UNCOMPLETED STORY

UNCOMPLETED STORY
KEJUTAN KEDUA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Wiwien membantu Awan yang memotong tumpeng. Akhir-akhir ini Wiwien jadi malas dalam bergerak. Bahkan masak untuk acara ini saja dia serahkan pada mbok Ranti dan mbak Ipah. Dia minta dibuatkan nasi kuning gurih. Ayam dia serahkan ada Syahrul dan Wildan serta Opik. 



Tak ada masakan "manis" seperti tumpeng kecil-kecil. 



Pada Mbak Ira dan bu Hasnah, Wiwien minta bikin rujak serut yang sedikit pedas.



Pada Mbak Dwi dan bu Yuyun dia minta bikin puding dengan bahan juice mangga matang yang sedang musim.



Siapa yang belum, monggo ambil sendiri ya," Wiwien menawarkan semua mengambil makanan. Awan sedang makan bersama para sepupunya baik dari Tonny mau pun dari mbak Asih.



"Kamu enggak makan *sweetheart*?" Tonny melihat istrinya malam belum makan. Dia akan suapi nasi ayam miliknya tapi Wiwien tetiba bergayut pada lengannya dan langsung duduk karena lemas.



"Kenapa?" kata Seroja. Dia langsung menghampiri anak dan menantunya



Tonny langsung meletakkan piringnya.



"Entah Ma, tiba-tiba keliyengan aja," jawab Wiwien.



Tonny meminta mbok Ranti membuatkan teh hangat. Semua perhatian ditujukan pada Wiwien. 



Wiwien minum teh hangat yang dibawakan mbok Ipah. Rupanya sebelum disuruh mbok Ipah lebih dulu membuat teh. Saat menerima gelas teh Wiwien memberikan sebuah benda kecil di tangan Tonny.



Tonny bingung apa yang Wiwien berikan. Dia lihat dengan saksama. Dan Tonny kaget akan apa yang dilihatnya.



"Ma, Bu, Yah, lihat ini," Tonny mengangkat tinggi-tinggi benda kecil ditangannya. 



Dia langsung menciumi istrinya penuh haru. Kejutan kedua kali ini membuatnya terharu bahagia. Wiwien memberikan sebuah testpack bergaris dua!



Semua pun bahagia dan fokus yang diberi selamat kali ini Tonny. Karena dia akan menjadi Ayah sesungguhnya. 


__ADS_1


"Alhamdulillah ini kejutan dari bundanya anak-anak. Kami akan mendapat anak KEDUA!" kata Tonny. 



Tonny jelas mengatakan  mengatakan itu bukan anak pertama mereka itu anak kedua mereka.



"Kapan tahunya *sweetheart*?"



"Udah tiga hari lalu."



"Kenapa kamu tahan sampai hari ini?"



"Biar momennya pas aja," jawab Wiwien senyum manisnya.



"Besok kita langsung periksa ke rumah sakit," titah Tonny. Dia mulai memperlihatkan do-minasinya bila masalah kesehatan. Sama seperti saat Awan sakit di Magelang.



"Oke," kata Wiwien lagi.



Akhirnya semua makan dengan tenang setelah mendapat kejutan kedua ulang tahun Awan.




"Iya mbok. Biasanya semua maunya dia yang masak," mbak Ira menyendokkan rujak serut di mangkok kecil dan dia keluarkan bersamaan dengan puding mangga.



Wiwien hanya kepengen aja rujak serut. Tapi nyicipin pun enggak. Dia malah banyak makan harum manis atau gulali atau rambut nenek dan entah nama lainnya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675882596721.jpg)



Bu Iis membawakan banyak harum manis kemasan gelas ini untuk cucunya setelah minta izin pada Tonny terlebih dahulu. 



"Cukup makan gulalinya," Rahmad sang kakak ipar yang seorang dokter melarang Wiwien untuk terus makan gulali. 



Akhirnya Wiwien ganti makan puding buah mangga. Jangan tanya betapa cerewetnya Tonny sang ayah anak-anak itu. Dia heboh sendiri.



"Mau ini?"



"Pengen apa?"

__ADS_1



"Apa yang sekarang dirasa?" 



Begitu pertanyaan sang suami. Sebentar dia bicara dengan Joko, Teguh atau Slamet dan Rahmad tapi cepat kembali ke Wiwien dan melemparkan pertanyaan tadi itu. 



Wiwien tentu trenyuh. Bahkan dulu reaksi Bayu tak seperti itu. 



Wiwien hanya menjawab dengan kecupan setiap Tonny menghampirinya. Wiwien tak peduli sedang rame. Dia maunya menciumi wajah suami setiap lelaki itu menghampirinya. 



"Mbok, siapkan bingkisan yang buat dibawa pulang."



"Mbak Ira, semua makanan yang ada di masukkan mika dan dipersilakan bagi yang mau bawa pulang. Jangan lupa siapkan bingkisan untuk tiga satpam dan mas Suli yang antar."



"Jangan ada sisa di rumah mbak Ira. Sayang kalau terbuang. Trus yang punya anak kecil bawakan gulalinya. Termasuk anak-anak mbak Ira." Wiwien memberi perintah agar Ira dan simbok mulai merapikan makanan. 



"Mas Suli kalau antar makanan ke satpam sekalian belikan cakwe yang banyak, ini uangnya. Saya pengen ngemil cakwe pakai saos sekalian buat bikin bubur ayam besok pagi." Wiwien menyerahkan uang pada mas Suli.



Yuyun, Hasnah dan Syahrul baru melihat bagaimana Wiwien memperlakukan tamu. 



Setelah semua tamu satu persatu pulang, dan yang ulang tahun sudah tidur sejak tadi, Suli, Kwatno dan Bangun langsung membereskan ruangan. Mereka merapikan seperti kondisi semula. Syahrul dan kedua bujangan membersihkan halaman. Mereka semua pulang ketika rumah sudah bersih disapu dan di pel. Dan sampah sisa nasi dibawa mas Bangun buat ternak ayamnya. 



Semua mendapat satu lembar kertas merah dari Tonny sebagai bonus bersih-bersih. Yang pasangan seperti Suli dan Ira dan Kwatno dan Dwi masing-masing dapat jatah sendiri.



"Terima kasih ya semua," Wiwien yang sedang makan cakwe berdiri ketika para karyawannya pamit.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6030990/markdown/10636434/1675882596718.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.

__ADS_1


__ADS_2