
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kamu tu selalu aja repot Wien. Padahal kamu datang aja aku udah seneng banget,” Sashi menggeret Wiwien ke dapur untuk diajak ngerumpi.
“Mama kalau sama aku sudah mau ngejawab. Tapi sepotong-sepotong. Eh tadi ama kamu langsung panjang kaya petasan renceng. Kamu bikin aku cemburu aja,” Sashi tertawa menceritakan perbedaan reaksi mamanya. Tak ada kemarahan atau cemburu karena dia bersyukur Wiwien membawa kesembuhan untuk mamanya tercinta.
“Mas Tonny semalam juga cerita gitu Mbak. Aku juga bingung. Padahal aku sudah bikin perjanjian lho sama tante,” jawab Wiwien.
“Apa perjanjiannya?” tanya Sashi.
“Banyak Mbak. Intinya aku mau nerima cinta mas Tonny kalau tante mau sembuh. Mas Tonny kan nyatain cinta sudah lama tapi belum aku jawab. Nah pas ada kesempatan ya itu yang dulu aku kasih tau ke eMbak kalau tante mau bicara,” sahut Wiwien.
Tentu Wiwien merahasiakan cerita Seroja tentang Vita dan Pricilla. Untuk sementara waktu rahasia itu biar dia genggam sendirian dulu.
***
“Tante kita makan siang yok. Wien kan belum lihat Tante jalan, yok Wien temenin Tante jalan ke meja makan,” Wiwien yang baru selesai memberi Awan makan siang mengajak Seoja makan. Sementara Awan dijaga oleh asisten rumah tangga Sashi.
‘Bener kata Onny. Perlakuan Wiwien emang beda dengaanku. Aku paling hanya akan ajak mama jalan tanpa aku sanjung seperti yang Wiwien lakukan. Wiwien tahu mama sekarang sudah seperti anak kecil yang butuh ekstra attensi,’ Sashi menyadari kekeliruannya. Dia akan belajar dari kesalahan itu agar mamanya cepat sembuh.
“Sudah lumayan Wien. Tangan juga mulai bisa buat berkebun ringan,” sahut Seroja sambil berdiri memegang alat batu jalan empat kaki miliknya.
Contoh alat bantu jalan yang Seroja pakai
“Wah jadi enggak sabar masak bareng nih. Nanti minggu depan semoga kita bisa masak bareng ya,” Wiwien hanya berjalan disisi Seroja.
Wiwien terus mendampingi Seroja sampai mereka tiba di ruang makan. Dia ambil alat batu jalan dan dia singkirkan lalu dia bantu Seroja duduk.
“Iya, semoga kita bisa masak bareng. Tante pengen bikin sambal goreng kentang Wien,” jawab Seroja.
__ADS_1
“Mau pakai hati sapi atau ati ayam? Atau pakai rempela? Biar Wien siapkan bahannya,” Wiwien menanyakan campuran kentang.
“Enak rempela aja. Kalau ada pakai pete,” sahut Seroja.
Sashi, Rahmad dan Tonny hanya dia membiarkan mereka berdua terus ngobrol.
“Oke, akan Wien siapin bahannya,” sahut Wiwien dengan entengnya.
“Ini kamu yang masak?” tanya Seroja melihat sayur kembang pepaya.
“Iya, kebetulan tadi pagi ada di tukang sayur,” sahut Wiwien. Sashi siang ini masak sayur lodeh, tahu goreng, lele goreng, balado tongkol dan krupuk.
***
“Wien, Mama minta mulai hari ini kamu panggil mama, jangan tante ya,” selesai makan dan masih di meja makan Seroja nodong Wiwien.
“Kenapa Tante?” sahut Wiwien. Dia takut salah.
“Mama janji mama akan cepet pulih dan lamar kamu secara resmi buat Onny,” sahut Seroja dengan pasti.
“Maaf Ma. Bukan saya nolak. Tapi saya masih trauma.” Wiwien mengemukakan pendapatnya.
“Kalian serius udah jadian Wien?” tanya Sashi bahagia.
“Sudah Mbak. Tapi ya hanya antar kami aja,” jawab Wiwien malu-malu.
“Wah Mbak enggak tahu. Kirain masih temenan biasa. Kapan tuh jadiannya?” Sashi heboh karena senang.
“Ulang tahun Awan,” sahut Tonny cepat.
“Bagus kalau sudah jadian, segerakan tunangan saja ya Wien,” pinta Seroja.
“Wien tak ingin tunangan. Wien ingin bila saatnya tiba, kami langsung menikah saja, boleh gak Ma,” Wiwien malas ribet dengan ibunya. Biarlah nanti dia dan Tonny langsung menikah saja.
“Ya enggak apa-apa. Yang penting sekarang kami sudah tahu kalian sudah jadian. Dan buaat Mama kalian sudah tunangan walau tidak diresmikan dengan tukar cincin,” Seroja tetap aja keukeuh mengatakan Wiwien dan Tonny bertunangan.
__ADS_1
‘Besok aku mau beli cincin tunangan ah. Walau enggak dipestakan, setidaknya kami resmi tunangan,’ Tonny malah terinspirasi membeli cincin.
“Baik Wien mau dianggap tunangan mas Tonny, dengan catatan Mama terus lancar bicara seperti ini dan terus rajin therapy biar kita bisa hang out bareng,” tantang Wiwien.
MAK JLEB. Seroja tak bisa berkelit lagi. Wiwien bicara di forum yang dia buka. Bukan hanya berduaan. Salah dia juga buka forum di meja makan.
“Deal,” jawab Sashi dan Tonny bersamaan sambil memandang Seroja.
***
Mereka pindah ke ruang tengah. Tonny melihat Awan di kamar, dia takut Awan tidur tidak dihalangi bantal. Ternyata Awan ditidurkan di kasur lantai. Tapi tetap dijaga bantal disekeliling tubuhnya.
“Kenapa Mas?” tanya Wiwien yang ikut ke kamar itu.
“Ngecek aja, takut dia jatuh,” jawab Tonny. Dia lalu berbalik badan dan memeluk tubuh Wiwien dengan lembut.
“I love you tunanganku,” bisik Tonny lalu dia sempatkan ******* sebentar bibir yang sangat dia sukai.
“I love you too Mas. Cukup ah, enggak enak ama yang lain kita di kamar gini.” Wiwien menyudahi dan ingin segera keluar kamar.
“Besok pulang kerja aku kerumahmu ya. Kita pergi keluar sebentar,” pinta Tonny.
“Oke,” lalu mereka keluar kamar sambil berpegangan tangan.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta