
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Wiwien sudah selesai mandi dan berniat menjemur handuknya diteras atas ruko saat melihat Tonny menggendong Awan dan menciumi putranya. Wiwien juga melihat Tonny memegang tangan Awan dan dia usap ke pipinya lalu Awan menarik tangannya karena merasa geli dengan pipi Tonny yang sedikit kasar.
“Geli ya sayang?” Tonny tertawa melihat reaksi Awan yang dia minta mengusap pipinya tanda Awan sayang pada ayah.
Tonny memberikan kembali Awan pada simbok dan dia pamit tanpa menunggu Wiwien menemuinya. Dia tak mau berharap banyak.
“Ayah pulang dulu ya anak ganteng. Ayah sayang kamu,” Tonny menciumi pipi Awan lalu kening dan puncak kepalanya.
“Pamit ya Mbok.”
Baru saja Tonny masuk ke mobilnya teleponnya berbunyi. Tonny memasang headset lalu dia meninggalkan ruko Wiwien. Diujung jalan dia berhenti dan melanjutkan bicara dengan sosok yang memberi dia info yang sangat tidak dia harapkan.
Info yang sangat menyakitkan hatinya. Sebuah pemikiran yang tak bisa disalahkan dan dia harus menerima itu. Menerima akibat perbuatan cerobohnya. Perbuatan tanpa berpikir. Perbuatan yang membuat dia kehilangan dua perempuan terkasih secara bersamaan.
“Besok bikin soto mie lagi Mbok. Bu Seroja mau sarapan itu. Lalu beli lontong juga buat makan siang. Dia pengen lontong opor. Sama satu lagi belikan kembang pepaya. Biar mentah aja buat dia masak sendiri di rumah,” Wiwien berpesan pada simbok apa yang harus perempuan tua itu beli saat subuh. Dia takut kesiangan karena sedang tidak salat. Dia ingin bangun agak sedikit siang.
__ADS_1
Simbok yang baru masuk sambil membawa keranjang baju milik mereka bertiga pun mengerti kalau majikannya sedang tidak salat. Wiwien memang akan bangun sekitar jam enam bila sedang dapat tamu bulanan.
Simbok mengambil tumpukan baju miliknya lalu meletakkan keranjang baju di kamar Wiwien. Nanti majikannya akan membereskan sendiri ke lemari.
“Mau bikin es buah, puding atau apa buat segerannya?” tanya simbok.
“Sak ono-ne wae. Kalau malas ya potong pepaya pakai jeruk nipis aja,” sahut Wiwien. Dia baru selesai memberi ASI pada jagoannya.
***
“Mama mau kemana?” Tonny bingung sang mama sudah rapi hendak berangkat.
“Mau sarapan di ruko Wiwien, seperti biasa,” sahut Seroja tanpa merasa bersalah.
“Memang sudah janjian Ma?” tanya Tonny. Dia lihat mamanya bawa sesuatu sepertinya janjian masak bersama dengan Wiwien.
“Sudah. Dia bilang kemarin masak soto mie Boogor. Kalau Mama mau hari ini dia akan masak itu lagi. Ya Mama pasti mau lah,” jawab Seroja.
‘Rupanya dia memang tak ingin memutus silaturahmi dengan mama dan mbak Sashi walau hubungan kami kandas,’ Tonny sadar Wiwien memang sesuai dengan ucapannya.
***
__ADS_1
“Mama telat ya Wien? Maaf ya. Tadi mau berangkat sendiri. Tapi Onny bilang harus dia yang antar. Ya sudah Mama jadi nungguin dia bersiap dulu,” Seroja mencium pipi Wiwien. Tonny menurunkan bawaan Seroja dan menaruhnya di meja ruang belakang.
“Enggak koq Ma. Hari ini Wien juga masak agak siang. Karena pas lagi enggak salat jadi baru bangun jam enam,” sahut Wiwien.
“Hallo anak Ayah,” Tonny langsung mengangkat Awan yang memeluk betisnya saat dia sedang meletakkan barang bawaan mamanya.
Awan terkekeh geli ketika perutnya digusel Tonny menggunakan dagu lelaki itu.
”Eyiiii Yah. Eyiii,”
“Geli?” Tonny terkekeh mendengar Awan yang teriak geli. Dia cukup bahagia Awan massih mencintainya tanpa mengetahui persoalan Bunda dan ‘Ayahnya’.
Berhubung akhir bulan dan akhir tahun pula, bab nya agak pendek untuk hari ini ya
Bab akan kembali panjang di update 1 Januari 2023
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta