UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
SENYUMMU MANIIIIIIIIEEZZ BANGET


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Sesuai saran Herman, Bayu berupaya move on. Dia mulai bertindak waras. Dia mulai membuka mata hatinya untuk mencari pengganti Wiwien. Sayangnya sampai saat ini dia belum bisa menemukan tambatan hati yang baru.


Banyak perempuan, bahkan gadis manis dan berpendidikan yang ada didepan matanya. Baik yang memang memberi signal kalau mereka tak akan menolak bila didekati Bayu. Mau pun yang tak memberi signal apa pun.


Tapi hati Bayu sama sekali tak tergetar. Sepertinya hatinya sudah terkunci oleh Wiwien seorang.


Bayu tak ingin mendekati seseorang yang tidak membuat hatinya tergetar. Dia tak ingin kembali melukai hati perempuan. Cukup ibunya dan Wiwien yang sudah dia kecewakan. Kalau hanya sekedar mencari teman tidur, mungkin dia bisa menikahi siapa pun. Tapi bila hanya seperti itu, apa wanita itu taak terluka karena hanya sebagai pelengkap saja?


“Yu, ada anak marketing baru, kayaknya dia pas tuh buat pengganti Wiwien. Dia ulet dan S1 manajemen. Cantik dan dia sholehah. Pakai hijab,” Herman memberitahu Bayu kandidat terbaru yang dia usulkan.


“Elo tiap minggu kasih kandidat buat gue. Elo sendiri tetep aja ngejomlo sejak bayi,” balas Bayu. Dia malas menerima usulan Herman yang rajin memberi calon untuk didekati.


“Gue naksirnya mantan bini lo. Tapi susah banget gue deketin. Gue dua kali ke rukonya, satu kali ke kampusnya, tapi tetep aja belum nembus,” sahut Herman santai. Tak ada rasa bersalah mengatakan kalau dia naksir mantan istri Bayu itu.


“Ke kampusnya? Maksud lo?” tanya Bayu penasaran.


“Dia kan kuliah lagi ambil S1 dan dia bilang mau langsung ambil S2,” sahut Herman.


‘Ya ampuuuuuun …, kamu emang hebat Bund, sudah punya dua usaha, masih rajin kejar ilmu pula,’ Bayu tambah merasa kerdil dihadapan Wiwien.


“Yang gue tahu, dia lagi deket ama pengacaranya. Yang bantu perceraian gue. Beberapa kali gue liat mereka berdua jalan mesra. Kadang ama Awan anak gue,” sahut Bayu memberitahu Herman.


“Serius lo? Wah harus gue pepet bener nih. Gua enggak mau kalau Wiwien lepas dari tangan gue,” Herman tak mau kesempatan kali ini gagal lagi.


***


Tak mau terlambat, sepulang kerja Herman segera menuju ruko Wiwien. Dia membawa dua box pizza, juga mainan untuk Awan. Sebelum ini Herman sudah dua kali ke ruko Wiwien.


“Ibu belum pulang Pak. Silakan duduk,” simbok yang sendirian menjaga Awan mempersilakan Herman duduk di kursi plastik tempat konsumen laundry duduk saat menaruh atau mengambil baju mereka.

__ADS_1


“Apa kuliahnya sampai sore Mbok?” tanya Herman.


“Hari ini dia kuliah siang Pak. Tapi biasanya dia mampir nge cek toko roti miliknya sepulang kuliah,” sahut simbok jujur.


‘Jadi …, selain laundry ini, Wiwien juga punya usaha lain. Wah kayak gini koq dibandingin ama pembantu yang cuma bisa nandah duit doang. Dasar Bayu go block,’ batin Herman.


‘Syukurlah, biar Bayu makin nyesel buang mutiara seperti Wiwien dan dia tukar ama sampah,’ batin Herman lagi.


“Silakan diminum Pak,” simbok meletakkan satu gelas teh panas dan tempat air mineral kemasan di depan Herman. Terhidang juga bakwan jagung yang baru dia buat sebelum Ira pulang. Selepas Ira pulang simbok tak berani meninggalkan Awan tanpa pengawasan.


“Assalamu’alaykum. Sudah lama pak Herman?” tanya Wiwien yang baru masuk. Dia bawa belanjaannya kedalam lalu ke toilet, baru menemui Herman dengan menggendong Awan.


