
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Please sayank. Aku beneran enggak pernah berniat bohong. Itu hanya spontan aja. Kamu mau aku berbuat apa agar kamu mau memaafkan aku?” rengek Tonny.
“Kamu spontan aja bisa bohong. Apalagi kamu sadar. Pasti kebohonganmu lebih hebat lagi,” Wiwien tentu saja mengejek semua ucapan Tonny.
“Kamu mau aku bersumpah dengan Al Qur’an? Atau apa?” tanya Tonny dengan putus asa.
“Apa kamu yakin sumpah dengan Al Quran tidak akan berbohong? Kamu master hukum. Kamu tahu banyak pejabat yang disumpah dengan Al Quran tapi tetap saja korupsi.”
“Dan apa kamu sadar kalau sebuah pernikahan walau tidak disumpah dengan Al Quran adalah janji seorang mahluk dengan Khaliqnya. Tapi tetap saja janji dengan Allah di kotori dengan perselingkuhan. Lalu janji apa yang harus aku percayai?” tanya Wiwien dengaan menatap mata Tonny lekat-lekat.
Wiwien bukan perempuan lemah. Dia memang bukan master hukum seperti Tonny. Tapi kalau untuk debat dan adu argumentasi dia jagonya sejak kecil dan itu makin diasahnya sejak ikut dalam oraganisasi apa pun. Dia akan mempertahankan pendapatnya dengan reason yang benar.
__ADS_1
Tonny mati kutu. Semua yang diucapkan Wiwien adalah kebenaran yang hakiki. “Kamu benar sayank. Tapi percayalah. Aku tidak seperti itu. Beri aku satu kali kesempatan. Akan aku buktikan aku tak ada niat menduakanmu,” ada air mata menggenang dikedua bola mata lelaki gagah itu. Dia sungguh tersiksa dan menyesal. Dia tak pernah sekali pun ingin menduakan Wiwien.
Saat itu memang Tonny hanya spontan mengejar Pricilla. Dan soal kebohongan yang dia ucapkan pada Wiwien semata tak ingin Wiwien cemburu. Itu saja.
Wiwien tak tega melihat penyesalan dimata Tonny. Tapi dia sangat takut kembali terluka. Dia sudah tak sanggup lagi.
“Sebaiknya kita jalan. Nanti malah bermasalah bila terlalu lama berhenti disini,” Wiwien tak mau lagi memperpanjang persoalan ini.
Tonny mengikuti saran Wiwien. Dia menyalakan mesin mobil dan menjalankannya menuju ruko Wiwien. Sengaja Tonny mengambil jemari Wiwien. Tak ada penolakan dari permpuan yang dia cinta itu. Hanya tak ada penolakan saja Tonny merasa bahagia.
Diciumi jemari Wiwien dengan derai air mata. Kalian boleh bilang Tonny lemah, cengeng atau lebay. Tapi memang itu yang dia rasakan. Sesak didada akan penolakan Wiwien dua minggu ini sedikit terobati saat dia boleh menggenggam jemari perempuan itu.
‘Sebegitu pedihkah hatinya? Atau ini hanya rangkaian sandiwara yang dia lakonkan untuk menutupi kebohongannya kemarin?’ Wiwien masih tak mau memberi lampu hijau untuk Tonny. Dia tak mau gegabah.
Dengan tangan kirinya Wiwien mengambil kotak tissue dan menyodorkannya pada Tonny.
***
__ADS_1
“Aku menyapa Awan sebentar ya,” pinta Tonny saat dia sudah berhenti dimuka ruko Wiwien. Wiwien tak menjawab dengan kata penolakan. Dan Tonny mengartikan kalau Wiwien membolehkan dia turun dan bertemu Awan.
“Anak Ayah baru selesai ma’em ya. Mau jalan-jalan sore? Sama Ayah aja ya. Kita enggak naik sepeda.” Tonny mengangkat Awan dari high chair. Dan mengajak Awan keluar. Dia gendong lelaki kecil itu berjalan ke dalam perumahan.
Tonny mengajak Awan bicara apa pun yang mereka lihat. Dia juga terus menciumi ‘putranya’ dengan kasih sayang yang tulus. Semua itu bisa Wiwien lihat dari lantai atas rukonya.
Berhubung akhir bulan dan akhir tahun pula, bab nya agak pendek untuk hari ini ya
Bab akan kembali panjang di update 1 Januari 2023
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta