UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
MENGIKUTI INSTING SAJA.


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Begitu selesai masak, Wiwien langsung mengaturnya di meja makan lesehan miliknya. Saat itu simbok masuk bersama Awan.


“Wijiki Awan sik Mbok. Dari luar bahaya nek reget,” Wiwien meminta simbok membasuh Awan dulu karena dari luar. Dia bilang bahaya kalau kotor.


“Sayank, mau magrib. Bangun kita salat dulu yok,” bisik Wiwien membangunkan Tonny.


“Bentar Ma,” sahut Tonny tak sadar. Dia mengira mamanya yang membangunkan karena sudah sangat lama tak pernah ada yang membangunkan dirinya.


“Mas, ini aku. Bangun kita salat dulu yok,” kembali Wiwien berbisik lembut.


“Eh …, aku lama ya tidurnya?” Tonny tersadar kalau yang membangunkannya buka Seroja -mamanya- melainkan Wiwien belahan jiwanya.


“Enggak lama, cukup aku ngerampungin goreng lele, ngukus sayuran dan cairin bumbu pecel,” sahut Wiwien. Simbok yang mendengar itu tersenyum simpul.


“Mau salat bareng enggak?” tanya Wiwien.


“Iya bareng. Aku mandi dulu ya. Ada baju bersih di mobil koq,” Tonny bangkit akan mengambil baju ganti di mobilnya.


“Iyah, tut,” Awan minta ikut.


“Ayok jalan,” jawab Tonny memberikan jari telunjuknya pada Awan untuk dipegang.


***


“Yank, sudah dua minggu ini mama rajin teraphy. Dan sekarang perkembangannya sudah pesat. Dia sudah bisa jalan pakai alat bantu kaki empat itu,” sambil makan Tonny cerita perkembangan mamanya. Karena hari Sabtu lalu Seroja tak datang ke ruko. Seroja sedikit pilek dan dia tak mau menulari Awan.


“Wah keren. Lalu apa juga sudah mau bicara terus?” tanya Wiwien.


“Sudah mulai beberapa patah kata, tidak satu kata lagi. Sudah mau pegang tanaman lagi,” sahut Tonny. Tentu saja Tonny sangat menunggu perkembangan kesehatan Seroja karena Wiwien mau mereka resmi bila Seroja kembali sehat.


“Mas, aku penasaran dengan Bian. Mengapa Mas koq seperti dendam dengannya. Ada masalah apa?” Wiwien coba menyelidiki latar belakan Tonny tak suka pada Bian.


“Aku benci karena pernah hampir jadi adik iparnya. Aku benci membayangkan bagaimana namaku hancur bila aku sudah resmi jadi adik iparnya ternyata dia bandar narkoba. Aku sangat takut namaku terseret oleh kelakuannya,” sahut Tonny.

__ADS_1


“Enggak ada hal lain?” tanya Wiwien.


“Kamu tahu sesuatu tapi kamu tanya aku yang emang enggak tahu apa-apa. Sebenernya apa yang kamu tahu?” tanya Tonny.


“Aku serius penasaran aja ama rasa bencimu yang sepertinya enggak wajar. Enggak ada hal apa pun koq Mas,” jawab Wiwien. Dia kira Tonny membenci Bian karena merebut tunangannya. Padahal Bian kan kakaknya Vita.


“Aku enggak kenal Novembrian Putra atau Bian secara dekat. Hanya beberapa kali saja aku bertemu dia. Setelah pertunanganku diputus mama aku baca kasusnya di Polda. Itu sebabnya aku langsung minta agar aku yang tangani kasus dia. Aku sengaja bikin dia dihukum seberat-beratnya karena enggak kebayang bila dia jadi kakak iparku. Itu aja,” sahut Tonny sambil makan puding yang simbok baru berikan setelah membereskan menu makan malam mereka tadi.


“Aku jadi pengen tahu tentang Vita dan Bian,” cetus Wiwien. Dia sungguh penasaran terhadap dua sosok kakak beradik itu.


“Please ceritain Mas apa yang kamu tahu. Kenapa kamu jadi seperti ini?” Tonny meletakkan sendok dan cup puding. Dia akan menggendong Awan agar tidur.