“Baru koq Wien. Kan pulang kantor baru kesini,” sahut Herman.


“Terima kasih lho bawaannya. Untuk selanjutnya jangan repot-repot Pak,” Wiwien diberitahu simbok kalau Herman membawakan pizza. Dan Wiwien meminta simbok memindah ke piring saji dan membawa pizza itu untuk dimakan juga dengan pak Herman.


“Apa yang repot sih Wien. Jangan kaku gitu ah. Saya kan bukan atasanmu atau atasan suamimu karena Bayu bukan lagi suamimu ‘kan? Jadi jangan panggil Pak lah. Biar lebih akrab,” pinta Herman.


“Eh … kebiasaan Pak,” sahut Wiwien.


“Maaf, ngobrolnya saya sambi nyuapi Awan ya Pak,” tanpa menunggu jawaban dari Herman, Wiwien mulai menyuapi Awan.


“Bismillah dulu kalau mau ma’em,” Wiwien mengajakan Awan bedoa.


“Iyah …,” sahut Awan.


“Kamu bilang bismillah dan ayah sama-sama iyah,” Wiwien tersenyum mendengar Awan mengucap basmallah.


‘Senyummu maniiiiiiiieezz banget sih Wien,’ Herman yang melihat hal itu tentu tak melepas pandangannya dari wajah Wiwien.


Seperti biasa, sehabis makan tentu Awan akan diajak muter oleh simbok. Wiwien dan Herman ngobrol santai sambil makan bakwan jagung dan pizza. Tak ada pembicaraan penting. Karena Herman tak ingin asal serang. Dia ingin masuk pelan-pelan agar Wiwien tak langsung menghindarinya.


***


Esoknya Wiwien menerima buket mawar merah dari Herman. Tak ada kata-kata manis. Dalam kartu hanya ada gambar senyum dan kartu nama Herman saja.

__ADS_1


Ira yang menerima bucket bunga itu hanya menduga kalau itu dari pengagum nyonya pemilik laundry. Ini sudah orang ketiga yang rajin kirim barang ke ruko. Yang pertama adalah Oche yang sering mengirim sabun atau pengharum pakaian secara free selain juga buket bunga.


Yang kedua adalah Kusumo Indrajit. Yang rajin mengirim souvenir buku yang dibungkus cantik dipadu aneka kopi kemasan kesukaan Wiwien.


Dan sekarang Herman sosok ketiga. ‘Bukan main pesona ibu bossku. Dulu pernah liat suaminya kayaknya sayang banget ke si ibu, eh malah selingkuh. Sekarang jandanya dikejar banyak orang,’ batin Ira yang menandatangani kertas tanda terima paket.


Ira dan Suli memang sejak lama kenal Wiwien. Bahkan sebelum Wiwien menikah. Jadi sosok Bayu sudah dia tahu sejak dulu.


***


Hari ini hari Sabtu. Tonny dan bu Seroja tak datang sarapan bersama dengan Wiwien karena bu Seroja sedang menginap di rumah Sashi. Wiwien sengaja sarapan agak siang karena dia sedang ingin makan dengan sambal mentah tauge pendek dan kacang panjang.


Jadi sambalnya seperti biasa hanya cabe, garam dan terasi lalu tauge pendek yang mentah dan kacang panjang yang diiris sangat kecil diaduk dengan sambal itu.


Itu sebabnya Wiwien makan agak siang agar perutnya tidak kaget. Tadi sehabis minum susuu coklat dia makan dua keping pizza.


Seperti biasa ikan mas digoreng tidak terlalu kering. Dan itu sarapan yang nikmat buat Wiwien dan mbok Ranti juga Ira. Wiwien memang mengajak Ira sarapan bareng. Semalam dia minta Ira datang jam delapan pagi.


“Huaaah, sambalnya nampol Bu,” Ira yang tak terlalu suka pedas sudah ngap-ngap an kepedasan.


“Ayok nambah Mbak. Masih ada ikan mas yang belum digoreng tapi sudah dibalur bumbu. Nanti bawa pulang buat anak-anak. Saya simpan di freezer koq,” Wiwien menambahkan sambal ke piringnya. Dia juga mengambil kerupuk.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREQUITED  LOVE  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  UNREQUITED  LOVE  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2