
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Ririn termangu melihat isi amplop. Uang banyak pertama yang ia pegang. Tak terasa dia meneteskan air mata. ‘Bagaimana aku bisa mengirim uang untuk adik-adikku? Aku juga tak punya ponsel untuk saling bertukar khabar. Besok aku akan cari ponsel bekas yang murah agar bisa berkomunikasi dengan adik-adik dan mamake.’
Ririn kembali ke kamar Vincent. Dia masih tak percaya bisa punya uang hasil kerja sendiri.
“Kenapa kamu sedih?”
“Eh tuan juragan,” Ririn tak enak karena papi Vincent melihatnya sedang termenung.
“Kenapa?” sang juragan mendekat.
“Enggak tuan. Saya senang. Tapi bingung mau kirim berita ke mamake bagaimana dan mau kirim uang ke kampung juga enggak bisa,” jawab Ririn jujur.
“Kamu tidak punya handphone?” sang juragan bingung.
“Saya belum pernah punya handphone tuan. Buat makan saja kami susah. Bahkan saya harus berhenti sekolah karena tak ada biaya.
“Nanti saya kasih handphone kuno saya. Akan saya isi kartu dulu. Jadi kamu dan mamakmu bisa berkomunikasi. Besok uang yang mau kamu kirim juga masukkan amplop dan tulis surat. Akan diantar oleh pegawai saya yang waktu itu jemput kamu. Dia kan lusa akan keliling ke desamu,” juragannya malah baik hati hendak membantu. Tentu saja Ririn sangat senang dibantu majikannya.
__ADS_1
***
Masih sangat pagi, baru pukul 06.15, juragan laki-laki Ririn sudah masuk kamar Vincent. Kalau malam Vincent di jaga oleh maminya dan sang mami jam 05. 30 sudah harus pergi kerja dan akan pulang jam 15.00.
“Ini dua handphone untuk kamu pakai. Satu ini nomornya sudah ada disini. Mana amplop yang mau kamu kasih ke mamakmu?” tanya sang juragan.
“Sebentar Juragan, saya akan ambil di kamar,” Ririn memasukkan uang satu juta rupiah untuk mamake. Sisanya mau dia tabungkan di bank. Dia sudah dianjurkan membuat tabungan di bank oleh nyonya majikannya.
“Ini satu juta ya. Saya tak mau pegawai saya yang antar ini dibilang menipu bila uangnya kurang,” sang juragan memastikan uang yang Ririn kirim.
“Iya Juragan,” sahut Ririn.
“Besok suruh mamakmu bikin tabungan di bank. Jadi tiap bulan kamu tinggal kirim dari sini. Tidak perlu titip Ujang,” sang juragan memberitahu Ririn.
Esoknya hari libur mingguan Ririn, dia gunakan untuk pergi ke bank membuka rekening. Ririn juga membeli beberapa pakaian dalam. Karena dia sangat malu menjemur pakaian dalamnya yang sangat jelek. Dia menjemur di kamar karena pakaian dalamnya lebih buruk dari lap di rumah itu.
Ririn membeli bedak dan lipstik juga deodorant. Shampho, sabun mandi dan odol. Rasanya dia sangat bangga bisa membeli sabun mandi cair botolan juga shampo botolan. Bulan berikutnya dia tinggal beli isi ulangnya saja.
***
“Anak Papi sudah harum ya?” juragan Ririn menghampiri putranya sebelum dia berangkat kerja. Dia ciumi Vincent yang sedang berada dalam gendongan Ririn yang baru akan keluar kamar anak itu.
Tanpa sengaja sang juragan mencium pipi mulus Ririn.
__ADS_1
“Eh …,” Ririn tak enak hati.
“Anak Papi jangan berontak dong, jadi mbak Ririn kecium Papi,” sang juragan seakan tak sengaja melakukannya. Dia lalu memeluk Ririn yang sedang menggendong Vincent dan menciumi wajah putranya.
“Kamu harum dan cantik Rin. Saya suka,” bisik sang juragan lalu dia cium kembali pipi Ririn sebelum keluar kamar.
“Aaah, apa benar aku cantik?” bisik Ririn pada Vincent. Dia ciumi pipi bayi itu di bekas yang dicium papinya. Dan dia usap pipinya sendiri merasakan bekas kecup manis sang majikan.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL WANT TO MARRY YOU ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa.
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1