ngambeg.


***


Hari ini sudah dua minggu bu Seroja koma. Minggu lalu Rahmad sudah kembali ke Indonesia. Dan Rahmad bisa terus mengawasi perkembangan mertuanya walau dia adalah dokter spesialis anak.


Besok sidang keputusan kasus gugat cerai Wiwien akan diputuskan.


“Walau pada kalian tak ada reaksi yang dia berikan. Kalian tetap harus menyapa dan menyampaikan cinta kalian padanya,” dokter Abadi memberi motivasi pada Sashi dan Tonny. Dia melihat video yang dibuat oleh Tonny.


“Buat kamu Wien. Saya mohon sesempatnya kamu tetap rutin memberi attensi agar dia tetap terjaga ‘kesadarannya,” pinta dokter seumuran ayah Wiwien itu.


“Selama waktu saja masih lowong, saya akan terus datang. Tapi kalau jadwal saya mulai padat, mungkin saya tak bisa leluasa lagi mengunjungi tante Seroja Dok,” jawab Wiwien jujur.


Minggu depan sudah tahun ajaran baru dan dia akan mulai kuliah lagi. Jadi Wiwien memang harus mengatur waktunya untuk Awan dan kuliah dibanding untuk orang lain.


Sashi dan Tonny tahu kalau minggu depan Wiwien akan mulai kuliah. Itu sebabnya hari ini mereka kembali mengajak Wiwien konsultasi dengan dokter Abadi.


***


‘Hari terakhir sidang pun kamu enggak datang Bund. Apa aku masih boleh memanggilmu bunda setelah barusan ibu Hakim mengetok palu kalau kita sudah resmi bercerai?’ batin Bayu.


Pedih hati Bayu saat ini. Dia benar-benar seorang diri. Tak punya anak istri bahkan orang tua.


Dan tadi dengan ‘sombong’ Wiwien mantan istrinya tak minta dia menafkahi anak mereka. Karena Wiwien akan menafkahi Awan sendirian tanpa campur tangannya. Selain itu dia juga kena teguran karena pernah mendekati Wiwien.


Wiwien ingin benar-benar bebas dari dirinya. Tak mau didekati dan tak mau menerima apa pun sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap anak kandungnya.

__ADS_1


‘Ha ha ha, ini akibat kebodohaanmu mengikuti nafsu be-jadmu sendiri. Sekarang nikmatilah kebebasanmu!’ suara parau terdengar ditelinga Bayu seakan mengejeknya karena dia mau bermain kotor dengan Ririn.


‘Apa khabar selingkuhanmu sekarang?’


‘Enak kan bebas dari Wiwien?’


‘Kau tukar berlian dengan sampah. Kerikil tentu lebih baik daripada sampah, ha ha ha.’


Bayu menutup telinganya. Dia sangat kacau. Dia benar-benar terpuruk ketika telah resmi bercerai dengan Wiwien.


‘Mengapa aku tak pernah berpikir akibat yang akan aku tanggung bila Wiwien mengetahui perselingkuhan yang aku buat? Mengapa saat itu aku selalu menuruti kemauan Ririn yang menghendaki aku segera pulang dan memasuki tubuhnya? Mengapa …  ? Mengapa …  ? Dan mengapa …  ?’ banyak pertanyaan bergayut dibenak Bayu.


Bayu keluar ruang sidang pengadilan agama dengan tertunduk.


***


Sejak tadi Wiwien menunggu berita dari Tonny. Walau dia sudah diberi kepastian kalau hari ini gugat cerainya akan dikabulkan oleh hakim. Tetap saja dia ingin mendengar lagi setelah ketuk palu. Setelah benar-benar resmi mempunyai ketetapan hukum.


Padahal sosok yang ditunggu sedang sangat sibuk. Tonny sedang mengupayakan agar Pangestu Hudaya dan istrinya Amalia Witri Hudaya bisa kembali rujuk.


Pangestu merasa selama ini Witri tertawa karena bisa membohongi-nya. Delapan taahun bukan waktu yang sebentar. Dan dia sangat terluka oleh dusta yang diciptakan istrinya.


“Buat saya, tak perlu ada mediasi. Saya telah sakit merasa dibodohi selama delapan tahun. Cukup sudah dia mentertawai kebodohanku selama ini,” Pangestu tetap kekeuh pada pendiriannya. Tak ada excuse bagi kebohongan.


FLASH BACK ON


”Yank, kamu beneran enggak apa-apa aku berangkat ke Jepang?” tanya Pangestu. Istrinya sedang hamil tujuh bulan.


“Ya enggak apa-apalah Kak. HPL ku masih dua bulan lagi. Tenang aja. Kamu toch disana hanya dua minggu,” sahut Witri santai. Dia sendiri masih bekerja karena cutinya masih bulan depan.


Esoknya tanpa diduga  Witri mengalami perdarahan. Dia harus segera dioperasi karena memang sejak awal dokter melarangnya hamil. Witri mempunyai kista yang cukup besar sebelum hamil. Jadi kehamilannya akan beresiko.


Witri bersikeras tetap meneruskan kehamilannya apa pun resiko yang akan dia hadapi. Dan dia minta agar dokter tutup mulut tak bercerita tentang penyakitnya pada Pangestu jika suaminya mengantarkan periksa kehamilan.


Akhirnya rahim Witri harus diangkat dan bayi lelakinya tak selamat. Sebagai perempuan tanpa rahim dan anak meninggal tentu Witri kalut. Dia terkena baby blues syndrome. Dia histeris.

__ADS_1


Akhirnya Witri memungut anak yang baru lahir. Anak seorang tuna wisma tanpa identitas. Bayi itu perempuan.


“Bukannya bayi kita lelaki?” tanya Pangestu saat dia diberitahu kalau Witri baru saja melahirkan bayi perempuan. Padahal Witri sudah melahirkan bayi lelakinya empat hari lalu.


“Namanya USG kan alat buatan manusia. Ya enggak pasti 100% validlah,” jawab Witri


“Apa Kakak enggak suka terhadap anakku?” tanya Witri.


“Itu anak kita Yank. Tentu Kakak suka dan sayang padanya. Kakak akan pulang tiga hari lagi ya,” balas Pangestu. Dia tak menyangka bayinya lahir saat usia masih tujuh bulan dikandungan. Mereka sudah dua tahun menikah ketika tahu Witri hamil.


Pangestu sangat menyayangi MENTARI, putri tunggalnya. Dia lebih perhatian memelihara Tari dari pada Witri yang lebih sibuk pada kariernya.


Sampai ketika enam bulan lalu Tari sakit demam berdarah. Gadis kecil itu butuh donoh darah. Pengestu kaget saat golongan darah Tari B. sedang dia dan Witri bergolongaan darah A.


Bila golongan darah Tari O, itu masih bisa terjadi berdasarkan hukum Mendel. Tapi ini yang terjadi sangat aneh. Pangestu minta cek darah ulang. Dan hasilnya tetap sama.


Akhirnya untuk sementara Pangestu diam. Dia fokus pada pengobatan Tari terlebih dahulu. Tapi untuk memastikan dia minta pemeriksaan DNA antara dirinya dan Tari.


Hasil test DNA baru Pangestu dapat ketika Tari sudah kembali k erumah. Dan fix Tari bukan anak kandungnya.


“Apa bayiku ditukar? Karena beberapa kali dokter bilang bayi kami laki-laki. Kemana anak kandungku?” Pangestu mendesak dokter kandungan tempat Witri periksa.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  WANT TO MARRY YOU  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2