Tonny pindah ke ruang depan, Awan dia gendong dan ayun dalam dekapan  di ruang laundry itu.tanpa banyak protes lelaki berpipi gembil yang sudah lelah dan kenyang itu terlelap dalam gendongan ‘ayahnya’.


“Langsung taruh di kasur lantai kamar atas aja Yah, jangan lupa tutup pintu kecilnya kalau turun,” Wiwien meminta ayahnya Awan untuk membaringkan anaknya keatas. Tentu dia tak mau ikut ke atas bersama. Dia tetap menjaga omongan orang.


Walau simbok tak berpikir buruk, tapi bila ada omongan orang, simbok tak bisa membelanya kalau dia ikut ke atas. Kalau dia tetap di lantai bawah, saat ada tuduhan buruk, simbok bisa memberi kesaksian dia tidak keatas bersama Tonny.


“Mas langsung pulang ya. Kamu pasti enggak nyaman Mas lama disini,” Tonny mengerti ketakutan yang Wiwien rasakan.


“Selama ada simbok aku enggak apa-apa koq Mas. Ruang depan juga terbuka lebar. Apa yang ditakutkan?” jawab Wiwien.


“Iya ngerti. Tapi Mas tetep pulang aja. Kamu butuh istirahat. Makasih udah bikin Mas fresh karena bisa lelap tidur,” Tonny memeluk pinggang Wiwien.


“Mbok pamit dulu ya,” masih dengan memeluk pinggang Wiwien, Tonny pamit pada simbok yang sedang menonton televisi.


“Injih Den,” sahut simbok.


“Jangan ngebut ya,” pinta Wiwien.


“Enggak lah, ngapain ngebut,” Tonny mengecup kening Wiwien dengan lembut.


“Dan jangan ngelamun. Ada aku dan Awan yang ngarepin kamu selalu selamat,” Wiwien mengecup dagu Tonny. Membuat pemilik dagu kaget karena ini baru pertama kali dia alami.


“I love you sweet heart. I love you so much,” bisik Tonny sambil mengeratkan pelukannya.


“Love you too ayahnya Awan,” balas Wiwien dengan kepastian.


“Kamu bikin Mas malas pulang,” dengan terpaksa Tonny melepaskan pelukannya. Bisa-bisa dia ingin tidur bareng Awan.

__ADS_1


“Sabar ya. Kalau mama sudah punya tekad seperti itu, kemungkinan besar kita segera halal,” Wiwien memberi semangat untuk Tonny.


Tonny senang atas jawaban Wiwien, secara perlahan dia memiringkan wajahnya, dia dekati wajah perempuan yang dia cintai. Wiwien bukan perempuan polos. Dia tahu apa yang Tonny akan lakukan. Dan dia merasa ini bukan hal yang salah karena dia tidak selingkuh. Maka dia menanti saja apa yang akan terjadi.


Bibir Tonny mendarat dengan mulus dilandasan pacunya. Bertemu dengan bibir Wiwien yang tak menolak kedatangannya.


“Terima kasih telah membolehkan mengecupmu,” bisik Tonny. Dan kembali dia ***** bibir Wiwien tanpa ragu. Walau tadi adalah ciuman pertama Tonny. Tapi sebagai lelaki dia tak mau kelihatan polos. Dia terus saja menerjang seakan sudah berpengalaman. Tonny hanya mengikuti instingnya saja.


“Itu bukan kecup namanya,” Wiwien akhirnya bisa bersuara setelah Tonny melepas bibirnya karena kehabisan napas.


“Salah ya? Jadi kalau kecup seperti ini?” Tonny kembali ******* bibir Wiwien.


“Mas sengaja bikin salah terus kan biar bisa ulang lagi,” Wiwien mencubit lengan Tonny.


“Kamu ngegemesin tau,” sahut Tonny.


“Emangnya aku sama ama Awan?” jawab Wiwien.


“Gemesnya beda lah kalau ke Awan sama ke kamu,” jawab Tonny.


“Sekarang Mas beneran pulang. Ada yang bangun dan ini bahaya,” Tonny merasakan jagoan kecilnya memberontak mengganggu penampilan celananya.


Wiwien tersenyum meihat kebawah. Dia mendorong Tonny segera meninggalkan rukonya.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  THE BLESSING OF PICKPOCKETING   YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL   THE BLESSING OF PICKPOCKETING   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2